Senin, 10 Maret 2014

Waralaba Sukses Apa Sih Maksudnya

Tentang Bisnis Waralaba Franchise



Meski telah banyak berguguran, tapi katanya nih bisnis waralaba atau franchise tak kan mati. Mereka para pengusaha menawarkan atau meminta mewaralaba sama- sama kuat permintaan. Kenyataan memang sistem ini mudah tumbuh, lalu ditambah mudahnya operasional. Di Amerika sendiri, konsep franchise masihlah diagandrungi, buktinya banyaknya perusahaan konglomerat berkonsep waralaba.

Di penghujung 2003 saja, jika kamu iseng- iseng datang ke pameran waralaba lokal, maka kamu akan lihat banyak stan waralaba berjejer disana. Bukan soal makanan, tapi beberapa waralaba memilih menawarkan bidang jasa diwaralabakan. Salah satunya MultiPlus, sebuah merek dagang yang menawarkan berbagai jasa, bisnis satu paket kerja. Ada jasa pengiriman, warnet, fotokopi, wartel dan lain- lain. Kebanyakan produknya berhubungan jasa digital.

Prinsip kerjanya dinilai bagus, dan memang sedang tumbuh. Untuk waralaba lain, yang sudah terkenal, sebut saja Indomaret punya kesempatan besar buat kamu orang baru.  Alasan utamanya karena menguasai pasar mini market (satu pesaing), merek Indomaret juga telah dikenal baik dari iklan atau dilapangan, beda dengan MultiPlus ini. Ricky Irawan memiliki pengalaman dengan Indomaret. Ia mengaku sekedar mengikuti jejak temannya yang sudah lebih dulu sukses.

"Teman saya cerita betapa enaknya menjadi franchisee Indomaret. Semuanya sudah diatur secara profesional. Tidak perlu capek mengurusi tetek bengek operasional," terusnya.

Temannya diberi pilihan menyediakan karyawan sendiri. Namun, waralaba Indomaret tetap memberikan standar dipenuhi. Kamu tak perlu repot soal teknisnya, cukup hitung biaya saja.

"Serahkan samua pada Indomaret," ucap Ricky lanjut.

Lain hal Andrew Mulianto, dia masih gamang memilih mewaralaba. Temannya sudah duluan sukses bermodal waralaba kuliner. Tidak hanya pasti laris tapi juga tinggal masak. Ia bercerita lebih lanjut bahwa gerai sang teman hanya bertahan 6 bulan saja. Temanya ikutan waralaba Bakmi Japos yang dijualnya di kawasan kota Bandung. Apa sebabnya gagal? Tentu kembali ke pribadi masing- masing, ada pula konsep waralaba  terlalu dipaksakan.

Sudah terlalu banyak saingan meski beda merek. Ada pula terlalu menjamur outlet nya di satu tempat seperti hal waralaba Apotek K24. Setelah mencari-cari, tahun lalu Andrew memutuskan membeli hak waralaba TX Travel. "Saya tertarik membeli franchise ini karena pemiliknya. Dari beberapa pameran waralaba, konsep dan pemikiran pemilik TX Travel berbeda," ujar mantan karyawan perusahaan farmasi ini. Selain itu, Andrew menilai, untuk bisnis travel, pasarnya masih sangat menjanjikan.

Terbukti, tiap bulan TX Travel meraup omset sekitar Rp 200 juta.

Menurut Robert Bond, CEO dari World Franchising Network (WFN), ada lima aspek perusahaan waralaba yang kuat: jumlah lokasi (semakin banyak semakin bagus), rata- rata kegagalan (jumlah penutupan oulate tiga tahun fiskal terakhir dilaporkan dibagi jumlah total lokasi yang ada), pertumbuhan outlet dalam tiga tahun, dan jumlah jam pelatihan sebagai persentase dari biaya startup (yang lebih banyak dukungan dari kantor rumah, semakin baik). 

Sumber: SWA dan Forbes.com

Artikel Terbaru Kami