Minggu, 02 Februari 2014

Sang Maestro Klub Malam VIP Singapura

Profil Pengusaha John Langan



Meskipun pandangan pertama akan sulit  menebak darimana asalnya. Namun dari pengalaman pestanya bisa dipastika ia bukanlah warga Singapura biasa. Dia adalah veteran dalam bisnsi dunia hiburan Singapura. Pemuda cerdas ambisius John Langan mulai terjun ke dunia klub malam sejak lama. Ia sempat mengecap pendidikan di UCLA, dan setelah itu mengikuti pertukaran ke National University of Singapore. Dia pun memutuskan memanggil rumah barunya, Kota Singa.

Saat ini, Langan dianggap menjadi salah satu tokoh muda terkemuka di berbagai pesta malam. Dia lah sang pemiliki dan pendiri Massive Collectif, memiliki Royal Room, Mink, Vertigo, Playhouse, Dream & More. Dan seolah- olah itu semua belum cukup, dia saat ini tengah bekerja pada sejumlah proyek baru termasuk Fenix ​​Room di Singapura dan Providence di Malaysia. Tidak diragukan lagi John Langan adalah sedikit dari seorang pria yang sibuk. 

Dalam wawancara dengan Urban Journey, ia mangaku statusnya sangatlah dirahasikan apakah masih jomblo atau kah telah memiliki seorang kekasih. Seorang yang sibuk menjalankan aneka bisnis, dan sedikit banyak berkenalan dengan mereka yang hidup di dunia malam.

"Mitra bisnis saya dan saya adalah orang yang suka pesta bonafid menjadi pesta utama kami, dan pada saat itu kami menghabiskan banyak waktu kami di daerah klub VIP disekitar Singapura dan klub high-end lain di wilayah tersebut. Saya akan berbohong jika saya mengatakan rencana kami adalah untuk membuka klub berorientasi VIP dari awal, tetapi kita melihat kesempatan baru muncul pada tahun 2010 an," terangnya mengenai konsep bisnis.

Bisnis klub malam


Inilah mereka dibalik klub- klub malam kelas atas di penjuru Singapura. Mereka adalah John Langan yang merupakan keturuna Taiwan- American, 32 tahun dan juga Philip Poon, 36 tahun, seorang Australian. Mereka telah lama menjadi promotor berbagai pesta untuk klub- klub premium seperti Butter Factory, lalu restaurant lounge Mimolette dan bar di sepanjang Neil Road. Pesta- pesta mereka dikenal mengundang para selebriti kelas A dan tentunya mereka yang berkelas.

Hidup dari satu pesta ke pesta lain membuat mereka tau apa yang harus ada di dalam subuah pesta. Di sana, di Singapura, industri malam menjadi komoditas bisnis ketat. Bahkan bagi mereka berdua yang telah lama berkecimpung di dunia hiburan. Banyak pusat- pusat hiburan malam tak selamat bertahan selama tiga tahun ini. Namun nama Massive Collective menjadi juara memberikan konsep menakjubkan. Massive Collection berhasil menuangkan ribuan champagne.

Apa yang bisa didapatkan dari seorang pria cerdas seperti dirinya. Langan dulu pernah bekerja seorang marketing dan konsultan media. Dan dalam empat tahun terakhir, Massive miliknya telah meluncurkan enam konsep klub, termasuk hiburan malam panas Mink dan Royal Room di Pan Pacific Singapore, klub dansa komersial Dream dan mantan Filter klub anggota-hanya di Gallery Hotel. Keluar dari bisnis malam, Massive bekerja sama dengan The Private Group dan restoran milik Joseph Wong.

Mereka bekerja sama membangun dan mempromosikan konsep bar Spanish, FoodBar Dada di Robertson Quay. Baru-baru ini, Massive Collection telah menandatangani kemitraan di bulan Maret untuk menjadi salah satu pemegang saham utama di LifeBrandz, atau memiliki saham 14,05 persen senilai lebih dari $ 3.400.000. Mereka mengambil peran lebih besar atas konsultasi outlet LifeBrandz 'di Clarke Quay, seperti klub malam Dream dan Playhouse

Dan pada hari Jumat, Massive dan LifeBrandz segara meluncurkan Fenix ​​Room di Clarke Quay, 5.000 sq ft terinspirasi Art Deco club lounge yang dirayakan oleh Roaring Twenties, spinning nu disco, hip-hop dan lagu-lagu dubstep. Bulan- bulan ke depan, mereka akan meluncurkan sebuah restoran steak yang disebut Opus di Clarke Quay, dan sebuah restoran yang disebut Ohla dan klub malam yang disebut Providence di Kuala Lumpur. 

Pengusaha cerdas


Langan dan Poon telah menguasai setiap sisi hiburan di penjuru Singapura. Itu sangat lah mengesankan akan kemampuan mereka berekspansi. Langan, yang saat ini menetap di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk proyek Providence, mengatakan: "Sangat menyenangkan bekerja pada proyek-proyek baru dan datang dengan ide-ide baru. Jauh dari citra buruk seorang pria yang suka, mereka adalah yang berbeda. Duo jutawan self-made ini, Poon dan Langan serius tentang bisnis mereka. 

Mereka hanya ingin pesta di sepanjang jalan hidup. Sebuah alasan gila tapi benar adanya, bukankan menjadi pengusaha harus mengikuti passion?

Bungsu dari tiga bersaudara, Langan memiliki seorang ibu Taiwan yang bekerja sebagai perawat dan seorang ayah Amerika yang adalah seorang profesor universitas, yang telah pensiun memilik gelar doktor melekat di hal sejarah Cina. Ia belajar di Universitas Nasional di Singapura selama satu semester lalu pada program pertukaran. Ia juga berkuliah di tempat lain dan sukses menyelesaikan gelar sarjana kedua miliknya di psychobiology di University of California, Los Angeles.

Ia kembali pada tahun 2005 mencari pekerjaan setelah lulus. Namun, untuk sementara, ia bekerja sebagai forex trader tetapi kemudian berhenti agar bisa bekerja di sebuah perusahaan penerbitan. Dari sanalah, ia harus melakukan kegiatan perencanaan serta pemasaran merek ritel mewah dan alkohol bermerek seperti halnya vodka Grey Goose, jam tangan Rolex dan champagne Krug. Dia telah terlatih agar bisa membedakan produk kelas premium. 

Lebih lanjut dia telah dikenal telah mampu mengorganisir pesta bahkan sejak masih remaja. Dia mengadakan pesta penggalangan dana bagi klub sosial universitas sebagai mahasiswa. Langan kemudian bertemu patner bisnisnya, Poon, di sebuah pesta. Kedua bujangan ini tahu satu sama lain ketika berpesta di lingkaran sosial yang sama kembali pada tahun 2007, dan bekerja sama sebagai promotor pesta untuk acara privat untuk sebuah perusahaan, serta malam bertema di beberapa klub dansa dan bar di Singapura. 

Baru pada tahun 2009, saat promosi untuk Thursday night di The Butter Factory, mereka bertemu Cedric Chong, 33, yang mempromosikan Butter Factory Thursday Night. Akhirnya mereka bertiga memutuskan membuat satu perusahaan bersama itulah Massive Collective.

Alamat perusahaan

Singapura:

128 Emerald Hill Road Singapore 229411
t: +65 6734 0205   f: +65 6734 0305
e: singapore@massiveint.com


Malaysia:

15-2 Jalan PJU 8/5D, Damansara Perdana
47820 Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
e: malaysia@massiveint.com
 

Artikel Terbaru Kami