Rabu, 05 Maret 2014

Sekilas Info Tentang Kolam Pemancingan

Artikel Bisnis Soal Pemancingan



Apapun bisa terjadi asal selalu bekerja keras dan fokus akan tujuan kamu. Seperti bisnis satu ini bila ditekuni niscaya bisa jadi untung bukan buntung.

Kita akan berbicara bisnis pemancingan, apakah masih berpotensi? Pada dasarnya kembali ke kreatifitasan kamu dalam memasarkan produk itu. Jika berbicara produk, apa produk dari pemancingan ikan? Apakah jasa, kami rasa ini tidak ada hubunganya sama jasa, toh jika si pemancing pulang tak dapat apa- apa, apa mereka akan kembali. Disinilah kembali perlu kejelian memulai berbisnis karena bisnis satu ini gampang- gampang sulit.

Pengunjung memancing di kolam pancing apanya yang enak. Mereka enak karena bisa memancing secara mudah, mudah dapat dan mudah caranya. Para pemula tak perlu repot capek- capek menyiapkan tenaga, jauh berbeda jika memancing di sungai. Para pemilik kolam menyediakan ikannya dalam keadaan lapar agar mudah dipancing. Tapi kamu tidak boleh membiarkan mereka mati kurus dan kelaparan. Pastikan waktu agar bisa sesuai.

Jika melihat dari prospek bisnisnya kolam pemancingan bisa jadi bisnis menggiurkan. Pengelolaan yang baik ditambah sedikitinya persaingan bisa jadi alasan. Siapa sih mau tanahnya dijadikan empang kata mereka orang tinggal di Jakarta. Dengen sedikit inovasi dan kreatifitas sekali lagi, bisnis ini bisa diutak- atik jadi bisnis serba usaha. Penggermanya pun beragam tak melulu orang tua, anak- anak saja, bahkan wanita bisa saja ikut menikmati.

Ini bukan memancing di tempat terbuka kita tau kapan kailnya akan dimakan. Semua orang bisa memancing di kolam bukan. Usahnya bisa saja tanah milik sendiri atau dengan sedikit kerja sama. Bisa saja pemilik lahan akan rela menyewakan tanahnya diubah jadi kolam. Tentu ini akan menambah modal kamu lagi. Kita bisa saja langsung membeli kolam jadi ataupun kalau tidak kita bisa membuat kolam terlebih dahulu.

Setelah ada beberapa kolam maka kita bisa mengisi bibit ikan antara lain ikan mas, bawal, gurame, patin ataupun nila.  Jika kita ingin cepat memulai maka masukkan saja ikan yang mampu menarik minat banyak konsumen. Kita bisa saja menyatukan usaha kita dengan rumah makan. Kamu cukup mangajak kerja sama lain, kamu jadi pemilik tanah sumber ikan, sedangkan orang lain membuka rumah makannya diatas tanah kamu.

Tarif pembayaran bisa dihitung dari berat ikan diperoleh saat memancing atau bisa juga tarif dihitung dengan tarif kolam harian. Misalnya jika menerapkan tarif hasil ikan diperoleh, Tombro harga per- kilogramnya bisa Rp 23.000, Nila Rp 21.000 dan Lele Rp 16.000 per kilogram. Dan,, jika menerapkan tarif kolam bersifat sewa harian yaitu pemancing hanya bayar tiket berkisar Rp 15.000 – Rp 50.000 berapa pun banyaknya ikan bisa dibawa.

Artikel Terbaru Kami