Minggu, 23 Februari 2014

Hutang Rentenir Tak Jelas Cara Membayarnya

Keuntungan Pinjam Ke Rentenir?



Kata rentenir umumnya dipahami sebagai seseorang meminjamkan sejumlah kecil uang berjangka pendek dengan bunga tinggi, atau tingkat suku bunga  lebih daripada diperbolehkan hukum. Interpretasi lebih lanjut mengenai istilah ini juga mencakup metode ilegal pengembalian uang jika tidak kembali pada waktu dan cara yang telah disepakati.

Bentuk ancaman bisa meliputi pelecehan lisan oleh sang pemberi pinjaman atau melalui perantara kolektor. Ada juga bentuk kekerasan lain seperti intimidasi, atau ada pula kemungkinan kekerasan fisik. Rentenir bisa jadi ikon tidak diinginkan oleh mereka berpenghasilan rendah. Namun, efek gejolak ekonomi  membuat sosok mareka secara umum dibutuhkan oleh mereka berpenghasilan randah. Dan, mungkin tepatnya bisa digambarkan sebagau suatu kejahatan sangat diperlukan.

Apapun bentuknya, masalah rentenir telah menjadi endemik negara-negara berkembang, mereka ditemukan di mana- mana di dunia nyata atau maya. Tingkat lebih besar atau lebih kecil akan tergantung pada kondisi sosial ekonomi secara keseluruhan. Di Inggris, Office of Fair Trade (OFT) dilaporkan pada bulan Mei tahun 2010 sudah diperkirakan ada 165.000 rumah tangga menggunakan jasa rentenir ilegal. Di negara maju sendiri, kasus ini masuk ranah internet dimana pemainnya bisa sekalah besar.

Pinjaman mudah


Pemerintah hanya akan menaruh kegiatan peminjaman ilegal seperti ini di bawah kontrol ketat, terlepas dari ketidak berdayaan pemerintah menghilangkan. Bisnis semacam ini telah menjadi salah satu bisnis tertua dalam kehidupan manusia. Mengkontrol mungkin jadi satunya cara sangat penting bagi kesehatan bangsa. Pinjaman legal hari- hari ini selalu berdesarkan nilai aset nyata dan terukur agar bisa dijaminkan ke bank atau produk finansial lainnya.

Ini menjadi sasaran empuk bagi para rentenir. Karena apa, kenapa rentenir ada jika bank sudah ada, justru ini karena rentenir lalu menarget bukan soal aset, namun seberapa besar bunga harus dibayar. Jadi jangan salah, mereka cukup mendapatkan bunga sebagai sumber penghasilan mereka, bukan aset dijaminkan peduli setan BPKB atau surat akte kamu. Semakin tinggi bunga, ini akan menjadi lebih menguntungkan, fokus bisnis merubah kita (manusia) sebagai aset itu sendiri.

Kita lah aset mereka, bukan tentang seberapa besar aset kita jaminkan, dan tidak ada perlindungan hukum membuat nasib ditangan si pemilik uang. Atau cara kasarnya kita dijadikan sapi perah menghasilkan uang. Kita akan bekerja keras buat menutupi hutang. Jika dari segi pinjaman legal, bank menghitung kemampuan kamu mengembalikan bukan membayar bunga. Pinjaman tanpa bunga? Ini bisa saja terjadi kerena dasarnya bank telah memperhitungkan aset kamu sebagai bagian pengembalian.

Pasti kamu pernah mendengar tentang pinjaman bermodal surat- surat motor. Inilah jalan masuk bagi mereka para rentenir memperkirakan pendapatan dan kemampuan kita; berapa besar bunga kita bisa hasilkan. Ditanya secara finansial, mereka tak mengharap atas nilai aset kamu (motor) tapi seberapa lama bunga itu bisa tumbuh. Sering kali dalam berbagai kasus, mereka rentenir meyakinkan pinjaman awalan tanpa jaminan apapun (pinjaman 10 juta, 20 juta dan seterusnya).

