Rabu, 12 Februari 2014

Memulai Bisnis Fotokopi Siapa Takut

Kisah Usaha Fotokopi Yulianto


Berkat usaha jasa fotokopi, kini, Yulianto bisa berbangga hati karena usahanya menguntungkan. Ia ketika itu terdorong akan kebutuhan keluarga (kepepet) terus meningkat. Yulianto kemudian dibantu seorang teman di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Tangerang, mulai membuka jasa fotokopi. Usaha tersebut pada awalnya tidak direncanakan nyatanya sukses menghasilkan 30 juta per- bulan.

Berapa modalnya?

Ia berbekal tabungan Rp.500 ribu ditambah pinjaman dari beberapa teman. Dia berhasil mengumpulkan 15 juta rupiah kemudian digunakan buat membeli mesin fotokopi dan bahan baku. Untuk kebutuhan makan sehari- hari, Yulianto bermodal meminjam sana- sini, yah karena uang harian ludes buat modal bisnis. Usaha berunya tersebut kemudian diberinya nama Arta Prima. Seiring waktu usahanya tersebut terus berkembang sedikit demi sedikit.

Di awal 2003 saja, ia telah berani mengambil kredit mikro berarti omzetnya telah stabil. Yulianto mengajukan pinjaman senilai 50 juta di BNI Cabang Palmerah, Jakarta. Uang itu kemudian digunakan olehnya membeli dua mesin fotokopi lain. Jadilah usahanya menjadi lebih besar dan mampu mengerjakan permintaan dalam jumlah partai. Hanya tiga hari saja permintaan tersebut dipenuhi oleh bank. Mereka melihat usaha kecilnya miliknya telah layak. Selain usahanya telah mendapatkan laba tetap, hubungannya dengan Depdiknas juga memperngaruhi.

Inilah yang disebut kekuatan koneksi. Pinjaman tersebut mudah keluar, tetapi harus diselesaikan olehnya itu selama tiga tahun. Demi percepatan tunggakan hutang langsung uang tersebut digunakannya buka cabang baru. Yulianto bermodal 15 juta kembali membuka usaha fotokopi lain di daerah Mampang, Jakarta Selatan, sekaligus penyewaan komputer. Ekspansi bisnisnya ternyata membuahkan hasil ketika itu omzet bisnisnya naik mencapai 30 juta.

Dia bukanlah pebisnis biasa, baginya pelayanan mutlak nomor satu selain itu ekspansi bisnis juga perlu. Lanta dimodali BNI, ia siap mengolah modal baru agar bisa berekspansi lagi- dan lagi. Semua dilandasi oleh niat baik agar bisnisnya bisa membantu semua orang.

Artikel Terbaru Kami