Jumat, 07 Maret 2014

Kota New York di Mata Fotografer Blogger

Profil Pengusaha Brandon Stanton



Sebenarnya dia bukanlah siapa- siapa, hanya seorang pegawai di firma trading. Dia adalah seorang bond- trader (jual beli surat hutang) di Gambit Trading LLC, Chicago. Brandon Stanton bekerja di firma tersebut selama dua tahun sejak 2008. Tepat, pada Juli 2010, ia resmi mengaggur tak lagi dipekerjakan di sana. Lahir 1 Maret 1984, namanya mulai dikenal bukan sebagai pegawai firma. Dia dikenal karena memilih untuk hidup sangat bebas berkeliling seluruh penjuru kota New York.

Pria yang lahir dan tumbuh di Marietta, Georgia, atau tepatnya di kawasan sub- urban Atlanta, bersama seorang saudara laki- laki, Ryan Stanton. Menyelesaikan pendidikan di The Walker School pada 2002, lalu ia masuk University of Georgia, mengambil jurusan sejarah. Dalam sebuah interview siapa sosok yang bisa menjadi panutan seorang Stanton; adalah sosok sang profesor sejarah Inggris. Dia, Kirk Willis, yang sukses mengajarkan cara bercerita secara storytelling.

Di awal 2010, selepas dari perusahaan tempatnya bekerja, hidup tampak lebih berbeda baginya. Kala itu ia memutuskan membawa kemanapun langkahnya bersama kamera Canon EOS 7D. Meski Stanton tidaklah secara formal belajar tentang cara memotret. Dia tetap memotret apapun belajar secara otodidak. Mengisi waktu, Stanton mengambil gambarnya sendiri di daerah pinggiran kota Chicago.

"Kebebasan untuk mengontrol waktu saya sendiri dan karya saya sendiri sangat memuaskan," ujarnya.

Apa itu passion


Sekarang memasuki bulan Juli 2010, tidak memiliki pekerjaan tidak membuatnya langsung mencari. Dia memilih menekuni hobi telah lama hilang. Sebuah tiket perjalanan dari American Cities dibelinya, kemudian jadilah sebuah perjalanan panjang dari kota  New Orleans, Pittsburgh, dan kemudian ke Philadelphia. Ini kesempatan baginya berinteraksi secara normal; membuatnya bersyukur. Stanton bersyukur memilih berlibur sekaligus lebih dalam melihat dirinya sendiri.

Perjalanan menyenangkan tak lagi dibatasi oleh sibuknya pekerjaan. Tumbuh dari sekedar iseng memotret sesuatu tentang kota dikunjungi. Stanton lantas mulai sibuk memfoto- foto secara candid ( atau sembunyi- sembunyi, tanpa permisi) setiap objek menarik saja. Objeknya lalu berubah lagi, dari keadaan kota, ia mulai memilih manusia di sekitarnya. Dari secara sembunyi- sembunyi, Stanton menggunakan metode lain. Dia juga mendekati objek fotonya; meminta mereka difoto secara spontan.

Objek ini akan bergerak sesuai perasaan mereka bukan atas perintah Stanton. Ia kemudian mengupload foto- fotonya ke Facebook. Telah jadi bagian perjalanannya berwisata, akhirnya tibalah ia bersama kamera Canon di kota New York. Di kota inilah, Stanton memilih menetap dari Agustus 2010, tinggal beberapa waktu mendalami cara fotonya terbaru. Dia biasa memotret setiap hari selama dua atau tiga jam dan semakin giat ketika matahari akan terbenam, yang disebutnya saat terbaik.

Dia terus menyusuri jalan hingga menuju West Coast, dan setiap sisi ini benar menggagumkan. Mengikuti kesesuaian gaya memotretnya yang unik. Setiap orang siapapun menurutnya menarik akan diajaknya difoto. Kemudian kembali ke laman Facebook, Stanton menguploadnya ke sana, siapa sangka tanggapannya sangat menarik.

Cara blogger


"Ketika saya pertama kali memulai, itu adalah murni obsesi, tapi sekarang ini adalah masalah disiplin. Ini semacam seperti lari jarak jauh. Anda harus berlatih setiap hari. Jika Anda mengambil beberapa hari libur, sulit untuk kembali ke luar sana," jelasanya, inilah cara terbaik untuk belajar foto bagi Stanton.

Jalan di New York benar sesuai akan gayanya, teruslah ia terus memotret setiap objek di New York. Dia memotret manusia, mereka yang hidup di kota tersebut hingga beberapa mil langkah. Berawal cuma satu foto menjadi satu album penuh dan dibagikannya kepada teman- teman di sosial media. Kala itu ia membagikan foto- fotonya melalui album berjudul "Human of New York". Album khusus yang ada di profil Facebooknya semakin mendapatkan sambutan positif.

Dia ingat betul kata- kata mereka yang mengagumi, "terima kasih telah meyakinkan ibu saya, tidak apa- apa jika kita tinggal disini."

Sejalan waktu, album fotonya jadi Human of New York II, disusul Human of New York III. Sejak saat itu pula, Stanton punya ambisi baru yaitu membuat 10.000 foto jalananan hingga bisa menciptakan satu peta interaktif, menciptakan konsesus secara fotografik apa itu New York. Dia bahkan rela tinggal menetap di sana, di New York, cuma untuk mencapai tujuan barunya itu. Dari profil Facebook, Stanton beralih ke Blog Tumblr bernama humanofnewyork.com.

Dan ia memindah semua album ke fans page tepat di November 2010. Jadilah seorang mantan trader menjadi blogger sekaligus fotografer jalanan. Di awal tahun hanya ada foto- foto tanpa kata- kata. Blognya berubah drastis ketika Stanton mulai menulis blognya. Dia aktif berbicara tentang objek fotonya, menulis beberapa kata di setiap post. Sejalan waktu, blog Tumblr itu semakin tumbuh jadilah ia mempekerjakan dua orang relawan sebagai asisten.

Kini, mereka terfokus pada blog dan fans page. Di tahun yang sama profilnya masuk majalah Vogue. Pada Mei 2013, ia diberi sebuah kehormatan mengambil foto pegawai Facebook di markasnya, New York. Tepat hingga Oktober 2013, blog miliknya telah memposting hampir 6.000 foto, dan juga 1,6 juta pengikut di fans page dan 4.000 pengikut di Tumblr. Buku pertamanya berjudul sama "Human of New York", diluncurkan pada 15 Oktober 2013.

Hasilnya?

Buku yang diterbitkan oleh St. Martin's Press itu terjual 30.000 ribu kopi dan masih pre- order. Buku ini kemudian sukses mencapai posisi nomor satu di The New York Times Non- Fictional Best Seller 2013 untuk bulan November.  Desember 2013, majalah TIME resmi menobatkan sosok Brandon Stanton dalam 30 Under 30 Changers. Maksudnya adalah sosok pemudan yang sukses menginpirasi. Mampu merubah apa itu berusaha bagi mereka sekitarnya.

Artikel Terbaru Kami