Senin, 09 Juni 2014

Butik Annisa, Busana Muslim Online Kamu


Kisah Sukses Butik Online


Nur Annisa Rahmawati ST, MM, tergerak hatinya selepas menyasikan bagaimana dahsyatnya gempa 2006. Gempa yang menghancurkan perekonomian banyak keluarga di Yogyakarta, ada orang kehilangan rumah, ada orang kehilangan mata pencarian, bahkan ada yang hilang akal sehat. Beruntung wanita kelahiran 29 Mei 1982 ini masih menyimpan optimisnya, semangat untuk bangkit kembali dan membantu sesama.

Dia tergerak untuk membantu mereka -terutama kaum ibu yang merasa harus ikut membantu dikala bencana ini- Annisa mencoba memberdayakan mereka yang tak pernah terpikir untuk berusaha sendiri. Annisa lantas memutar otak untuk membantu kaum ibu di lingkungannya. Putri bungsu dari tiga bersaudara ini, berbekal hobi merancang busana muslimah yang ditekuni sejak kuliah, Annisa memutuskan berbisnis baju muslimah bersama mereka.

Ketertarikan Annisa pada dunia wirausaha sudah dimulai sejak masa awal berkuliah di Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Keinginan untuk hidup mandiri serta memiliki kebebasan waktu menjadi alasan kuat. Jika bicara tentang dari mana dia memiliki jiwa kewirausahaan, maka jawabannya adalah kedua orang tuanya. Modal awalnya sekitar empat juta, Annisa kemudian menggunakan rumahnya sebagai tempat produksi.

Dua orang tetangga dipekerjakan untuk membantunya dalam proses produksi, satu sebagai penjahit dan satu lagi sebagai pemayet. Batik Annisa begitu produknya disebut, memproduksi berbagai busana muslimah yang terbuat dari berbagai macam bahan seperti, sifon, thai silk, katun, dan rawsilk. Tidak hanya itu, butik Annisa mulai memproduksi produk lain seperti gaun pesta, selop brokat, serta bando jilbab. Seluruh produk yang dibuat keseluruhannya dikerjakan secara manual sehingga terjamin eksklusivitasnya.

Melalui butik yang didirikan 1 Mei 2007 ini, ia membantu kaum muslimah berbusana sesuai syariah tapi tetap berkelas dang anggun. Konsep busana yang telah disesuaikan untuk mereka wanita yang berusia 25 sampai 40 tahun.  Milis, blog dan berbagai pameran dipilih sarana promosi dan pemasaran hasil kreasi perempuan berjilbab sejak 2004 ini. Baginya milis dan blog sangatlah membantu proses bisnisnya.

Bisnis online


Merintis bisnis memang bukan perkara mudah. Tak terkeculi lulusan sarjana teknik dan magister menejamen yang pernah bekerja di Pusat Studi Bencana Universitas Islam Indonesia ini. Annisa menyadari bahwa dalam berbisnis diperlukan keuletan, kesabaran, dan intuisi yang tajam. Dukungan keluarga membuatnya semakin gigih menjalani bisnis dan tetap bersemangat.

Berbagai upaya pemasaran produksi butik yang terletak di jalan Kemasan 71 Kotagedhe Yogyakarta ini, telah dilakoni oleh Annisa satu per- satu. Dari milis (grup e-mail), blog, dan pameran menjadi sarana promosi dan pemasaran terbaik. Baginya milis dan blog adalah tempat berbisnis sekaligus menujukan kreatifitas. Dari perjalanan Annisa juga mengembangkan produk- produk baru. Hal terakhir ini ia gunakan untuk menjaga agar produknya tetap bisa diterima.

"Ide untuk membuat rancangan atau model produk bisa diperoleh dari berbagai sumber. Kadang-kadang saya berburu ide produk di internet atau majalah, tetapi tidak jarang mendapat masukan dari para pelanggan yang mengunjungi pameran," ungkapnya.

Butik Annisa terus berkembang berkat kerja keras perempuan lulusan S2 UII Yogyakarta ini. Keseriusannya mampu membawa produk- produknya hingga pasar internasional. Wilayah pemasaran koleksi busana kreasi Annisa meluas sampai ke negara tetangga, misalnya Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Australia. Beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Jerman juga telah menjadi target pasarnya. Caranya? Annisa memegang konsep harga tetap terjangkau. Karena banyak menggunakan kain, umumnya busana muslimah tergolong mahal, namun Annisa dapat mematok harga yang cukup realistis.

Kisaran harga untuk atasan berkisar: Rp 100.00-Rp.200.000, setelan Rp 200.000-Rp 300.000, gamis: Rp 300.000- Rp 400.000, kebaya muslimah: Rp 300.000 – Rp 400.000, gaun pesta Rp 400.000 – Rp 500.000, selop brokat: Rp 150.000, dan bando jilbab: Rp 75.000. Untuk pemasaran melalui online, Annisa kini memilih menggunakan website sendiri. Menggunakan nama butikannisa.com, kini usahnya di tahun 2006 untuk hanya sekedar membantu bisa menjadi bisnis bekelanjutan.

Pada awalnya hanya fokus pada busana muslimah, karena permintaan banyak, Annisa telah mengembangkan produknya. Sebagai tambahan busana muslim Annisa kini punya berbagai aksesoris yang telah disesuaikan. Berpakaian muslimah sesuai syariah tetapi masih tetap modis menjadi ciri khasnya. Untuk produk busana butik Annisa juga menggunakan konsep busana melayu. Dimana wanita melayu lebih menyukai pakaian rok hingga pasaran bisa tembus sampai ke Malaysia, Brunai, dan Singapura, yang kebanyakan warganya masih keturunan melayu.

Artikel Terbaru Kami