Sabtu, 15 Maret 2014

Kemas Firmansyah Pekempek Wongkito19 Enak

Biografi Pengusaha Kemas Firmansyah


 
Kemas Firmansyah tak menyangka usaha kecil- kecilan bisa tumbuh sebesar sekarang. Dari dulu usaha kaki lima memang bisa menjadi bisnis ratusan juta rupiah perbulan. Apa rahasianya? Ia mengaku hanya mengikuti nalurinya sebagai asli orang palembang. Bisnis pempek mulai dirintisnya sejak 2006, alasan lain berbisnis, karena merasa pengusaha pempek bukan asli Palembang adalah salah.

"Seharusnya saya juga berdagang pempek karena saya orang palembang," jelasnya. Inilah apa alasan lainnya berbisnis pempek yang memang khas wong kito galo.

Ternyata mental bisnis pria satu ini memang sudah ada semenjak kecil. Ia telah terbiasa berjualan sejak kecil. Dia pernah berjualan martabak ibunya, ketika itu, ketika dirinya masih bersekolah dasar kelas satu. "Saya jualan martabak keliling kampung," jelas Kemas.

Naluri bisnisnya terus naik hingga sekolah menengah atas (SMA). Berkat keahlian bahasa Inggris -nya, Kemas mampu menekuni bisnis tatabahasa, tapi bukan les privat seperti kebanyakan loh. Ketika itu, dia malah memilih menekuni bisnis tatabahasa (grammar) yaitu membuat kalender. Tata bahasa diubah menjadi poster sehingga bisa ditempel di dinding, sehingga mudah dihafal anak.

Kegiatan bisnisnya terus berjalan. Di Universitas Sriwijaya Palembang, ia sibuk berjualan jaket, celana jins, dan baju kepada teman- temannya. "Saya memesannya dari Bandung," terangnya. Lulus kuliah tahun 1995, Kemas sempat bekerja di banyak perusahaan. Namun, naluri bisnis itu tetap terus menggila, jadilah dia kembali menjadi pengusaha. Ia malah memilih berhenti jadi karyawan perusahaan. Tepat di tahun 2002, ia meninggalkan pekerjaannya saat itu, cuma buat berbisnis komputer.

Dia malah memilih berbisnis servis komputer di daerah Bekasi. Namun, beberapa saat bisnis itu gulung tikar karena krisis ekonomi. Bisnis servis komputer itu hanya bertahan dua tahun saja. Setelah menutup bisnisnya, ia menggeluti bisnis baru yaitu bisnis penjualan mobil bekas. Kemas kemudian menekuni bisnis mobil bekas sejak 2002, bahkan sudah sempat punya showroom sendiri. Namun lagi- lagi bisnis itu malah gulung tikar karena krisis.

Harga BBM naik membuat penjualan mobil terus turun. Disaat menutup bisnis mobil bekas itu lah. Kemas mengaku terjerat hutang jumlahnya cukup besar. Untuk melunasi utangnya, ia pun rela menjual semua aset- asetnya seperti rumah dan lain- lain. Jatuh bangun ternyata tak membuatnya jera. Kemas menilai kegagalan bukan akhir segalanya. Tidak sampai satu tahun bisnis mobilnya ditutup, Kemas memilih bekerja sebagai marketing dulu. Dia bertekat untuk mengumpulkan modal di perusahaan otomotif itu.

Selama bekerja disana hasilnya cukup besar itu karena pengalamannya. Dia menjual banyak mobil berkat pengalaman berbisnis mobil bekas. Setelah uang tabungan itu dirasa cukup, ia memilih keluar untuk berbisnis pempek. Tepat di tahun 2007, bisnisnya dimulai bermodal 70 juta dari mengumpulkan sedikit- demi sedikit. Ia pun bertekat berusaha lebih keras mengingat pengalaman gagal dua kali.

Buka bisnis pempek


Kemas memulai bisnis pempek dari garai kecil di dekat rumahnya di daerah Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat. Menurut Kemas, sukses datang karena memang bisnis ini disukainya. Dia suka akan prosesnya jadilah totalitas itu muncul. Ia mencurahkan seluruh waktu untuk membesarkan bisnisnya ini.

