Senin, 24 Maret 2014

Bisnis Tambang Ala Pengusaha Muda Afrika

Profil Pengusaha Ladi Delano


 
Ladi Delano mampu menjadi termuda dari semua miliarder asal Afrika. Umurnya masih 28 tahun, namun bisnisnya telah moncer seperti halnya roket. Untuk beberapa orang terutama di dunia barat, angka 28 mungkin terkalahkan, namun di Afrika sendiri; Ladi jadi tersukses melihat peluang itu lebih dalam. Uniknya dia adalah seorang penderita disleksia (seperti Richard Branson) menengah dan ditambah kupingnya tuli sebelah.

Pendidikan? Ladi memang bersyukur sekali bisa mencapai pendidikan universitas numan tidak membuatnya gembira; dia memutuskan keluar atau drop out.

Pengusaha satu ini memang bukan tipe mudah puas. Di umur 22 tahun, ia telah berani melihat jauh hingga ke negeri China. Ladi mendirikan perusahaan bernama Solidarnosc Asia, sebuah perusahaan minuman keras di China sana. Produksinya ialah Solid XS yaitu minuman vodka bercita rasa premium. Bekerja sama dengan seorang direktur marketingnya, Mett Reid, dia membuka kesempatan untuk menjadi sponsor banyak artis.

Dia bahkan sukses mendatangkan DJ asal Inggris, Pete Tong dan penyanyi Kanadian, Avril Lavigne, serta masih banyak lagi.

Berhenti kuliah


Berjalannya waktu, perusahaan ini maju waktu demi waktu, bahkan terus berekspansi lebih jauh melalui bisnis tempat makan dan hiburan tengah kota, The Collection. Solid XS, bendera perusahaan melanjutkan bisnisnya lagi dan lagi. Ladi sukses masuk dan merebut pangsa pasar sekitar 70% di Cina dan tiga pasar Asia lainnya dan lanjut didistribusikan ke lebih dari 33 kota di China, mencapai lebih dari US $ 22 juta dalam pendapatan.

Vodka premium buatan perusahaan ini begitu digemari. Tapi sebelum jalan sukses itu, ada namanya masa- masa sekolah, Ladi harus berjuang keras menghadapi penyakitnya. Dia harus menghadapi disleksianya ditambah satu telinga yang tak lagi mendengar. Belajar baginya semakin semakin sulit dan pikiran untuk berhenti itu ada. Meski begitu, tak mau menyarah atas keadaan membawa ia ke berbagai pendidikan tambahan.

Hingga Ladi sukses masuk universitas bahkan menjadi jadi 50 terbaik di seluruh kampus; sebuah pencapaian emas.

Kisah sukses ini kemudian jadi kenangan sesaat ketika dirinya tak terlalu menikmati apa itu pendidikan. Di tahun kedua ia memutuskan hal terpenting dalam hidupnya nanti. "Itu semakin terlihat nyata saya tidak punya passion atas pendidikan saya. Saya berpikir itualah yang membuat mudah pacah kosentrasi dan itu, akhirnya, puncaknya dalam diri berpikir daripada bekerja keras seperti kuda hampir mati, itu akan lebih masuk akal untuk melakukan sesuatu yang saya lebih nyaman lakukan," ucap Ladi Delano.

Jadilah hari itu juga menjadi hari bersejarah bagi hidupnya. Tak semua orang bisa menerima keputusan ini. Berhenti di tahun kedua masih terlalu awal berbicara tentang passion. Menurutnya pribadi, di dunia, ada dua jenis pendidikan dan setiap bentuk pendidikan itu sama- sama berharganya. Pendekatan akademik untuk pendidikan sangat penting, tidak ada bisnis dapat beroperasi dan menjadi sukses tanpa mereka berhasil menghabiskan waktu memahami sisi akademik apa pun.

"Namun, pendekatan pendidikan belum tentu untuk semua orang. "Dan dalam kasus saya itu tidak...., jadi saya memutuskan untuk keluar dari universitas," jelasnya.

Semua orang dirumah menentang hal ini. Meski begitu Ladi tetap lah cuek mengerjakan apa yang dia suka. Tidak ada satupun yang bisa menghentikannya. Setidaknya universitas telah menanamkan ide- ide mendasar bahwa dia sangat ingin menjadi wirausahawan; seorang pengusaha. Sayangnya, karena keadaan ekonomi global yang memburuk, bisnis harapannya malah jatuh. Solid FX ketika itu menemui banyak halangan dan terpaksa tutup.

Pengeluaran itu membuat perusahaan kering, akhirnya banyak pekerja yang harus dia berhentikan.

Bukan salah pilih


Perusahaan itu kemudian dijual ke investor senilai $22 juta. Sementara itu, Ladi telah menyiapkan bisnis lain ketika mengerjakan Solid FX. Sebuah perusahaan investasi fokus pada pengembangan real estate, Delano Reid Group. Perusahaan melanjutkan hidupnya meningkatkan lebih dari $ 80 juta investasi di real estate di Cina. Mereka membangun di daratan strategis dan kala itu, beruntung ekonomi China melonjak sangat jauh ke puncak.

Dengan kecenderungan menjalankan beberapa usaha secara bersamaan, Ladi juga menjadi mitra pendiri di perusahaan bernama DRG CIN Energi dan Global DRG Capital, sebuah perusahaan penyedia solusi energi global yang bersama Reids. Perusahaan ini saling bersinergi dengan Reids, perusahaan real estate miliknya. Keduanya DRG dan Global DRG berkantor pusat di HongKong, China. Perusahaan baru itu sukses besar lain ketika nilai melonjak hingga $3 miliar di pasar saham di China.

Kedua perusahaan itu malah menjadi pemain global di pasar minyak Asia dan berhasil menemukan sumur minyak baru.  Menyadari akan peluang kenaikan minyak di Afrika dengan perkiraan 1 miliar rakyatnya, Ladi Delano pada Desember 2011, terus beruntung berinvestasi fokus pada satu hal dan secara eksklusif menuju ke Afrika. Usaha terbarunya adalah, bekerja sama dengan pengusaha asal Indonesia, Group Bakrie. Mereka mendirikan  perusahaan Bakrie Delano Africa.

Bakrie sendiri menyumbang invastasi $1 miliar selama lebih dari lima tahun di Bakrie Delaon Africa (BDF). Fokus bisnis mereka segala tentang pengeboran minyak, tambang, gas dan agrikultur. Di bulan April 2012, ia kembali ke Nigeria -negara dengan 60% dari penduduk di bawah usia 35 dan tingkat pengangguran kaum muda mencapai 43%.

"Aku suka Nigeria ... Saya ingin menyediakan lapangan kerja dan membantu kaum muda mengembangkan diri. Ini suatu kehormatan untuk dapat berkontribusi terhadap perekonomian dengan cara ini, "katanya. Sebagai awal ia telah mengeluarkan modal $100 juta untuk memulai bisnis tambang.

Di Nigeria, bisnis baru ini akan menjadi awal, dan itu diharapkan mampu membantu banyak pemuda disana. Dia berharap bisa memotivasi lebih banyak pemuda Nigeria lagi dalam kewirausahaan.

"Kami baru-baru ini menyarankan Ladi pada menyelesaikan kesepakatan pertambangan pertama di mana ia penuh semangat mendorong proses dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui hasil yang sukses. Ladi sudah berfokus pada beberapa peluang dan kami melihat dia melakukan hal-hal yang sangat menarik ke depan," kata Raj Khatri, kepala logam dan pertambangan untuk Macquarie Capital, Eropa.

Artikel Terbaru Kami