Jumat, 11 April 2014

Cara Membuat Produk Paten dan Aman Dijual


Ketika ide itu muncul sejalan pula keraguan akan produk yang dihasilkan. Ada banyak pertimbangan muncul sebelum produk itu dibuat. Bicara tentang keaslian, keamanan, dan apakah produk kamu benar- benar bisa diterima pasar. Ide besar belum tentung menghasilkan sebuah produk. Bagaimana nanti kamu akan menjual produk kamu, langsung atau dilisensikan melalui waralaba, ada proses yang harus dilalui. Memang, beberapa pengusaha melewati beberapa hal, beberapa orang menyukai spontanitas.

Namun, perlu dicermati pula, ada beberapa langkah yang kamu perlu ketahui. Langkah bagaimana lampu ide itu benar- benar menjadi produk berkualitas dan terjaga. Dikutip dari entrepreneur.com, situs tentang ide- ide kreatif wirausahawan menyebut lima langkah. Cukuplah rumit jika dibaca. Kamu harus melewati lima langkah bagiamana merubah ide kamu menjadi produk, berikut langkahnya:

1. Langkah 1: Dokumentasikan


Hanya punya ide akan jadi sia- sia -tidak ada bukti bahwa kamu pemilik ide atas temuan tersebut. Tulis lah semua tentang ide kamu sebelum menjadi produk, mulai dari produk apakah itu dan bagaimana caranya. Ini adalah langkah awal mematenkan produk kamu. Jika perlu tulislah pada selembar dokumen atau mungkin jurnal pastikan kamu memiliki saksi atas dokumentasi tersebut. Dokumen atau jurnal tersebut akan menjadi satu kitab yang diturunkan dari generasi ke generasi bukan hanya omongan.

2. Langkah 2: Teliti dahulu


Kamu perlu mencari tau atau menteliti dari aspek legal hingga bisnisnya. Sebelum dipatenkan, ini dimulai dari:

a. Cari hak cipta atau paten sejenis.


Jika kamu bilang itu temuan kamu bukan berarti tidak ada yang telah mematenkan. Sebelum mematenkan itu secara resmi cobalah kunjungi situs paten seperti dgip.go.id, memastikan tak ada produk lain seperti temuan kamu. 

b. Teliti pasar kamu


Mungkin saudara kamu bilang ide bisnis kamu sangat menakjubkan, tapi apakah tetangga kamu akan beli? Ini bisa jadi masalah serius, di Amerika, lebih dari 95% paten tidak menghasilkan UANG. Daripada sibuk untuk mematenkan produk kamu, lebih baik mulai menjajaki pasar. Beberapa pengusaha sukses melakukan ini, dan ingat ada berbagai jenis paten seperti merek atau produk itu sendiri. 

3. Langkah 3: Buat prototype


Atau buatlah barang contoh terlebih dahulu untuk dikerjakan lagi. Kamu akan memastikan produk tersebut siap dipasarkan, caranya tarus semua di catatan ke dunia nyaata. Bagaimana jika gagal? Kamu pastilah akan menemukan kegagalan pada produk baru, beberapa pengusaha mengulang hingga puluhan kali. Bahkan untuk seorang Kolonel Sanders harus mengulang prototype miliknya hingga ribuan kali.

4. Langkah 4: Patenkan


Setelah lama berkutat dengan prototype yang disempurnakan. Atau, kamu telah menjual cukup banyak untuk produk baru ini, barulah patenkan. Ada dua jenis paten: paten utilitas (untuk proses atau mesin baru) atau paten desain (untuk manufaktur baru, desain ornamen yang belum ada). Kamu dapat menulis paten kemudian mengisi aplikasi sendiri, tapi jangan mengarsipkannya sendiri sampai kamu benar mendapatkan pengawasan dari orang yang profesional dibidang ini

5. Langkah 5: Buat produknya


Ya, ada beberapa yang telah terlebih dahulu menjual namun dengan patensi hal lain bisa terjadi. Kamu akan lebih luas memasarkan produk kamu tanpa perasaan was- was. Cobalah memilih waralaba atau franchise ketika produk kamu telah dipatenkan. Kamu cukup menjual kesempatan menggunakan produk kamu untuk orang lain berusaha, dan kamu dibayar dari royaltinya. enak kan? Ketika kamu hanya meroyaltikan paten kamu mungkin kamu akan hanya mendapatkan sekitar 2- 5 persen, lain hal berusaha sendiri.

Catatan: sebelum produk kamu dipatenkan anggap apa yang dihasilkan hanyalah prototype. Kita tak pernah tau apakah satu tahun lagi, dua atau lebih, produk kamu akan ditiru. Jadi, kamu harus bersiap ketika bisnis itu sudah moncer dan menghasilkan cukup biaya paten. Untuk Indonesia sendiri, biayanya memang cukup mahal dan ribet, inilah beberapa pengusaha tidak terproteksi baik produknya.

Artikel Terbaru Kami