"Kalau berbisnis harus disukai dulu baru maksimal," katanya. Kecintaan akan pempek itu tumbuh semenjak kecil, sejak pertama kali mencobanya.

Dia ingat betul rasa pempek buatan ibunya. Seiring waktu ia mulai iseng- iseng membuat pempek sendiri. Berbekal kemampuan itu jadilah bisnis barunya yaitu bisnis pempek. Di awal bisnis, Kemas langsung tancap gas memperkenalkan pempek khas miliknya agresif; pempek sosis, pempek keju dan pempek panggang. Aneka pempek dijual seharga Rp.3.000- Rp.14.000 per- buah. Salah satu menjadi andalannya dan digemari ialah pempek kapal selam super.

Lantaran perimtaan yang terus meningkat, jadilah Pempek Wongkito 19 memakai sistem waralaba. Baginya bisnis tak berkembang jika bekerja sendiri terus menarus. Baginya sebuah usaha butuh orang lain atau mitra agar bisa semakin besar. Itulah mengapa konsep waralaba. Merek Pempek Wongkito19 kemudian bisa muda dikenal lebih banyak orang. Melalui marketing media sosial, Kemas mencoba menawarkan sekaligus memperkenalkan produknya ke masyarakat.

"Pebisnis harus punya banyak patner," terangnya.

Alhasil total gerai pempeknya melonjak jadi 98 gerai yang tersebar di penjuru kota- kota besar di Indonesia. Jumlah banyak itu, terdiri dari 89 gerai itu milik mitranya dan 9 gerai miliknya sendiri. Omzet bisa dikantongi waralaba pempek menembus angka Rp.500 juta. Mitranya sudah tersebar jauh dari Jabodetabek, Bandung, Cirebon, bahkan hingga ke Kalimantan.

Selain sukses bisnis pempek, kini, Kemas kembali membuka bisnis lamanya. Ya, kini ia fokus membuka lagi bisnis jual beli mobilnya. Dia berencana membuka showroom, untuk kali ini bisnisnya telah lebih matang dari sebelumnya. Untuk menghindari bangkrut, atau kerugian besar jika bangkrut, jadilah sistem kerja sama jadi andalan bisnis barunya. Jadi, modalnya datang dari pribadi ditambah investor, jikapun gagal tak akan terlalu berat.

Selain bisnis mobil ia juga merambah produk olahan untuk anak. Fokusnya di makanan bebas bahan kimia. Kemas mejelaskan bisnis ini difokuskan memenuhi gizi anak- anak. Ia mengklaim makanan produksi usahanya akan ikut membantu pertumbuhan otak. Selain berbisnis- bisnis tersebut, Kemas tetap menduduki jabatan sebagai sales manajer di salah satu perusahaan otomotif. "Kami memiliki seorang dokter yang paham soal gizi makanan, sehingga produk makanan ini terjamin kualitasnya," ujarnya.

Ia menuturkan, kecintaannya akan dunia otomotif, membuatnya tetap memilih menjadi karyawan perusahaan otomotif. Sedang, usaha yang sudah dia rintis diserahkan pengelolaannya ke orang-orang profesional. Kemas hanya mengawasi jadi cuma memberikan masukan kalau ada hal tidak sesuai keinginannya. Inilah kunci sukses itu, dimana kita bisa bekerja sesuai keinginan dan passion, ketika sukses buatlah uang bekerja buat kita.

"Setiap persoalan yang muncul, pasti lah ada jalan keluarnya." tutup Kemas.

Kontak:

Website: pempek-wongkito19.com
HP : 021 68890337 atau 0815 1987 3337
Email : kemas_fam@yahoo.com

Kunjungi juga : Syarat Menjadi Mitra Bisnis di Website.

Pembayaran hanya dilakukan pada rekening berikut:
Bank BCA : No. 73903 75861
Bank MANDIRI : No. 125 000 773 0823
a/n Retno Wijayanti

Situs: pempek-wongkito19.com

Artikel Terbaru Kami