Mereka akan menaruh bunga lebih tinggi dari biasa (dari bunga bank) ketika memulai kesepakatan.

Keuntungan rentenir


Siapa bilang tak ada keuntungan dari meminjam rentenir? Jika kita mencoba mencari lebih dalam ada lebih banyak kerugian daripada keuntungan. Mengambil pinjaman badan ilegal secara hukum pasti memposisikan kamu dalam kerugian. Berikut kuntungan dan kerugian berbisnis dengan para rentenir:

1. Satu-satunya keuntungan adalah bahwa mereka memberikan uang di saat kita sangatlah membutuhkan

Seorang rentenir pastilah memperlihatkan resiko lebih baik daripada sekedar manfaat. Mereka telah siap sedia atas apapun- kapanpun agar uang itu kembali. Rentenir tidak peduli bagaimana cara mengembalikan uang miliknya, bahkan tak perlu tau seberapa besar upah kamu. Coba berpikir begini, jika kamu siap untuk mengembalikan, pastilah kamu akan memilih lembaga ilegal seperti bank bukan? Jadi untuk kamu memilih rentenir berarti siap ditagih dan kehilangan hak sebagai resikonya.

Jika kamu tidak punya jaminan mengembalikan; rentenir akan membuka tangan.

2. Kerugian

a. Sementara bank-bank mematuhi suku bunga dasar kredit, skema pembayaran pinjaman rentenir sangatlah kacau. Bungan dapat berfluktuasi dalam hal frekuensi dan tingkat suku bunga (yang dapat 20 sampai 30 kali lebih dari biaya konvensional). Pinjaman yang mereka berikan hanya jangka pendek, ini akan mengurangi risiko mereka.

b. Tidak ada syarat dan kondisi nyata. Terutama karena mereka meminjamkan uang sebagai pihak tanpa izin, mereka benar- benar tidak memiliki peraturan agar dipenuhi. Mudahnya, mereka bisa merubah arah bunga sesuai keinginan mereka.

c. Rentenir tidak memiliki proses penilaian kontrak pinjaman dan karenanya mereka menggunakan tarif tidak terkendali untuk menutupi kekurangan dalam keamanan. Ini juga merupakan alasan bahwa mereka dengan mudah memberikan pinjaman kecil sejumlah besar klien dimana mereka menyebar risiko. Mereka akan memastikan seberapa besar mereka mendapat untung bukan cuma dari kamu.

d. Merek memiliki cara beriklan serampangan dan sering ke tempat- tempat berpenghasilan menengah dan rendah. Di banyak negara Asia di mana tidak ada peraturan ketat terhadap poster di publik, mereka akan membuat iklan bergambar samar- samar mengandung sedikit lebih dari nomor telepon dan uang yang bisa mereka keluarkan.

Iklan itu akan ditempel di berbagai lampu jalan dan dinding pinggir jalan. Kebutuhan mereka ialah agar tetap anonim (tersembunyi identitasnya) dalam banyak kasus patut dicermati; mereka adalah tipe orang yang tak mau berkomitmen.

e. Rentenir kekurangan akuntabilitas karena mereka tidak melaporkan kepada pihak berwenang. Tidak ada badan mungkin memeriksa atau mengevaluasi kredit mereka atau sekedar memberikan informasi dibutuhkan bagi konsumen. Hal ini tidak langsung, menyatakan bahwa pinjaman mereka buat kamu pakai dikeluarkan sepenuhnya melalui suka- suka mereka sendiri.

Kesimpulan:

Rentenir tidak berbicara aset melainkan besaran bunga didapatnya. Mereka juga sudah memperhitungkan berapa lama pinjaman tersebut, dan cara apa agar kamu mau membayar. Tidak ada yang namanya kontrak, dan itulah mengapa kamu harus sadar bahwa mereka bisa berbuat sesuka hati termasuk mengintimidasi. Mereka juga bisa merubah bunga komisi penambahan masa tenggat. Para rentenir cenderung akan bergerak serampangan tanpa perjanjian jelas atau mengikat.

Sumber: Info Barrel

Artikel Terbaru Kami