Minggu, 27 April 2014

Bisnis Andrie Wongso Bisnis Motivasi


Biografi Andrie Wongso


Andrie Wongso, lahir 6 Desember 1954 di kota Malang, Jawa Timur ini, memang dikenal akan tekat dan motivasinya. Ia hidup dalam keterbatasan finansial. Di usia 11 tahun (kelas 6), tempat sekolah mandarin Andrie kecil bersekolah tutup. Jadilah dia bergelar SDTT (Sekolah Dasar Tak Tamat), tapi dari situ pula, Andrie kecil memiliki kesadaran agar selalu termotivasi. Putra ke- 2 dari 3 bersaudara ini telah mengisi hidupnya untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehar- hari.

Ia ikut membantu orang tuanya membuat dan berjualan kue ke toko- toko. Hingga di usia ke 22 tahun, Andrie memutuskan berangkat ke Jakarta demi merubah nasib. Tekat untuk menghadapi apapun di depan dengan berani dan jujur menjadi modalnya. Dari bekerja sabagai salesman lalu menjadi pelayan toko tak membuatnya gentar. Sembari menjadi salesman, Andrie masih sempat mempelajari seni bela diri kungfu sebagai pegangan hidup. Kungfu bukan hanya tentang belajar membela diri tetapi ada filosofi dibaliknya.

Itu mengandung nilai- nilai kedisiplinan, tanggung jawab, komitmen, perjuangan dan termasuk nilai kemauan keras. Nilai- nilai luhur ini akhirnya semakin membentuk jati diri Andrie Wongso, seseorang yang bertekat dan bermotivasi. Selain itu semua ketegaran mereka, orang tua Andrie, dalam menghadapi kemiskinan juga berperan besar membangun karakter dirinya. Sukses itu bisa dicapai siapa saja. Kesempatan pertama dalam hidup dan karir ketika film- filma laga Taiwan begitu digemari.

Hati seorang Andrie muda tergelitik untuk ikut menghiasi layar kaca Indonesia. Dia ingin menjadi salah satu aktornya. Untuk menggapai cita- cita tinggi itu ia mulai menulis lamaran- lamaran ke perusahaan film di Hong Kong.

Memotivasi diri


Sebelum sukses memotivasi kita hidupnya dipenuhi kerja keras, menghadapai masalah demi masalah. Sejak tahun 1978, ia telah banyak mengirim berbagai surat lamaran ke perusahaan film. Sayang, selama tiga bulan, setelah keluar dari pekerjaan tetap tak ada balasan. Ini cukup membuat mental Andrie jatuh karena impian itu tak kunjung datang. Bagi Andrie muda hal itu menjadi tekanan mental luar biasa, namun itu belum bukan yang terakhir. Kala itu ditengah ketidak pastian, salah satu orang tuanya meninggal dunia.

Ini tekanan berat untuknya sekali lagi. Setelah itu Andrie memutuskan pulang ke Malang. Pada tahun 1979 dia kembali ke Jakarta untuk mengadu nasib sekali lagi. Kali ini Andrie menjadi seorang pelayan toko yang hanya melayani pembeli tetapi tidak bisa masuk ke dalam toko, atau setengah kuli. Untuk mengisi waktu luang, ia mendirikan perguruan kungfu bernama Hap Kun Do. Hingga akhirnya uang dari mengajar kungfu itu lebih besar dari gaji pekerjaanya.

Keinginan menjadi aktor kungfu muncul lagi. Andrie tak melewatkan sedetik pun tanpa memikirkan itu. Di akhir perguruan kungfu yang menjanjikan itu ditinggalkannya. Ia mencoba mengejar impian terbesarnya. Dia mulai mengirim surat lamaran ke Hong Kong lagi, hasilnya? Kegagalan harus ditelannya lagi untuk kedua kali. Istilahnya dewi fortuna tak pernah memihaknya. Andrie pun harus memulai dari titik nol kembali karena tidak memiliki pekerjaan. Tiga bulan tanpa pendapatan apa- apa bukanlah hal yang mudah baginya.

