Sabtu, 01 Februari 2014

Sukses Yogurt Sukses Bisnis Singapura

Profil Pengusaha Muda James Ong



Selalu bermimpi tentang memulai bisnis sendiri, hingga suatu hari, James Ong akhirnya bisa membuka outlet yogurt sendiri bernama Frolick. Di usianya ke 26 di tahun 2008 bersama 3 orang mitra yang tak lain adalah temannya di Hwa Chong Junior College. Mereka membiayai bisnisnya tanpa mendekati bank atau tanpa bermodal hutang apapun. Mereka berprinsip menggunakan uang sedikit mungkin, namun tetap memastikan produknya kompetitif. Bisnisnya terbilang lumaya cepat karena pasarnya luas.

Sejak pembukaan kios Frolick pertama pada Februari 2008, bisnis telah berkembang dari hanya satu kios sederhana seluas 100 meter persegi, ke lebih dari 10 kios baik di Singapura dan luar negeri. Yang terbaru, mereka telah membuka beberapa kios di Myanmar.

Bisnis lucu


James Ong (30) sendiri tak akan menyangka bahwa keputusannya berbuah manis. Dimulai dari memutuskan berhenti bekerja sebagai konsultan manajemen resiko. Ia bersama ketiga temannya, Mr Ken Hsu Chen Kang, 28; Mr Leslie Ang, 30 and Mr Lee Yingxin, 28, malah memulai bisnisnya bermodal cuma $.100.000. Mereka telah berempat memulai dari paling bawah. Kuartet ini telah tahu satu sama lain sejak di sekolah di Hwa Chong Junior College dan tetap berteman dekat bahkan setelah berbeda universitas.

Selama bertahun-cangkir kopi dan sesi brainstorming, mereka mendiskusikan spektrum ide bisnis mulai dari penjualan teh gelembung ke mengoperasikan diskotik. Mereka akhirnya menetap di yogurt beku setelah Hsu kembali ke Singapura dari Amerika Serikat. Dia disana melihat bagaimana permintaan yoghurt beku akan kuat bahkan terus meningkat. Yougurt tidak butuh waktu banyak untuk meyakinkan teman- temannya bahwa mereka bisa meniru konsep bisnis tersebut.

Ong menjelaskan setelah dari pembicaraan tersebut, mereka berempat mulai aktif mencari informasi segala sesuatu tentang resep yogurt terbaik. Ketika berbicara resep yogurt yang kaya, lembut seperti resepnya sekarang tidaklah mudah. Ia menjelaskan semuanya bermula dari mencoba, gagal, dan mengulang kembali. Semuanya berulang hingga delapan bulan berlalu. Makanan ringan tersebut dibuat oleh mereka di dapur milik ibunya. Mereka berempat berharap akan menyempurnakan resep itu disana.

"Ide untuk memulai sebuah merek yogurt beku muncul terutama karena mitra saya dan saya selalu ingin memulai bisnis, kita semua dibesarkan di yami yoghurt (ironi), dan yogurt beku adalah konsep yang terbukti di luar negeri (di kedua Korea dan Amerika Serikat ). Adapun merek "Frolick", saya kira itu selalu dalam pikiran kita bahwa apapun yang kita mulai, merek harus mewakili karakter kita," terangnya.

Uang modal mereka kemudian digunakan mencari kios dan tentunya membangun merek mereka, Frolick. Ini cukup memakan modal besar ($100.000 besar buat bisnis di Indonesia) karena mereka ingin cepat sukses. Benar saja mereka ingin mematangkan bisnis ini dalam satu tahun, bahkan berani menyewa sebuah agensi. Mereka menyewa sebuah agensi lokal yang juga pernah memenangkan penghargaan, Ayslum, tujuannya membangun merek serta menciptakan promosi terbaik.

Bisnis agresif


Mereka harus berbagi pekerjaan agar membuat semuanya berjalan baik. Alokasi waktu menjadi hal yang terpenting karena ia hanya bekerja bersama tiga mitranya; tanpa ada pegawai. Sebagai kepala bisnis, Ong, telah menerapkan strategi khusus yang agresif lalu ditambah sedikit keberuntungan disana. Ia dan rekannya sepakat akan terus membangun outlet dimana pun hingga di seluruh penjuru Singapura. Mereka didukung keberuntungan karena outlet pertama adalah tempat paling strategis.

Keputusan terbaik ialah keputusan mereka bekerja sama dengan agensi Ayslum jelas Ong melanjutkan. Mereka adalah sebuah perusahaan terbaik yang mampu menciptakan merek sesuai kepribadian mereka. Adapun itu yaitu Frolick yang penuh rasa humor, mereka mampu membangun brand milik Ong jadi terkesan ceria. Ong pun bercanda bahwa dirinya dan rekan memang belum melewati masa puber (keluarlah sebuah tawa darinya).

Seperti sebelumnya konsep kecerian dan humor terasa ditiap kemasan Frolick. Dimana mereka menawarkan semua produk melalui cara profokatif. Sebagai contoh ketika kita menemukan salah satu kios yogurt milik mereka. Kita akan disuguhi sebuah selogan- slogan aneh di depan outlet seperti "We stay hard longer" dan "Spankingly Good" (bahasa slang terdengar nakal). Kita, sebagai pembeli, akan juga cepat menganalisa ada sesuatu di layanan mereka.

Kita akan disuguhi para pelayan muda. Mereka pelayan berumur sekitar 20 tahun ke bawah dimana masih segar, sesegar yogurt milik mereka. Terasa bagaimana? Jangan salah paham, yogurt Frolick sendiri memang dipasarkan bagi mereka di umur 14 tahun hingga 24 tahun. Kesegaran itu menjadi pilihan utama selain humor dan kecerian warna. Hari ini Frolick melihat rentetan persaingan dari merek- mereka baru yang baru-baru ini memukul pantai Singapura, seperti Berrylite Frozen Yogurt, Oio Frozen Yogurt dan yoguru.

Tapi Ong yang melihat oleh persaingan ini, yakin bahwa yogurt milik mereka dapat menahan panas dari ini anak-anak baru di blok.

"Saran saya adalah bahwa hal itu selalu lebih baik untuk memulai bisnis dengan teman dekat. Kata kuncinya adalah "dekat". Dengan cara ini, kamu tidak akan memiliki harapan palsu satu sama lain terutama soal hal kemampuan dan komitmen. Juga, menjadi teman dekat yang membuatnya lebih mudah untuk menyelesaikan konflik, dan "kita semua tahu konflik yang pasti akan terjadi!," sebuah saran dari pengusaha muda.

Perusahaan: FROLICK (JKNG LLP)
Alamat: 21 Toh Guan Road East, Toh Guan Centre #05-18 S608609
Website: Frolick.com.sg
Facebook: Frolick

Artikel Terbaru Kami