Senin, 12 Mei 2014

Cookies Buatan Nenek Jadi Mendunia


Ada seorang cucu berkata pada neneknya, "Grammy (nenek), aku akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat...." Memang belum jutaan, tapi menuju kesana, ini adalah kisah seorang wirausahawan asal Selma, Alabama. Namanya Robert Armstrong, suatu ketika disaat berumur belasan tahun, di acara keluarga, ia mempunyai dua tujuan utama.

Pertama, ia ingin sekali mengalahkan sepupunya dengan kue kering milik neneknya; sebuah perlombaan. Keduanya memastikan sepupunya, akan membersihkan kamar. Beberapa tahun kemudian, bermodal sarjana bisnis, pria 28 tahun ini menemukan bahwa kue itu bukan sembarang kue. Dia yang selesai berkuliah di University of Alabama, tak pernah berpikir akan masuk ke bisnis kuliner.

Sebut saja sebuah ilham ketika ia menemukan rasa enak itu kembali. Sebuah bisnis yang telah diyakini akan sukses besar membawanya kepada G Mommas Cookies.

Rahasia bisnis


Pria asli Selma, Alabama, yakin telah menemukan produk yang dipercayanya  -atau dipikirnya bahwa akan disukai juga- dan jiwa kewirusahawan miliknya memanggil. Armstrong mengambil alih resep rahasia milik neneknya yang meninggal dunia. Dia kemudian merubahnya menjadi bisnis mernama G Mommas Cookies, produk yang kemudian dijual di toko- toko grosir, apotik, dan toko- toko hadiah di sepanjang Alabama dan Southeast. G Mommas Cookies memiliki dua rasa untuk sekarang, Chocolate Chip Pecan and Buddascotch Oatmeal flavors.

Sebenarnya setelah lulus belajar membuat kue merupakan hal terakhir dipikirkannya. Ia hanya mengikuti satu pekerjaan yang tak menginspirasi, seorang salesman, di Birmingham, Alabama, cerita yang pernah dibaginya ketika bersama sang nenek. Kenangan sebelum kepergiannya. "Saya berkata, "Grammy, saya akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat," sang nenek hanya tertawa. Dia berpikir cucunya begitu lucu. Tapi candaan itu dibuktikan oleh Armstrong menjadi nyata.

Di 2009, suatu hari Armstrong meminta sang nenek, Anice Morries Armstrong, mengajari cara membuat kue- kue itu, kemudian pelajaran pertama dimulai di pagi hari. "Itu sangat sulit daripada kuliah," terangnya. Tak menyarah akhirnya dia sukses membuat kue pertamanya bersama sang nenek. Dengan peralatan dasar membuat kue dan sebuah oven di sebuah dapur yang terabaikan, ia membangun bisnisnya. Dengan bendera Selma Good, perusahaan yang bekerja di sebuah gudang tua.

Armstrong menyadari seberapa besar gigitannya, Chocolate Chip Pecan telah merasuk meyakinkan dirinya bahwa ini akan sukses. Sebuah prediksi tumpul, hanya intuisi, menyebut kue- kue ini akan sukses kepada sang nenek. Meski belum sukses menghasilkan jutaan dollar, dia tetap mengerjakannya, meski awalnya cukup rumit. Dia memulai bisnis di tahun 2009 tapi harus berjuang keras.

Dia memanggang kue itu sendiri di sebuah dapur di sebuah restoran yang terbengkalai. menawarkan kue- kue itu dan mengirimnya ke beberapa retailer. "Beberapa hari saya pergi tidur jam 3 pagi dan memanggang sampai pukul 11 ​​malam," katanya. "Aku sedang membuat $ 5 per jam, mungkin," jam kerja yang panjang tapi bisnsinya tak bekerja semestinya.

Kehilangan kepercayaa, ia memutuskan menggantung apronnya di 2011 dan memilih beberapa pekerjaan. Salah satunya yaitu kembali menjadi salesman menjual alat GPS, dan terakhir menjual daging. Di lain waktu, ia membuat sebuah website untuk perusahaan untuk satu permulaan baru. Salah satu anggota keluarga ikut membantu keuangan Armstrong, memberinya satu kredit di sebuah bank lokal. Dari kredit baru tersebut dimulailah bisnis kue miliknya kembali.

Masih dengan nama dan produk yang sama, dia mulai mencari kontrak untuk para pembuat kue lain untuk membuat kue dan akhirnya menetap di satu tempat di Pennsylvania. Di situlah semua G Mommas Cookies saat dipanggang dan dikemas, meskipun tujuan Armstrong adalah untuk membawa produksi kembali ke Selma satu hari nanti. Sementara itu  ia mencari koneksi untuk masuk ke beberapa toko baru, kegigihannya terbayar lunas, akhirnya.

"Saya selalu berkata pada diriku sendiri aku akan kembali ke cookies," katanya.

Satu kesempatan besar ketika mendapatkan kontrak dari The World Market, sebuah retailer besar yang dia temukan di LinkedIn. G Mommas menjual dua jenis kue, klasik pecan chocolate chip, yang dibuat dengan bahan-bahan alami. Ada juga butterscotch oatmeal, produk kreasi Armstrong dan neneknya dikembangkan bersama-sama untuk bisnis. Armstrong memperkirakan bahwa dia sukses menjual sekitar 9.000 kantong cookies per kuartal.

Dia mengatakan dia belajar banyak melalui pasang surut bisnisnya. Hari-hari awal penuh dengan trial and error saat ia bekerja untuk mendapatkan resep kue tepat untuk produksi skala besar dan kemasan. Baru-baru ini, dia sirius memastikan mereka para pembuat kue yang telah dikontrak untuk mempertahankan rasa asli dan tekstur.

Melalui itu semua, dia kembali teringat nasihat neneknya, yang terinspirasi dia untuk bertahan. Dia meninggal musim panas lalu tetapi tidak sebelum dia melihat cucunya peluncuran bisnisnya. "Dia adalah pemberi semangat terbesar saya," kata Armstrong. Dia juga telah memberinya perspektif. "Jika hal ini jatuh pada wajah, itu akan baik-baik saja," katanya. "Saya akan mendapatkan pekerjaan dan harus menggali keluar dari utang, tetapi ini akan menjadi OK."

Sumber: Daily Mail dan Al.com

Artikel Terbaru Kami