Senin, 14 April 2014

Le Monde Perlengkapan Bayi Indonesia Mutu Dunia


Profil Zaskiah Ambadar

 
Berbekal sebuah mesin jait dan uang senilai Rp.900.000, di tahun 1980, Zaskiah Ambadar bersama kedua adiknya membangun bisnis impian mereka. Mereka mendirikan PT. Lembanindo Tirta Anugrah, perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan perlengkapan bayi dan ibu, merek dagangnya Le Monde. Nama yang diambil dari bahasa Prancis yang berart dunia. Perusahaan keluarga yang dijalankan oleh Zaskiah Ambadar (Jackie Ambadar) memliki aset senilai Rp.13 miliar dengan omzet Rp.3 miliar per- bulan.

Pelajaran bisnis


Pada saat perlengkapan bayi dan ibu tak banyak dilirik banyak orang. Produk asing, seperti Baby Care, telah begitu populernya dan menguasai pasar seolah sendiri. Baby Care memang produk yang terintegrasi dengan baik ditambah kualitas produk terjamin. Tak mau kalah, Le Monde membidik pasar kelas menengah atas, menggunakan bahan berkualitas internasional. 

Jackie mempunya keyakinan kuat akan bisnisnya inilah yang menjadi rujukan baginya untuk terus maju. Pasar yang masih luas memberikan ruang bagi produk Le Monde menjadi pionir dalam industri perlengkapan bayi. Keyakinan akan usaha yang digeluti saat ini, menurut Jeckie, berkat nasihat dari sang ayah yang selalu menanamkan nilai- nilai untuk berani tampil beda dan bisa menjadi lebih baik dibandingkan orang lain. "Be Different Be Better," begitulah moto yang ditanamkan ayahnya.

Menurut sang ayah apa yang dilakukan sekarang janglah karena ikut- ikutan. Ia harus mempunya prinsip sendiri. Lalu pelajaran lain seperti keberanian untuk mengambil resiko jadi energi tersendiri. Jackie menjadi sosok yang pantang menyerah untuk mencoba sesuatu yang diyakini. Sementara sang ibu, ia mewariskan nilai ketegasan, komitmen, dan dedikasi tinggi. Hal inilah yang menurut Jackie menjadi modal kuat untuk bisnis yang sedang dikembangkannya.

Sejak kecil memang pendidikan kewirausahaan itu begitu kental. Kedua orang tuanya pula yang menekankan bahwa bisnis tidak boleh mengikuti trend. Karena jika memasuki bisnis yang jadi trend maka persaingan itu bisa begitu ketat. Bukan karena takut, tap Jackie diajari bagaimana berstrategi berbisnis bisa bertahan untuk jangka waktu lama. Itulah mengapa ia telah matang secara mental. Indonesia memang membutuhkan banyak pengusaha.

Bisnis sukses


Saat ini, perusahaan perlengkapan bayi ini telah memiliki 10 outlet yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bogor, dan Malang. Selain memiliki banyak outlet, di tahun 2001, Le Monde menawarkan konsep waralaba atau franchise. Jackie mampu melihat bahwa produk yang dijual di pasaran tidak lah lengkap. Menangkap rona wajah pembeli yang kecewa, ia pun selalu menawarkan satu paket lengkap. "Karenanya ketika Le Monde bisa menyajikan display secara lengkap banyak pengunjung senang," katanya.

Bicara pengalaman pertama menjual produknya, Le Monde tidak mengalam kesulitan. Produk pertama yang dijual ialah satu perlengkapan tidur lengkap di Pasaraya. Hanya dalam satu jam pertama pembukaan produk Le Monde telah habis diborong seorang istri penjabat. Bahkan, Jackie kena tegur karena tidak membawa stok atau cadangan. Tak puas hanya menjual produknya di Pasaraya, Jackie Ambadar selaku Managing Director PT. Lembanindo Tirta Anugrah, kemudian melebarkan sayapnya di pasar Melawai.

"Berani mengambil risiko dan mau bertanggung jawab terhadap setiap keputusan bisnis yang telah dipikirkan secara matang-matang akan menjadi kunci kesuksesan suatu usaha," tegasnya.

Permintaan dari sana ternyata cukup tinggi hingga perusahaan kualahan. Tak mau lagi mengecewakan, Jackie membuka satu pabrik baru  di Ciawi, Bogor. Bersamaan dengan itu, pada tahun 1984 Le Monde juga membuka Kantor Pemasaran di kawasan Jl Radio Dalam Raya No. 88, Jakarta Selatan. Pembukaan outlet di Jl Radio Dalam. Ini dimaksudkan untuk merealisasikan toko sendiri, menjaga cash flow karena department store melakukan pembayaran yang relatif lama yaitu 45 hari, padahal Le Monde harus membayar pada supplier atau penyedia bahan-bahan produksi dengan jangka waktu 20 hari.

