Selasa, 06 Mei 2014

Booking Hotel Ala Pengusaha 19 Tahun

 
Internet sepertinya akan terus tumbuh dimana bisnis baru bermunculan. Ada bintang cerah di negara- negara berkembang, termasuk India. Bisnis online sepertinya menjadi daya tarik tersendiri di negeri asal Bollywood ini, setiap orang terlihat berbondong- bondong. Di tahun 1990 an, bisnis berbasis IT telah menampakan satu geliat yang sama. Perusahaan berbasis teknologi, dan "rumahan" ala IBM atau Accenture, mereka benar- benar memberikan inspirasi

Pertumbuhan ini selaras dengan kehidupan masyarakat melek terknologi. Pengusaha muda satu ini, Ritesh Agarwal, 19 tahun, memiliki cerita yang kurang lebih sama. Lahir di era digital membuat Ritesh muda paham mengenai "bagaimana website bekerja". Tak perlu berlama- lama bocah 13 tahun ini telah berani untuk membangun bisnisnya. Hingga di umur 19 tahun, ia tercatat sebagai pendiri sekaligus CEO perusahaan internetnya sendiri, Oravel.com.

Itu adalah sebuah situs sosial media untuk berbagai layanan kamar. Sebut saja sosial medianya mereka yang memiliki penginapan, paket perjalanan, atau layanan privat lainnya. Ada dua hal yang menjadi motivasi menjadi pengusaha startup seorang Ritesh. Pertama, ia pernah bekerja sebagai salesman, menjual produk orang lain. Perjalanan menjadi satu hal yang wajib baginya meski masih 13 tahun. Kedua, kenyataan bahwa pelayanan dalam satu perjalanan itu sangatlah buruk.

Suatu saat dia harus ke tempat yang tak nyaman dan menjual lebih banyak. Atau kebalikannya tempat yang nyaman tapi menjual lebih sedikit. Perjalanan panjang sebagai salesman inilah yang menginspirasi berdirinya Oravel. Ia berhasrat menciptakan sebuah sosial plaform untuk kita berbagi informasi tentang tempat dan layanan terbaik di India.

"Beberapa masalah umum adalah pendanaan, pemasaran, menjangkau pemilik properti dan investor. Aku punya reaksi beragam dari teman dan keluarga di sekitar saya, beberapa dari mereka percaya pada saya dan beberapa dikritik dan khawatir jika aku bisa membuatnya. Tapi sekarang mereka semua tersenyum dengan penghargaan," jalasnya.

Membangun bisnis tanpa dukungan finansial cukup sulit, seorang wirausahawan muda atau wirausahawan pelajar. Itu akan sangat beresiko. Anda tengah memasuki dunia yang saling berlomba dimana ketepatan jadi satu faktor. Beberapa hal yang mendukung akan menjadi taktik jitu. Wirausahawan pelajar umumnya akan gagal pada dukungan -dukungan mental dan finansial. Apa yang mereka harapkan dari bocah 13 tahun? Ini mungkin menjadi perhitungan bagi anda.

Tapi memulai bisnis lebih awal berarti menjadi sukses lebih dini.

Di India yang menjadi faktor landasan nilai dimana semua bergantung pada pendidikan universitas. Tidak ada yang bisa disalahkan ketika memilih pendidikan atas kewirausahaan. Namun orang tua pasti akan sadar jika kita berusaha meyakinkan mereka; ada peluang disana. Di tahun 2013, Ritesh memasukan proposal bisnis Oravel ke Thiel Fellowship, sebuah ajang kewirausahaan di bidang teknologi. Pesaingnya sangatlah berat yaitu dari berbagai negara besar, namun Oravel masuk dalam salah satu kendidat final.

The Thiel Fellowship adalah sebuah program dua tahun dimana rekan-rekan akan menerima $ 100.000 dan bimbingan dari jaringan yayasan pengusaha teknologi, investor dan ilmuwan (termasuk orang-orang seperti Mark Zuckerberg, Larry Page, Elon Musk dan jelas Peter Thiel). The Fellowship didirikan oleh kapitalis ventura Peter Thiel untuk memberikan mereka anak muda di bawah usia 20 alternatif selain melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Mereka diajarkan untuk mengejar ide- ide inovatif dalam ilmu pengetahuan dan bisnis. Dalam kebanyakan kasus ini berarti menjatuhkan pilihan untuk keluar dari sekolah tetapi ada hal-hal yang tentu lebih besar untuk mereka para finalis. Karena batasan umur harus dibawah 20 tahun setidaknya ada kompensasi dari umur mereka; mereka masih bisa mengejar pendidikan nanti. Ritesh pergi ke perguruan tinggi untuk jangka waktu yang sangat singkat dan tidak pernah kembali; tepatnya, ia menghadiri kuliah selama 2 hari.

Artikel Terbaru Kami