Jumat, 21 Maret 2014

Kerajinan Gelas Lukis Sukses Bisnis Manis

Profil Pengusaha Dyah Rachmawati



Sukses itu datangnya bisa dari darimana saja. Termauk bagi Dyah Rachmawati, adalah pengusaha wanita sukses berkreasi berkat gelas. Dia berpikir diluar kotak, kreatifitas ditambah ketekunan. Menjadi seorang pengusaha kerajinan tangan berupa gelas lukis. Ya, bisnisnya seperti sepatu lukis tapi ini dilukis diatas gelas, tentu ini lebih sulit karena medianya. Lantas bagaimana kisahnya? Bagaimana bisnisnya ini berjalan hingga akhirnya sukses meraih omzet Rp.10 juta per- bulan.

Tak dipungkiri bisnis kreatif menjadi salah satu penggerak motor perekonomi Indonesia. Industri ini mampu menghasilkan 70 persen dari industri lain. Dari industri kreatif inilah pula menghasilkan keuntungan lumayan cukup tinggi sekaligus membuka lapangan kerja baru. Lihat saja bisnis milik Dyah, dari cuma hobi melukis di kertas, kemudian ditaruhnya di atas gelas; laku keras!


Dia menceritakan sejak dulu dirinya memang hobi lukis. Suatu saat, Mei 2007, dia kedatangan pelukis asal Rumania kemudian mengajarkannya kerajinan melukis gelas. "Hanya tiga jam saya diajari dan selanjutnya saya kembangkan sendiri," ujarnya kepada Okezone.com. Selanjutnya ketekunan menjadi andalan wanita berkacamata satu ini; tiap hari selalu belajar agar lebih baik. Setelah lebih dari empat tahun belajar melukis di gelas barulah dirinya berani membuka showroom.

Dia telah memiliki sebuah showroom memajang produk miliknya di Plaza Raya, Malang. Perempuan berjilbab yang mengaku masih tetap mendesain dan mengerjakan hasil karya- karyanya sendiri ini. Dia sendiri juga sudah mempekerjakan lima orang perajin. Menariknya, dari usahanya ini, ia sukses menghasilkan omzet mencapai Rp.10 juta. Dari sini margin keuntungannya bahkan mencapai 70 persen. "Ya, untungnya sebesar itu karena ini kan barang seni ya. Mereka yang beli menghargai karya kita," ucapnya.

Meski bahan baku gelas mudah didapat di pasaran, tetapi khusus buat bahan catnya, dia sendiri langsung minta mengimpornya dari Italia dan Prancis. Dalam sehari, dia bisa menggarap berbagai kerajinan dari gelas seperti halnya toples, botol, lampu petromak, dan lain- lain. Lama pengerjaan tergantung ukuran dan tingkat kerumitan terangnya. Meski produknya terlihat menarik hingga diminati pengunjung, ia belum berpikir untuk mengekspornya.

"Belum lah, kita belum mampu ngekspor, harus skala besar banget dan kita belum sanggup," lanjut Dian. Ia juga menganggap bahwa acara- acara seperti pameran Inacraft sangat baik mendukung usahanya.

Artikel Terbaru Kami