Jumat, 30 Mei 2014

Lulusan SMP Mau Jadi Pengusaha Properti

Profil Pengusaha Fauzi Saleh


Siapa saja boleh menjadi pengusaha lewat berbagai cara berbeda. Dan perlu diketahui kesuksesan itu bukan monopoli mereka yang lahir sudah berada. Semua tulisan di blog ini membuktikan sukses harus dari nol dan bisa melompat jauh ketika kita berusaha, siapapun kita. Semua orang memiliki genetik untuk sukses dalam dirinya.

Semua kembali lewat jalan mereka masing- masing. Fauzi Saleh telah melihat jalan ketika ada kesempatan membali tanah. Cuma sekedar membeli, kemudian menjualnya, dan seterusnya menjadi biasa. Ia adalah anak asli Betawi, lahir di Tanah Abang, Jakarta. Dia tak mengenyam pendidikan tinggi. Sekolahnya hanya tamatan SMP.

Tetapi kerja kerasnya harus diacungi jempol. Serta, satu hal lagi, yakni dia memiliki kualitas sebagai sosok sosial entrepreneur.

Dia tak pernah lupa berlaku baik kepada pegawai dan orang yang membutuhkan. Hatinya tau kalau kita berbuat baik maka akan menghasilkan kebaikan. Setamatnya SMP, Fauzi langsung bekerja seadanya yaitu bekerja di tempat pencucian mobil bergaji Rp.700.000. Pekerjaan lain Fauzi pernah kerjakan yaitu menjadi satpam.

Dia ditugaskan menjadi penjaga gudang milik perusahaan tempatnya bekerja. Apa yang bisa membalikan kehidupannya hingga kini adalah prinsip "bismillah". Prinsip berserah diri yang selalu ia pegang saat memulai bisnisnya di tahun 1989.

Titik balik


Berbekal uang simpanan sejak pertama kali bekerja. Ditambah uang hasil mengobyek sebagai tukang taman. Ia mengumpulkan uang sebesar 30 juta. Fauzi lalu membeli tanah seluas 6x15 meter sekaligus membangun rumah di Jakarta selatan. Untuk membangun rumah itu, ternyata ia butuh uang tambahan 10 juta lagi.

Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya selalu melakukan wirid Yasin, dzikir, dan memanjatkan doa agar usahanya ini berhasil. Singkat cerita rumah itu akhirnya bisa terbangun dan dijual lagi seharga Rp.51 juta.

Uang hasil penjualan dibelikan tanah lagi, dan dibangunlah satu rumah lagi dan menjualnya kembali. Begitu seterusnya hingga pada tahun 1992 usahanya kian membesar. Ia mendirikan PT. Pedoman Tata Bangun dan mulai membangun 470 unit rumah mewah pesona Depok 1 dan 360 unit rumah pesona Depok 2. Kemudian ia membangun Pesona Khayangan.

Kini, perusahaanya telah membangun pesona Khayangan 1, total sebanyak 500 unit dan Pesona Khayangan 2 sebanyak 1100 unit. Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut berkisar Rp.200 juta sampai Rp.600 juta per- unit. Menariknya tradisi pengajian setiap malam jumat masih dilakukan, tidak pernah Fauzi mau tinggalkan.

Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pada beberapa waktu lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir.

Fauzi tidak menginginkan hasil usahannya hanya untuk dirinya sendiri. "Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial," ucapnya tegas. Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp70 milyar yang digunakan di kegiatan sosial.

Ia juga memberikan bonus dan tunjangan karyawan. Pria yang memiliki lebih dari 2.000 orang karyawan ini mengaku bahwa karena mereka jugalah, sehingga ia kini bisa mendapat rezeki. Tak hanya memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya, ia juga sering menyumbangkan pendapatan yang ia dapatkan untuk kegiatan sosial dan zakat.

Sukses Fauzi telah membuktikan, berbekal kerja keras, tekad yang kuat dan dibarengi dengan doa, niscaya segala yang diimpikan akan tercapai.

Artikel Terbaru Kami