Hal lain yang menjadi dasar ialah komitmen akan pelanggan. Untuk itu pula lah, Le Monde mendirikan 100 counter yang tersebar di pusat perbelanjaan ternama dan tujuh gerai di beberapa kota besar di Indonesia. "Pertumbuhan bisnis per- tahun mencapai 30-50 persen dan rata-rata keuntungan bertumbuh 10-20 persen setahun.” kata alumni Jurusan Sosiologi Universitas Indonesia ini. Le Monde fokus membidik pasar kalangan kelas menengah atas dengan kualitas bahan baku bersertifikat internasional.

Le Monde juga sukses merambah pasar luar negeri. Saat ini produknya telah dikirim ke Australia, Singapura, Malaysia dan negara- negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pada saat itu bisnis perlengkapan bayi masih kurang dilirik jadilah pasar itu dikuasai produk asing. Baby Care menjadi penguasa pasaran untuk produk perelengkapan bayi dimana telah terintegrasikan dengan baik. Jackie kala itu sangat yakin bahwa produknya akan mudah masuk pasar.

Ilmu bisnis


Kayakinan untuk menggeluti bisnis yang saat ini berjalan, menurut Jackie, berkat nasihat sang ayah yang selalu menanamkan nilai- nilai untuk berani tampil beda. Ia harus lebih baik dibandingkan dengan orang lain. "
Be Different and Be Better," menjadi moto yang ditanamkan sang ayah sejak kecil. Menurut ayahnya jika melakukan sesuatu janganlah ikut- ikutan dan tidak punya prinsip sendiri. Ia juga menekankan keberanian untuk mengambil resiko.

Sementara itu nilai- nilai yang diwariskan sang ibu ialah ketegasan, komitmen, dan dedikasi yang tinggi dalam melakukan suatu pekerjaan. Hal inilah menurut Jackie yang akan menjadi modal kuat bagi dia dan saudara-saudaranya dalam mengelola dan mengembangkan usaha yang digelutinya kini. Sejak kecil mereka telah diajari prinsip kewirausahaan jadilah mental berusaha itu ada. Tak mudah menyerah menjadi senjata andalan Jackie menembus pasar internasional sementara bisnis ini sendiri datang karena tak mengikuti trend yang ada.

Menyikapi tingkat pengangguran yang tinggi di Indonesia ia berpendapat hal itu terjadi karena minimnya jiwa kewirausahaan di sebagian besar masyarakat Indonesia. Saat ini tingkat pengangguran di Indonesia masih sangat besar terutama sejak krisis ekonomi 1997 yang berjumlah kira-kira 40 juta. Setiap tahun sekitar 2 juta tenaga kerja baru bertambah. Kebanyakan adalah pencari kerja dan bukan manusia yang mempunyai kesadaran untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Menurutnya masyarakat Indonesia harus mengubah pola pikir yang ada dari seorang pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Jika dari 100 angkatan kerja 10 persennya berani menjadi wiraswata yang rata-rata merekrut 10 orang tenaga kerja, hal ini akan membuka 100 lapangan pekerjaan baru. Dengan jiwa wirausaha maka akan membuka kesempatan kerja yang akan dapat menghidupi diri sendiri dan menolong orang lain. Banyak orang berpikir bisnis butuh modal besar tapi anggapan itu salah.

Memang bisnis itu selalu mengeluarkan modal tapi yang utama adalah modal keberanian. Pada mulanya Zakiah Ambadar bersama teman kuliahnya, Miranty Abidin mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Bina Karsa Mandiri. Yayasan ini berfungsi untuk melakukan training kewirausahaan. Jackie -begitu Zakiah biasa dipanggil- mempunyai keinginan kuat agar lembaga yang didirikan bersama sahabatnya ini bisa menularkan pengalaman yang dimilikinya.

Sasaran utama dari lembaga ini adalah generasi muda yang ingin menggali potensi jiwa usaha. Yayasan Bina Karsa Mandiri telah menerbitkan 10 buku atau lebih. Setiap peluncuran buku barunya akan selalu diikuti diskusi bedah buku yang mengundang para generasi muda. Buku-buku tersebut pada umumnya berisi tentang perjalanan para pengusaha ketika memulai usaha dengan menangkap peluang yang ada. Dua buku dari sepuluh buku yang cukup laris berjudul Selalu Ada Peluang dan Usaha Yang Cocok Untuk Anda.

Info waralaba

Brand: Le Monde Baby’s World
Perusahaan: PT Lembanindo Tirta Anugrah
Bidang Bisnis: Toko Perlengkapan Bayi
Konsep Bisnis: Kemitraan
Kisaran Investasi: Rp. 400jt-1M
Alamat: Jl.Radio Dalam Raya No.50 Lt.2 Kebayoran Baru
Telepon: 021-7207622

Artikel Terbaru Kami