Senin, 16 Juni 2014

Konsultan Acara Terbaik Indonesia, Yoris Sebastian


Profil Yoris Sebastian

 
Meski suka bercanda, seorang Yoris Sebastian Nisiho bisa jadi sangat serius ketika behadapan dengan ide- idenya. Pebisnis yang mengedepankan kreatifitas. Perlu bukti? salah satu hasil karyanya untuk produk Class Mild yaitu Class Music Heroes Award, bukan ajang award biasa tapi ajang nyeleneh. Kenapa kita menyebut nyelenah karena acara tersebut diadakan di sawah, pom bensin, bahkan di sebuah jembatan. Pria kelahiran Ujung Pandang, 5 Agustus 1972 ini, punya sejuta inofasi melalui bisnisnya OMG Creative Consulting.

Mungkin bila anda berkunjung ke Hard Rock Cafe, maka acara "I Love Monday" adalah salah satu hasil karyanya. Sudah banyak penghargaan yang disabet pria yang pernah disebut sebagai GM termuda, yaitu penghargaan British Council's International Young Creative Entrepreneur, Asian Pacific Entrepreneur Award Winner (Most Promising Entrepreneurs), Young Marketers Award Winner dari IMA and Markplus, dan juga Future CEO to Watch dari majalah SWA.
 

OMG Consulting


Selepas SMA di Pangudi Luhur, Yoris memutuskan untuk magang di Majalah Hai, padahal kala itu ia masih berumur 19 tahun. Di sanalah dia mulai berkecimpung di industri kreatif. Kreatifitasnya semakin tumbuh dan titik baliknya ketika ia memutuskan meneruskan karirnya di Hard Rock Cafe. Kreatifitas memang sudah ada sejak masih kecil. Kala itu Yoris mencoba mengingat bagaimana ketika anak lain sibuk denga buku, dia telah berjualan kaos aneka desain, meski dilarang tetap saja ngotot.

"Dulu saya jualan kaos dilarang, sekarang cuma kasih konsep sudah di bayar mahal," tawanya kepada okezone, beberapa waktu lalu.

Yoris sukses mencapai jabatan General Manager, menjadikannya GM termuda di Hard Rock Cafe kedua di dunia dan pertama di Asia. Salah satu karyanya yaitu acara I Love Monday. Pada 2003, I Love Monday resmi diperkenalkan, sebuah acara musik tak lazim karena dilaksanakan di hari Senin. Ternyata sembutannya luar biasa. Tak berhenti disana, dia juga membuat program yang bertajuk Destination Nowhere yang berarti Tujuan Tidak Kemanapun di tahun yang sama.

Acara jalan- jalan yang jadwalnya tidak disampaikan pada pesertanya. Salah satu bentuknya yaitu acara ini diselenggarakan di dalam pesawat saat berada diudara, bersamaan itu Band Cokelat melakukan peluncuran album di atas perjalanan 30.000 kaki ini. Hal ini kemudian diabadikan oleh MURI (Museum Rekor Indonesia). Yoris baru memutuskan untuk mengejar bisnisnya sendiri sekitar 2007. Sadar bahwa ada sesuatu yang ingin dicapainya sendiri, ditambah rasa bosan menjadi "buruh" perusahaan lain.

Di usia 34 tahun, ia segera membangun mimpinya melalui perusahaan konsultasi kreatif Oh My God (OMG) yang lahir di 1 April 2007, usahanya bergerak menjual ide-ide kreatif kepada klien. Perusahaan ini sendiri kini telah menjadi konsultan pengembangan bisnis konsep ruang rapat di antaraya fPod di fX Jalan Sudirman, Jakarta. Kemudian menjadi kreatif konseptor Rasuna Epicentrum yang mengusung konsep The Creative Capital of Jakarta; konsultan untuk acara Black Innovation Award 2009 dan International Young Creative Entrepreneur Award British Council Indonesia.

Prestasi lain perusahaan ini yaitu pemasaran konsep word of mouth untuk XL dan kosmetik Caring Colours; konsultan pemasaran kreatif film remaja Queen Bee (2009) dan Ketika Cinta Bertasbih (2009); sampai konsep bisnis inovatif untuk Avia Tour. Yoris pun dikenal akan inovasi dan ide kreatifnya. Pria yang suka minum air putih ini menunjukkan konsistensinya dalam membuat ide-ide kreatif yang tidak biasa. Berpikir di luar kewajaran atau think out of the box.

"Ide kreatif akan segera berkembang bila dimulai dengan hal yang kecil (start small)," pungkas pria berkulit putih ini.

Kepribadian pengusaha


Sebenarnya apa profesi anda? Jika ada yang menanyakan hal itu, Yoris selalu menjawab "Saya adalah event consultant dengan fokus pada bussiness innovation concept yang meski inovatif tetap disesuaikan dengan karakter klien," katamya. Selain menggeluti bisnis konsultasi kreatif, Yoris juga sempat belajar akuntansi di Universitas Atmajaya, Jakarta. Walau tidak kelar alias DO. Yoris menganggap ilmu akuntansi itu penting sebagai bekal menjalankan bisnis.

Meski konsep yang ditawarkannya selalu dianggap nyeleneh, tapi soal profit dan strategi tetap akan selalu diperhitungkan. Jadilah setiap event dilaksanakan dengan perhitungan, untung untuk si penyelenggara juga untuk Yoris sendiri. Di kantornya dia dijuluki invisible boss karena kehadirannya yang sangat jarang. Ia lebih suka selalu bergerak agar tak terjebak pada rutinitas katanya. Yoris terbiasa mengambil resiko sebagai buah kegemarannya main game diwaktu kecil.

Yoris juga selalu memberi respek yang setara pada apapun yang ia kerjakan tanpa memandang besar kecilnya.

"Saya selalu bilang, start small. Mulailah dari hal kecil, jangan langsung besar. Itu yang saya pelajari dari pengalaman sendiri," katanya.

Hal lain yang juga tengah digelutinya adalah menciptakan minipreneur. "Saya ajak ibu rumah tangga muda untuk bekerja dari rumah, untuk beberapa proyek saya. Ini sekaligus mendukung program ibu menyusui, ternyata banyak lho yang minat," terangnya. Hal lain lagi yaitu, salah satunya, mengerjakan proyek dari grup band Padi untuk peluncuran album di atap Mall Sarinah. Acara ini sukses besar bahkan menyebabkan macet karena banyaknya wartawan dan orang yang menonton.

Ide itu datanya dari mana saja itulah Yoris. Sumbernya bisa dari mereka- mereka yang telah sukses seperti sosok Walt Disney, Steve Jobs, Madonna, dan Donald Trump sebagai idolanya. Ia menganggap bahwa mereka adalah inovator yang sukses berkat ide kreatif mereka.Walt Disney berhasil mempioniri pembuatan wahana hiburan Disneyland dan Walt Disney World Theme Park. Steve Jobs sendiri menjadi inovator, sekligus pendiri, dan penemu Apple Computer.

Sementara itu, Donald Trump adalah Bos Properti di AS dan Madonna sendiri adalah penyanyi terkanal juga berasal dari Negeri Paman Sam itu.

Website pribadi: yorissebastian.com

Artikel Terbaru Kami