Jumat, 11 April 2014

Kuliah Sambil Usaha Kenapa Tidak Bisa


Kampus menjadi tempat bagi kamu sibuk dengan ujian. Kamu mengais uang mencoba bertahan di minggu- minggu akhir bulan. Bayangkan diri kamu makan- makanan instan, dan sibuk tenggelam disela- sela rak buku, memulai sebuah perusahaan atau usaha sudah pasti tidak terbayangkan sedikitpun oleh kamu atau mahasiwa manapun.

Dikutip dari entrepreneur.com, Jessica Ekstrom telah memulai bisnisnya disaat masih sibuk di kampus, bisnis bernama headbandsofhope.org. Memulai bisnis dari kampus, kenapa kamu harus bilang tidak untuk jadi sukses lebih awal. Alasan untuk tidak memulai bisnis saat masih sekolah karena kesibukan kuliah, menjadi omong kosong. Kamu akan selalu menemukan kata yang sama, tak ada waktu untuk memulai hal baru.

Dalam hidup kamu akan selalu ada kata "sekarang bukan waktu yang tepat". Jessica berbisnis bando atau hiasan rambut untuk si kecil, dan setiap pembelian akan didonasikan untuk kangker anak. Cara penjualan yang baik, sekaligus mengingatkan kita bahwa mahkota itu berharga. Bisnis ini lebih baik daripada bisnis lain yang mengandalkan produk tidak jelas.

Perlu diingat, dia bukanlah seorang pengusaha sejak semula, hanya seorang mahasiswi sebuah universitas.

Untuk kalian yang memilih menyelam atau tidak, berikut alasan kenapa kamu harus memulai bisnis saat ini juga. Alasan yang sama dan ditulis ulang oleh Jessica, berikut adalah alasannya memulai bisnis:

1. Kamu punya sumber modal. Ketika memulai Head Bands of Hope, ia tak memiliki modal khusus tentang kewirausahaan, dari pengetahuan sederhana soal marketing atapun soal membuat produk. Ia pun sadar akan satu hal: bahwa dirinya dikelilingi orang- orang hebat. Ketika kamu di kampus, profesor di kampus kamu pasti punya sesuatu tentang pengetahuan. Konsultasi pertama Jessica membawa langkah pertamanya memulai sebuah bisnis kecil.

2. Membangun jaringan dan suport. Apapun yang kamu lakukan disekitar kamu adalah mereka yang sama dengan kamu, mahasiwa. Bagi mereka apapun itu jika menyangkut tentang menjadi sukses, bersama- sama kenapa tidak bisa? Bagi Jessica siapapun kamu dan mereka, membangun sebuah koneksi, bertujun untuk sebuah kesuksesan atau melakukan sesuatu.

Pasar pertama Head Bands of Hope ialah mereka yang ada di kampus, kemudian ceritanya mengalir dari mulut ke mulut,  dari teman ke keluarga. Tujuannya adalah menciptakan efek ripple, mengalir dan tersebar luas. Sebagai tambahan, menurutnya, mereka yang dikampus mengenal sosial media dan mencari sesuatu yang dianggap menarik, ini menjadi fondasi kamu dalam berbisnis.

3. Menjadi egois bisa diterima. Kenyataan kamu punya tanggunga jawab di kampus. Tapi, kamu memiliki sebuah tanggung jawab lebih besar setelag lulus dan di dunia nyata. Apa yang kamu punya sebagai anak kuliahan? Adalah sifat egois tentang mengerjakan tanggung jawab kamu lebih dahulu. Kamu memiliki semua modal lalu mulai investasikan, persiapkan jiwa dan hati, lalu masuki dunia yang kamu inginkan. Bisnis bukanlah apa yang kamu khawatirkan daripada nilai ujian kamu, lakukan tahap awal tak ada salahnya jika gagal, lanjutkan jika sukses besar.

4. Kamu punya reputasi untuk menangkis. Jika jaman sekarang anak muda identik dengan obsesi kepada sosial media, malas, tak tau tentang kerja keras, bisa jadi bermanfaat. Tanggapan miring ini bisa jadi senjata ketika kamu tau itu bukanlah kamu, diri kamu adalah pengusaha. Kamu akan disorot kamera ketika sukses itu nyata, bayangkan kamu adalah seorang pengusaha muda ketika teman kamu sibuk bersosial media selain hidup di kampusnya.

Kamu berbeda, Jessica membuktikan sebuah bisnis bisa begitu efektif dalam marketing di jaman sekarang. Menjadi pengusaha muda itu ada untungnya dijaman yang identik dengan tanggapan miring.

5. Tak masalah jika gagal. Ia menyukai masa- masa kuliah ketika melakukan segala sesuatu diluar kotak. Kamu tak perlu takur gagal terangnya lebih lanjut. Jika saya merasa terlalu nyaman dan tak merasakan rasa ditolak, artinya saya tidak berusaha menarik diri saya cukup keras, jelasnya. Jika kamu gagal, kamu bisa jadi seorang mahasiwa kembali. Tapi, jika kamu telah masuki dunia kerja, tak ada jalan kembali.

Yang terbaik dari semuanya adalah tentang pengalaman, satahun atau dua atau mungkin empat dan lima tahun lebih pengalaman daripada mereka yang tidak memulai sama sekali.

Artikel Terbaru Kami