Rabu, 16 April 2014

Usaha Jagung Bakar Ide Bisnis Tak Lekang


Orang pasti berpikir usaha apa yang mudah tapi menghasilkan uang cukup banyak, atau seberapa banyak kita bisa dapat. Kali ini kita akan membahas tentang usaha jagung bakar. Dikutip dari kompas.com, kamu perlu tau jenis jagung apa yang dipakai dalam bisnis kamu. Pemahaman tentang aneka rasa bahan utama itu wajib kamu ketahui. Seperti jagung bonanza, jagung manis besar yang cocok bagi usaha semacam jagung bakar.

Kita tau rasa itu nomor satu, tapi kemasan sebuah produk bisa saja menipu atau menjadi marketing jitu. Menurut beberapa penjual, jagung bakar bonanza jadi favorit, terutama yang manis. Kualitas jagung memang tergantung kesegaran bukan hanya jenis. Sebaiknya, terang Adler Haymans Manurung, pakar investasi dan keuangan, penjual hanya membeli jagung untuk keperluan dua hari saja, yaitu hari ini dan hari esok. Jagung dapat dibeli di pasar seharga Rp 1.500 hingga Rp 2.200 per buah.

Setelah pembelian, kamu bisa membeli bahan bumbu jagung di pasaran per- paketnya Rp.40.000 hingga Rp. 60.000, tapi kamu bisa membuat bumbu sendiri. Bukankah rasa yang spesial selalu jadi pilihan? Jenis bumbu yang tersedia, yaitu bumbu rasa untuk manis dan bumbu pedas. Bumbu ini dapat dipergunakan untuk sekitar 100 jagung. Bumbu tersebut kemudan dioleskan ke seluruh jagung setelah jagung dianggap sudah matang pada pemanggangan.

Setelah dioleskan, jagung kelihatan menarik dan siap disantap konsumen. Adler menambahkan perlengkapan seperti pembakar juga jadi perhatian. Kamu bisa memiliki pemanggang jagung dan menggunakan arang batok kelapa untuk memanggang jagung. Arang batok kelapa bisa dibeli dari beberapa tempat dan bisa dipersiapkan untuk beberapa hari. Satu bungkus arang batok kelapa dapat dibeli senilai Rp 10.000 untuk 50 jagung. Pemanggangan jagung dibuat sedemikian rupa sehingga api batok kelapa bisa mengenai jagung.

Berdasarkan pengamatan dari penjual jagung bakar, jarak bara arang batok kelapa dengan jagung sekitar 2 sentimeter. Kamu sebagai penjual melakukan pengipasan terhadap arang batok kelapa sehingga mempunyai bara/api dan jagung diputar agar mempunyai pemangggangan yang merata. Seorang penjual jagung harus mempunyai gerobak dorong untuk menjajakan jagung. Pada umumnya biaya pembuatan gerobak ini sekitar Rp 400.000 sampai dengan Rp 750.000 atau sekitar Rp 25.000 untuk peralatan.

Penjualan jagung bakar selayaknya dilakukan pada malam hari sehingga memerlukan lampu petromaks untuk penerangan setiap hari dan merupakan ciri khas penjual jagung bakar.

Cara berjualan


Kamu bisa menjual sendiri atau menggunakan pagawai untuk berjualan. Jika dilakukan pegawai, kamu harus punya modal untuk membayar gaji. Gunakan sistem harian untuk usaha kamu. Berikan bonus untuk setiap penjualan jagung diluar target yang harus dicapai. Semisal, pegawai kamu harus menjual minimal 50 buah jagung perhari, jika lebih masukan bonus untuk tiapnya. Ini dilakukan untuk mengurangi kerugian kamu atau kamu bisa menutupi biaya belanja modal harian kamu.

Penjual bisa berjualan berkeliling dari satu komplek ke komplek lain. Hindari untuk menetap pada satu komplek itu- itu saja. Penjual jagung bisa berkeliling kompleks atau mangkal di tempat strategis. Bila tempat mangkal menetap, harus dipikirkan biaya mangkal atau biaya hubungan sosial. Pemilik perlu melakukan satu survei di tempat berjualan untuk lebih paham akan bisnis yang dilakukan. Bila perlu, pemilik melakukan penjualan untuk satu hari dan tahu persis penjualan tersebut.

Penjual jagung bakar menjual jagung bakar seharga Rp 8.000 sampai Rp 11.000 per satu jagung. Penjual jagung harus bisa melakukan penjualan jagung paling sedikit 40 jagung. Dari penjualan 40 jagung tersebut, omzet minimumnya bisa sekitar Rp 400.000 per hari (atau bisa menjadi Rp 12 juta sebulan). Keuntungan yang diperoleh pemilik atas penjualan jagung tersebut sekitar Rp 3.000 sampai Rp 6.000 per jagung tergantung harga penjualan jagung.

Besar keuntungan yang diperoleh masih tergantung jumlah yang terjual. Pada sisi lain, kebersihan atas gerobak dan peralatan serta jagung yang dijual merupakan faktor penting pula. Dengan demikian, kamu sebagai pemilik atau penjual perlu memeriksa kebersihan sebelum berangkat menjual atau menjajakan jagung bakar.

Salah satu risiko yang akan dihadapi pengusaha jagung bakar, antara lain, kualitas jagung yang diperoleh tidak sesuai. Atau, jagung yang didapat di pasar bukan jagung bonanza yang manis, tetapi jagung yang biasa rasanya sehingga tidak memuaskan konsumen. Akibatnya, konsumen tidak datang kembali untuk membeli. Ketidakdatangan konsumen mengakibatkan penjualan atau pendapatan menurun sehingga akan menimbulkan kemungkinan kerugian.

Risiko lain, tidak adanya konsumen yang membeli jagung bakar karena konsumen tidak tahu ada penjual jagung bakar dan lokasi penjualan. Informasi penjualan jagung bakar sangat perlu dilakukan oleh penjual. Tempat yang strategis menjadi pilihan yang harus dlakukan oleh penjual agar konsumen datang. Risiko lain, yaitu cara pelayanan, penjual jagung bakar melayani konsumen tidak sesuai dengan harapan konsumen. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan penjual jagung bakar, yaitu cara penjual melayani konsumen.

Rasa hormat dan sikap santun kepada pembeli jagung bakar sangat diperlukan agar pembeli mau datang berulang kali.

(Adler Haymans Manurung, pakar investasi dan keuangan)

Sumber: Kompas.com

Artikel Terbaru Kami