Sabtu, 21 Juni 2014

Fasion Desainer Termuda Dunia Cecilia Cassini

Fashion Designer Cilik Dunia


Cecilia Cassini, yang anda perlu tau dari gadis kecil ini ialah fasion merupakan bagian hidupnya sejak bayi. Telah mengenal fasion di ulang tahun ke enamnya, ia mendapatkan hadiah pertama beruapa sebuah mesin jahit dari neneknya. Gadis kecil ini tak berhenti menjalankan mesinnya; ada saja yang didesain dan dijahit. Lalu di umur ke 10 tahun secara resmi namanya tercatat sebagai desainer termuda. Dia mendapatkan gelar fashion desainer temuda di Amerika bahkan mungkin di dunia.

Selama empat tahun terkahir, Cecilia telah mengambil pelajaran menjahit dari sana-sini; tetapi, sebagian besar, ia telah belajar banyak secara otodidak dengan jarum pada mesin dan bagaimana agar setiap benang itu terjait dalam kain.Yang Anda lihat dalam diri Cecilia Cassini adalah anak yang cerdas secara kultural. Ketika anda melihat apa yang indah dilihat, dia membuatnya di atas kain, jelas dia merancang pakaian untuk setiap impian gadis kecil untuk dipakai.

Fasion show pertamanya, di Trunk Show, ia menjual hampir 50 buah dalam tiga jam membuat mereka para gadis-gadis muda terkesan dan bersemangat. Pada hari-hari dan tahun mendatang, semakin banyak anak- anak mengenakan desainnya. Desainnya termasuk T-shirt atau kaos yang telah dihiasai, lalu dijual secara ritel untuk sekitar $ 30, dan gaun pesta, yang menjual lebih dari $ 140.

Secara bakat yang sejak lahir, ditambah mental yang matang dalam desain, ia mampu menggambarkan idenya dalam tema- tema tertentu. Sejak perjalanan pertamanya ke Paris sebagai bayi ia mulai membaca biografi desainer Eropa terkenal seperti Valentino, Christian Dior dan idolanya Coco Chanel, dan tidak lama kemudian, ia memulai pencariannya sebagai salah satu desainer terbaik.

Inspirasi kecil


Berbeda dengan idolanya seperti Christian Dior atau Coco Chanel, ia memilih untuk tidak menunggu hingga dewasa antara pekerjaan rumah ada kegiatan menjahit. Ketika anak seumurannya asik  bermain, Cecilia tengah sibuk dengen mesin jahit, jarum, dan kain. Dia suka bereksperimen dengan banyak warna- warna dan aneka corak berbeda. Dia selalu menyebut tiap pakaiannya adalah master- piece, karena setiap karyanya unik dan berbeda di tiap- tiapnya.

Cecilia mendapat inspirasi dari banyak orang dan tempat-tempat atau dari majalah mode sekalipun; tetapi, sebagian besar, ia mendengarkan hatinya dan mengikuti imajinasinya. Dia telah belajar, ketika baru berusia sepuluh tahun, bahwa dengan cukup semangat dan komitmen, semuanya adalah mungkin. Dan dia berharap bisa menginspirasi semua anak untuk percaya pada diri mereka sendiri dan untuk mengejar impian mereka.

Bisa dibilang dia beruntung untuk ditemukan dan dianggap serius oleh beberapa wartawan yang telah memberikan eksposur yang luar biasa. Akhirnya Cecilia kecil bisa tampil di beberapa televisi dan surat kabar di seluruh Amerika Serikat. Berita dari CBS dan halaman depan Los Angeles Daily News hanya dua dari banyak orang. "Kedengarannya seperti dia adalah anak berbakata. Itu tidak normal mendengar dari sepuluh tahun dengan jenis gairah untuk desain fashion," kata Mary Stephens, Director of Fashion Design di Fashion Institute of Design dan Merchandising.

Karena perhatian masyarakat, ia telah memiliki kesempatan untuk benar-benar mulai untuk menginspirasi anak-anak. Banyak anak-anak telah menghubungi Cecilia mengatakan bahwa karena ceritanya, mereka didorong dan terinspirasi: Seorang anak kemudian berkata, "hanya karena kita adalah anak-anak tidak berarti kita tidak harus atau tidak mampu mengikuti nafsu kita dan mengubah mimpi kita menjadi kenyataan." Baru-baru ini, memang Cecilia telah diminta oleh para guru sekolah dasar untuk berbicara di depan kelas.

Seorang guru kemudian menuliskan, "Murid-murid saya senang mendengar cerita mu, dan saya tahu bahwa itu akan membuat perbedaan bagi mereka. Mereka melihat bahwa seseorang usia mereka dapat melakukan hal-hal besar ketika mereka bekerja keras pada sesuatu yang mereka cintai. Itu sangat baik bagi mereka untuk melihat bahwa ketika kamu menjalankan bisnis, kamu juga meluangkan waktu untuk memberikan kembali kepada orang-orang yang memiliki lebih sedikit."

Cecilia memang cukup beruntung untuk memiliki mesin jahit dan orang tua yang membiarkan dia memotong kain untuk menciptakan busana baru dan mengembangkan bakatnya. Jika Cecilia adalah anak dengan bakat luar biasa, ia juga seorang anak dengan hati nurani yang besar. Dia selalu ingin membantu untuk membuat perbedaan, membantu anak-anak atau siapa pun untuk mengikuti mimpi mereka. Suatu hari dia tersentuh mendengar kisah seorang wanita tuna wisma yang menerima beasiswa fasion.

Sayang, gadis kecil itu tak memiliki mesin jahit sendiri. Jadilah gadi kecil bernama Cecilia Cassini ini langsung membagikan apa yang menjadi jalan kesuksesannya; sebuah masih jahit.

Website: ceciliacassini.com

Artikel Terbaru Kami