Minggu, 06 April 2014

Keripik Sukun Bisa Jadi Bisnis Untung?

 
Kisah sukses kali ini masih dengan bisnis sederhana tapi menguntungkan. Seorang pengusaha keripik sukun asal Manggar, Belitung, yang telah merintis usahanya sejak 1996. Bukan produk revolusioner namun masih menjadi favorit berbagai kalangan. Gurih, renyah dan rasa gurihnya tak pernah membosankan. Alasan inilah yang membuat Hasnah untuk memilih bisa sederhana ini.

Hasnah bisa mencapai nilai omzet hingga Rp.50 juta per- bulan. Menurutnya meski pasokan tak banyak, tapi jumlah sukun selalu stabil. Ia juga berinovasi sedikit dengan keripik jenis biasa, keripik sukun jenis lebar, dan keripik jenis stik. Dalam pembuatannya, adapun variasi terletak pada umur buahnya, jadi untuk keripik stik dan biasa menggunakan buah yang tua. Untuk yang jenis lebar, Hasnah menggunakan buah sukun yang masih muda.

"Bagian dalam buahnya dijadikan bahan pembuatan stik sedangkan bagian luar dijadikan bahan pembuatan kripik jenis biasa", jelasnya. Saat ini Hasnah hanya dapat membuat 500 bungkus per- harinya. Produk yang diberinya nama Nuansa Baru dipatok dengan harga Rp.15.000- Rp.20.000 per- bungkus. Sayangnya ia hanya sanggu memasarkan produknya di sekitar daerah Bangka dan Belitung saja. Karena pasokan buahnya tergantung dengan musim dan tidak rutin.

Ia hanya mampu memasarkan produknya disekitar daerah itu- itu saja. Jika saja masalah bahan utama bisa diatasi Hasnah berniat mengembangkan usahanya. Apalagi produk olahan buah sukun ini punya daya tahan tinggi yaitu tiga bulan tanpa bahan pengawet. Begitulah hidup Hasnah dan bisnisnya bila saja ada usaha pasti akan ada jalan. Usaha cemilan biasa yang belum diberdayakan betul tapi menghasilkan Rp.50 juta.

Jika kamu lebih kreatif kenapa tidak membuatnya? Membuat berbagai varian, namun pastikan jumlah bahan utama itu selalu ada.

Artikel Terbaru Kami