Selasa, 18 Februari 2014

Multilevel Marketing Pemulung Sunarno

Kisah Nyata Sukses MLM

 

Sunarno tak pernah memungkiri siapa dia dulu sebelum sukses. Ia jujur adalah mantan pemulung jadi orang kaya berkat bisnis MLM. Bisakah? Begini ceritanya dari awal, dulu sekali, dia harus mengais- ngais sampah, kini sukses berkat usaha MLM Forever Young Indonesia. Pria kelahiran Solo, 5 Agustus 1961, lantaran dari keluarga miskin, Sunarno hanya mampu tamat Sekolah Dasar. Sejak kecil ia sudah menjadi pembantu ikut orang dari satu kota ke kota lain.

Dia pun tinggal di tempat kumuh sejauh 500 meter dari tempat pembuangan sampah. Karena dekat tempat pembuangan sampah, tak ayal Sunarno ikut masuk ke tempat itu. Dia menjadi seorang pemulung -mengais botol- botol plastik, mengumpulkan barang bekas, lalu menjualnya. Dari sinilah, Sunarno bisa mencukupi kebutuhan sehari- hari buat hidup. Begitu mobil- mobil pembawa rejeki (truk sampah) itu tiba semua orang termasuk dirinya berlari dan berebut sampah laku dijual.

"Saya bosa jadi kacung yang selalu disuruh- suruh. Jiwa saya ingin kebebasan," ungkapnya.

Plastik atau kardus menjadi barang- barang incaran para pemulung. "Apalagi yang namanya balung (tulang sapi). Itu ibarat emas bagi kami. Nilainya tinggi saat dijual," jelas ayah dua anak ini. Yang paling diingat bagi seorang Sunarno itulah ketika sukses mendapat sampah idaman. Ia pernah mendapatkan sebuah bonggol kubil (kol). Sampah ini pula menjadi idaman tiap para pemulung. Sunarno harus berebut dengan pemulung lain dan berhasil.

"Hati saya bangga dan puas karena itu suatu prestasi," katanya tersenyum.

Pria setangah baya ini telah ditinggal mati kedua orang tuanya. Sejak itupula memang sudah terbiasa hidup susah. Baginya apapun usaha selalu dikerjakan sebaik- baiknya. Baginya hidup berarti adalah perjuangan, berlari ketika truk- truk sampah itu terlihat di ujung mata. Ada satu hal lagi membuat Sunarno gembira selain menemukan sampah idaman. Ia bercerita itulah tentang mendengarkan radio di bawah kolong jembatan. "Sayangnya tak terkira, sama bahagianya seperti naik Mercy atau Volvo," tambahnya.

Usaha MLM


Di 1994, ia mulai berkenalan namanya bisnis multi- level marketing. Saat itu, seorang tetangga mengenalkan itu pada Sunarno. Dia lulusan sekolah dasar hanya ngangguk- ngangguk saja. Ia sama sekali tak paham apa itu tengah dijelasakan oleh si tetangga. Maklum cuma lulusan SD saja. Jangankan mengerti, mengeja kata MLM saja kesusahan karena berbahasa Inggris.

"Seminggu belum hafal," katanya, disusul tawa lepas.

Dia tak mau memikirkan itu, namun karena telah sering mendengar, ia akhirnya mengingat istilah itu sendiri. Setelah ditempa oleh seminar dan pelatihan, keyakinan itu tumbuh semakin besar dalam dirinya. Dia masihlah bekerja sebagai pemulung di pagi hari. Sementara di siang harinya, Sunarno berangkat memprospek orang, setelah mandi tentunya.

Di usaha apa saja selalu ada tantangan begitu pula usaha Sunarno kini. Dia bisa dibilang ngeyel atau ngimpi ketika memulai bisnis MLM. Tapi sia tak berkecil hati oleh ucapan tersebut karena sejak kecil tantangan telah menjadi bagian hidupnya. Persaingan tempat sampah membuatnya menjadi tahan banting. "Saya sendiri tidak membayangkan, setelah menemukan usaha ini ternyata kok lebih cepat daripada rekan-rekan yang lebih mapan dan berpendidikan," akunya.

Menurutnya orang gagal itu biasanya tidak mau menghadapi tantangan apapun. Kalau sudah begitu dengan keras Sunarno menyarankan berhenti atau merubah sikap. Kunci sukses menurutnya ialah sebuah keyakinan. Agar ikut sukses makan dia harus dekat orang- orang sukses, agar ketularan suksesnya. Kata- kata motivasi dari pria masih betah memulung ini: kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Pasti bisa!. Lucunya, dulu karena tinggal di tempat kumuh, sebagian orang belum mau menerima ajakannya.

"Kalau kamu berhasil, baru saya mau ikut," kata mereka.

Namun setelah berhasil di MLM, Sunarno menagih janji mareka berkata itu. Mereka menjawab, "Lha iya, terang saja Pak Narno sekarang sudah berhasil kok." Jadi lagi- lagi dia disalahkan katanya sembari tertawa kecil. "Itu soal mental. Semua itu kembali ke pribadi masing-masing." tegasnya. Bila teringat akan kehidupan masa lalu, Sunarno masih diliputi rasa haru. Jadi ketika dapat fasilitas rumah dari MLM, Sunarno sengaja memilih di Mojosongo, daerah yang ia huni dulu agar tidak lupa sejarah.

Tapi bila dulu orang meremehkannya sekarang jadi lain, "Kalau lingkungan butuh sesuatu, saya yang lebih dulu dimintai sumbangan," ujarnya.

Prestasi diraihnya memang paling cepat dibanding yang lain. Hanya dalam kurun 27 bulan, Sunarno berhasil menempati peringkat Senior Network Director, posisi tertinggi di MLM Forever Young. Jaringannya kini telah mencapai lebih dari 100 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia. Seiring waktu, penghasilan di atas Rp15 juta per- bulan, sepeda motor, ada mobil, rumah, dan berbagai bonus wisata ke luar negeri telah bisa dinikmatinya.

Artikel Terbaru Kami