Senin, 16 Februari 2015

Usaha Hamburger Black Burger Ide Variasi Rasa


Ada pengusaha yang memang sejak lahir berjiwa kewirausahan. Namun, ada pula yang tidak, Rinanda Halfi atau Halfi tidak pernah berpikir sedikit pun tentang berwirausaha. Menjadi pengusaha? Tidak terbayangkan dari suatu musibah merubah nasibnya. Pria 25 tahun kelahiran Bandung ini, justru menjadi pengusaha karena mengalami kecelakaan.

Waktu itu dia mengalami kecelakaan mobil dan harus mengganti uang dari himpunan mahasiwa, kala itu uang yang ada di mobilnya ludes dijarah warga. Bingung mengganti dengan apa jadilah ia mendadak pengusaha. Usaha pertama dan kedua dibilang lancar semua berkat kreatifitas tinggi miliknya. Meski tak Halfi punya pengetahuan khusus, dan bisnisnya dibilang umum, usahanya masih berjaya hingga sekarang. Prinsipnya kerja keras saja tak cukup tapi harus juga kerja pintar.

Usaha serabutan


Bingung mengganti pakai apa, ide berjualan sesuatu seketika muncul. Pertama kali sih mencoba menjual sesuatu khas anak Bandung, pakaian jadi. Dia berjualan kaos atau berbisnis kaos untuk mengganti uang tersebut. Berjalan waktu, bisnis Halfi berpindah haluan jadi bisnis kuliner. Ia berbisnis burger. Yang istimewa ini bukan sembarang burger tapi burger hitam. Bukan pula burger gosong tapi Black Burger. Kini ia bisa sukses mengantongi omzet Rp.60 juta per- bulan

Menurut Halfi, ketika ditemui detikFinance, waktu itu di sela-sela pameran Produk UKM di JCC pekan. Ia menuturkan alasannya memlih burger sebagai bisnisnya atau tidak memilih makanan lain. Alasanya memilih burger mudah yaitu bahwa orang Indonesia telah familiar dengan franchise asing, sebut saja Mc Donald atau Burger King. Untuk itulah Black Burger memiliki kelebihan dibanding usaha lain sejenis. Halfi bahkan siap ketika ditanya siap atau tidak menghadapi kompetisi.

"Kalau sama, kita nggak akan cukup untuk melawan mereka (Burger King dan McDonald's), jadi kita harus buat diferensiasi (perbedaan) produk. Akhirnya saya buat inovasi dengan Black Burger," imbuh pria yang baru lulus dari jurusan Public Relation Unpad ini.

Black Burger memang berbeda dengan apa yang ada dipasaran. Produk ini punya diferensiasi dari sekedar roti biasa yang disusun dengan daging. Apa rahasia hitamnya? Halfi mengaku warna hitamnya datang dari satu bahan alami yaitu kluwek. Meski begitu ia tak menyebut pasti racikan jelasnya. Yang pasti pula kluwek itu buah yang cuma ada di Indonesia, buah ini sering dipakai untuk membuat rawon atau sup condro. Menurut halfi, rasa dagingnya juga membuat burger milikinya berbeda dengan burger lainnya yakni memiliki citra rasa Indonesia

"Dagingnya kita juga punya ciri khas yaitu dagingnya pakai daun jeruk dan cabe rawit, benar-benar cita rasa indonesia," tegasnya. Bisnis burger yang dijalaninya sejak tahun 2010, tepatnya saat dia berada di semester 7 di Fakultas Komunikasi Unpad. Saat ini telah memiliki 2 outlet dan 28 aneka ragam burger. Pilihan rasa burgernya sendiri ada 3 macam yaitu: original, manis, dan hot. Untuk harganya sendiri, mulai dari harga Rp 12.000 – Rp 30.000 per potong.

Selain itu ia juga mengembangkan burger lain sebagai varian seperti burger vegetarian dari bahan tempe dan burger nasi juga. Dari 2 outlet yang semuanya berada di Bandung itu, Halfi telah mempekerjakan 5 orang karyawan. Di umur 23 tahun ia telah punya omzet senilai Rp.60 juta. Tapi ia mengaku hal ini bukan seketika sukses. Sebelumnya ia pernah ditipu patner bisnisnya. Mereka mencuri resep dan ide burgernya untuk dibuat sendiri. Meski begitu, Halfi masih punya banyak kreasi di dalam pikirannya hingga sekarang.

"Ini bukan masalah materi tapi ide kita dicuri, belajar dari kondisi itu maka setiap saya membuat komitmen dengan seseorang saya selalu buat MoU atau perjanjian. Dengan karyawan saya juga seperti itu," tambahnya

Pada tahun 2012 ini, dia berencana untuk membuka 6 outlet lagi di Bandung dan 1 outlet di daerah Senopati (Jakarta). Selain itu, Halfi juga memiliki mimpi untuk menjadi kompetitor kuat McDonald's dan Burger King di Indonesia. Dia ingin menunjukkan bahwa Indonesia juga memiliki Burger yang berkualitas dengan citra rasa Indonesia. "Mimpi saya, saya ingin menjadi kompetitor kuat McD dan Burger King di indonesia," tambahnya.

Resep bisnis


Rinanda Halfi mendirikan Black Burger tepatnya sejak 12 April 2011. Meski tergolong bisnis baru namun animo masyarakat sangat antusias. Selain harganya terjangkau dan enak, Black Burger mudah untuk dicari. Dijual secara kaki lima namun rasanya sama dengan burger kelas restoran. Halfi menyebut  pada akhir pekan saja burger buatannya terjual 50 – 70 porsi. "Animo pengunjung cukup responsif ketika usaha ini dibuka," lanjutnya.

Ide resep pembuatan burger ini dilakukan selama dua bulan. Awalnya, dia mencampurkan merang sebagai pewarna, namun rasa yang didapatkan kurang memuaskan. Tak berhenti sampai disitu, kemudian dia terus bereksperimen dengan menggunakan tinta cumi, namun hasilnya yang ditimbulkan juga anyir. Eksperimen untuk membentuk warna hitam pada burger buatannya itu terus dilakukan. Dan terakhir, dia memakai sari ketan hitam sebagai bahan dasar pewarna hitam pada roti burger ini.

"Akhirnya saya memakai sari ketan hitam yang membuat rotinya menjadi legit," ungkapnya.

Jika kamu berminat memesan atau ingin mengetahui Black Burger lebih jauh. Kamu dapat mengirim email ke: r_halfi_m@yahoo.co.id atau dapat memesan langsung menggunakan Facebook di black burger dan twitter @blackburger_

Artikel Terbaru Kami