Rabu, 23 April 2014

Jualan Sandal Bisa Jadi Jutawan


Profil Madison Robinson

  
Ide itu datang ketika pengusaha satu ini masih berumur 8 tahun. Madison Robinson, gadis 15 tahun kelahiran Galveston Island, Texas, tak menyangka akan menjadi jutawan diusianya yang masih muda. Dia selalu menyukai Flip- Flops atau sandal, melukis dan laut, mencoba menciptakan suatu inovasi. Maddie begitu sapaan gadis cantik ini, mencoba bagaimana menggabungkan semuanya. Ia lalu menciptakan Fish Flops, gabungan antara lautan beserta ikan- ikannya dan sandal Flip- Flops.

Mungkin beberapa orang menyebutnya sebuah mendesain ulang. Kata Maddie "sang penemu Fish Flops" memang berlebihan tapi inilah bisnis, dimana action lebih penting dari sekedar memikirkan bagaimana ide anda. Bisnis bukan tentang seberapa cemerlang ide tapi bagaimana eksekusinya. Kembali ke Maddie, bukan perkara mudah karena niat awalnya hanya untuk lokal, tapi terima kasih untuk Twitter, Fish Flops telah menarik perhatian seluruh Amerika.

"Ini menarik. Saya tidak berpikir [Fish Flops] akan datang jauh-jauh sejauh ini. Saya pikir mereka akan hanya tinggal di butik, tapi sekarang mereka berada di Nordstrom," terangnya kepada myrealfoxhuston.com. Meddie masih berumur 8 tahun ketika ide Fish Flops muncul.

Dia segara menyambangi ayahnya yang bekerja sebagai pegawai bank. Tak disangka, ayahnya juga pernah mengerjakan hal serupa yaitu mendesain kaos sendiri sebelum menjadi pegawai. Jadilah bakat itu menurun dan tanpa pikir panjang ia pun membantu Maddie kecil. Mendesain kaos memang sepertinya tertanam dalam benaknya. Ia terinspirasi melakukan hal serupa, tapi menaruh ikan dalam sandal adalah ide pribadi Maddie.

Ia pun segera membuat sandal lukisnya itu, kemudian menamainya Fish Flops seketika. Dan Robinson, sang ayah, benar- benar takjub atas ide anaknya ini. Ia bahkan menyempatkan diri membeli domain khusus untuk toko onlin, fishflops.com, segera setelah melihat pekerjaan Maddie.  Gadis kecil ini pun segera meminta sang ayah untuk secara khusus membantu produk buatannya terjual. Beberapa bulan berlalu setelah kejadian tersebut tak ada perkembangan apapun.

Action bisnis


Dan Robinson sempat berpikir untuk tidak melanjutkan lagi. Namun, gadis kecilnya mendatanginya suatu hari lalu bertanya tentang kemajuan bisnisnya setelah beberapa bulan. Itu adalah keajaiban bagaimana seorang gadi 8 tahun bisa begitu bertekat atas satu hal. Ia pun memilih melanjutkan bisnis tersebut, mencoba untuk membantu lebih dalam lagi. Maddie terlihat bersemangat bahkan telah menyiapkan beberapa desain lain.

Secara khusus, Dan merasa tertarik akan kreatifitas anaknya dan berpikir ini akan menjadi sebuah sumber pendapatan ekstra untuk Maddie. Butuh beberapa tahun hingga mencapai kesuksesan besar sekarang. Dan secara khusus bersama putrinya mengasah kemampuan bisnis. Di sisi lain. Maddie mulai mengembangkan ide- idenya dan tak patah arah berkat dukungan seluruh keluarga. Keduanya bersama membangun sebuah perusahaan kecil.

Hingga di 2011, Dan dan Madison Robinson menerima kesempatan memamerkan produk Fish Flops di sebuah pameran. Setelah pameran selesai setidaknya ada 30 pesanan produk Fish Flops. Ini jadi pesanan besar karena datang dari beberapa toko retailer yang tertarik. Mereka tertarik untuk bekerja sama secara serius. Dimulailah satu produksi besar yang dipesan oleh toko- toko di luar Galveston, menjadi pengiriman antar wilayah pertama kali di Mei 2011.

Melompat jauh beberapa tahun kemudian Fish Flops telah berhasil menjual $1 juta dalam penjualan retail. Maddison mengatakan mereka melakukan hal khusus agar penjualan bisa meluar. Mereka memastikan agar produk kustom atau bisa dipesan oleh berbagai retailer di seluruh Amerika. Produknya telah masuk ke 30 toko retailer besar seperti Nordstrom dan Mancy's. Dan ketika ayahnya menjalankan pekerjaan baru yaitu sebagai CEO atau pelaksana bisnis, Maddie sibuk mendesain Fish Flops baru.

Ia bahkan menambahkan satu desain unik; Fish Flops dengan lampu LED.

"Pada tahun 2006, saya punya ide untuk membuat sandal jepit yang menunjukkan cinta saya untuk berenang, memancing dan menggambar," sebuah tulisan di setiap produk Fish Flops milikya. Setiap pasang memiliki pesan tersebut agar pembeli terinsiparsi, "Saya harap Anda memakainya, mencintai mereka dan membaginya dengan teman-teman kamu dan saya berharap mereka membuat kamu tersenyum."tulisnya lagi

Dia membuat semua desain sendiri dan memilih kombinasi warna secara digital, tetapi juga belajar bagaimana untuk pengemasan, pengiriman, penyimpan, mpenetapan harganya, menjelaskan produk di pameran dagang, dan membuat promosi penjualan. Tapi tampaknya dia memiliki bakat tertentu untuk pemasaran melalui media sosial. Khusus untuk Twitter, Madison mampu mengumpulkan banyak perhatian via Twitter ketika Nancy O'Dell dari Entertainment Tonight menemukan salah satu tweet-nya.

Ekspansi bisnis


Dia mengakui belajar banyak dari berbisnis seperti public speaking, terima kasih untuk pengalaman di ekspo serta mempresentasikan produknya di departemen store. Ia juga belajar tentang kesabaran untuk menunggu, yaitu menunggu apakah produknya akan dijual ditempat mereka. Sementara itu ayahnya, Dan juga ikut serta membantu dalam ekspansi melalui berbagai produk baru, seperti kaos, buku (ditulis oleh Maddie), dan terakhir ini sebuah game/app berjudul Fish Flops Virtual World.

Dan masih berpikir merek dagangnya adalah awal dan masih bisa berkembang lagi di masa depan. Meski belum jadi jutawan seutuhnya, biaya kuliah Maddie telah siap. Ini menunjukan bahwa perusahaan masih akan tumbuh bagus. Penjualan retai mencapai $1 juta juga bisa disebut pembukaan untuk masa depan mereka. Total omzet tersebut didapatkan selama dua tahun berbisnis, atau $500.000 satu tahunnya, atau mudahnya (sekitar) 500 juta rupiah satu tahunnya.

Pada tahun 2012 lebih dari 60.000 pasang dijual dengan harga rata-rata $ 20 sepasang untuk total $ 1,2 juta. Dan dan Madison Robinson juga berhasil mendapatkan mereka Fish Flops di rak-rak Nordstrom dan Macys bersama dengan sejumlah pengecer independen. Di tahun 2014, Madison Robinson disebut sebagai salah satu dari 50 pengusaha muda untuk di Follow akun Twitternya versi Incomediary.com

Sumber: Income Diary dan Daily Mail

Artikel Terbaru Kami