Andrie baru menemukan kesuksesan ketika tak berhenti berusaha terus- menerus. Matanya masih melihat ke arah mimpi besarnya yaitu menjadi aktor. Tiga bulan kemudian atau enam bulan tanpa kepastian, buah karma baik mendatanginya. Ia diterima diterima oleh perusahaan Eterna Film Hongkong, dengan kontrak kerja selama 3 tahun. Di tahun 1980, Andrie pertama kalinya melangkahkan kaki ke luar negeri. Setelah melewati masa 3 tahun merasakan suka dukanya bermain film di Taiwan, Andrie tahu, film bukanlah dunianya.

Ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Cara menjadi motivator


Selepas hidup menjadi bintang film kembalilah sang pengelana ke peraduannya. Di sini, di Indonesia, banyak orang yang berbicara buruk, menyebutnya gagal menjadi bintang utama. Tapi, bagi Andrie, kesuksesan itu ada pada mental karena berjuang menggapai cita- citanya. Menandai setiap pristiwa dilalui, ia menuangkan semua dalam kata- kata indah di buku hariannya. Salah seorang teman kos mencontek kata- katanya, dari sana muncul ide, bagaimana jika ia menulis kata- kata itu dalam kartu ucapan.

Tujuan kartu- kartu ini untuk memotivasi orang lain. Dibantu sang kekasih, Haryanti Lenny (sekarang istri), maka di Tahun 1985 lahirlah Harvest. Ini sebuah bisnis kartu ucapan, dan tidak mudah awalnya. Berbagai macam penolakan dan hambatan selalu datang menghampiri dirinya. Memulai dengan penjualan kartu secara keliling dari sebuah kamar kost, usaha tersebut berjalan sukses. Hingga saat ini Harvest telah memiliki beberapa perusahaan pendamping.

Dari bisnis kartu ucapan bernaman Harvest, nama Andrie Wongso lebih dikenal sebagai seorang motivator karena isinya. Sejak tahun 80- an bisnis kartu ucapan Harvest tumbuh menjadi berbagai bisnis. Tahun 1992 bisa jadi sebuah momentum bagi seorang Andrie Wongso. Dia memilih terjun secara total dalam bidang motivasi dari hasil 'pencerahan' yang didapatkannya setelah mempelajari Buddhisme secara lebih mendalam.

Di bidang motivation training, dia lah penggagas sebuah pemikiran filosofis Action and Wisdom Motivation Training. yang bersumber dari ajaran Buddha, yakni hukum tentang pikiran, hukum tentang perubahan dan hukum tentang sebab akibat. Filosofi yang terkenal dari Andrie Wongso adalah "Success is My Right" yang lahir enam tahun yang lalu. Pelatihan yang diberikan tidak terbatas hanya pada kalangan Buddhis, namun sudah merambah ke seluruh lapisan, baik perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta, atlet dan lain- lain.

Kemudian langkah untuk diversifikasi perusahaan pun dilakukan dari hanya menjual kartu ucapan. Mereka merambah ke bidang seperti holografi, perusahaan mainan, pengelola beberapa foodcourt dan untuk menaungi bidang pendidikan dan kepelatihan, Andrie kemudian mendirikan AW motivation training dan AW Publising dan Multimedia yang fenomenal. Ia juga membuka beberapa outlet AW Success Shop yaitu toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi.

Sejak tahun tahun 1989, dia telah menjadi pembicara/motivator intern PT. Harvindo Perkasa (Harvest Fans Club di berbagai kota), dan dari sinilah, kemudian ia sering melakukan training motivasi, tidak hanya untuk Harvindo tapi juga untuk berbagai perusahaan dan instansi. Kini, ia dijuluki sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Lalu, gelarnya ditambah TBS, yang artinya Tapi Bisa Sukses. Inilah cerita sukses sang motivator nomor satu di Indonesia, Andrie Wongso, SDTT, TBS.

Website: andriewongso.com

Sumber: kolom-biografi.blogspot.com

Artikel Terbaru Kami