Minggu, 23 Februari 2014

Celana Dalam Bisnis Menguntungkan

Cara Sukses Bisnis Pakaian Dalam



Jangan menganggap remeh bisnis apapun bisa menjadi kunci sukses. Batasan pengusaha bukan dari apa jenis usahanya, namun pengetahuan dan arah bisnisnya. Ada pengusaha hidup memilih wirausaha agar bertahan hidup. Dan, ada pengusaha memilih menggap proses wirausaha sebagai cara hidup atau passion -nya. Lantas bagaimana bisnis satu ini? Bisakah kita sukses dari sebuah bisnis terdengar sepele; bisnis pakaian dalam.

Hanya berbekal bisnis grosir celana dalam seorang mahasiswa bisa membayar kuliahnya sendiri. Keuntungan didapat ternyata cukup menjanjikan. Syarat utama bisnis ini hanya kemauan mencari tau bagaimana cara terbaik memasarkan produk. Bukan perkara gampang memulai bisnis satu ini. Pembelian pakaian dalam untuk partai besar akan mengejutkan ketika tau berapa selisih harga grosir. Bisnis ini bisa profit 200%, sekali lagi, ini kembali tergantung pada kemampuan kamu menjual.

Perhitungan produksi sampai ke pengemasan sudah masuk hitungan loh. Mudahnya, misalnya kamu membeli celana dalam buat dijual kembali sebesar Rp. 2000 per- buah. Lalu kamu akan menjualnya kembali seharga Rp. 10.000. Dan, kenyataannya setiap konsumen akan minimal membeli 3 buah celana dalam satu transaksi. Jika begitu silahkan kamu hitung sendiri keuntungan didapat hanya dari bisnis ini.

Bisnis Lingerie


Jika bisnis satu ini akan berbeda tentunya kamu jalankan. Bisnis satu ini akan gampang- gampang susah dijalankan. Pembeli tentu dari kalang tertentu dan terbatas masih malu- malu katanya. Berbeda dengan hanya fokus pada pakaian dalam; satu set lingerie bisa berharga lebih mahal. Dan, kamu harus berhati- hati karena merek dan model juga bisa jadi sebuah patokan. Sigit Sugiarto, pemilik situs iklan gratis cekiklan.com serta online shop plazashop.com, menjelaskan bahwa bisnis lingerie sedang tumbuh- tumbuhnya.

Ia sendiri mengaku tertarik akan pasar masih malu- malu, masih bisa tumbuh. Seiring bekembang jaman serta berbagai media mengendorse. Bicara soal produk, nah, ini bisa jadi sedikit sulit karena kata model serta identitas merek menjadi perhitungan sendiri. Dari segi harga, produk China memang terkenal akan murahnya, bisalah jika mencoba masuk ke pasar kelas bawah.

"Produk saya impor dari China. Kita browsing-browsing saja di internet cari supplier Cina yang jual dengan harga ok dan terpercaya", tambah Sigit.

Sigit menerangkan lebih dalam kepada Merdeka.com, online shop -nya bisa laku keras dimana 150 minimal order tiap bulan. Untuk plazashop.com, ini nilai besar apalagi online shop miliknya baru satu bulan. Dia lanjut modal bisnis ini terhitung sedikit apalagi bagi kamu jika bisa membuat software sendiri. "10 Jutaan sih cukup ya, karena cuma modal barang, nggak perlu modal bikin software, karena saya sendiri developernya"

Tanpa software? Bisa diatur tentunya beberapa perusahaan ada yang menawari layanan pembuatan situs dan perawatan. Total modalnya paling tidak ada 10 jutaan. Jangan khawatir biaya domain terhitung murah yaitu cuma 150.000 paling besar dan itupun setahun. Untuk produk kelas premium seperti Victoria Secret tentu bisa lain cerita hitung- hitungnya.

Bisnis tanpa batas


Jika kamu bersungguh- sungguh ingin bisnis pakaian dalam atau lingerie; ada triknya nih. Tentu kamu tidak boleh gegabah bisnis ini bisa saja berbalik menyinggung target pasar. Ini menyangkut hal memang masih bersifat sensitif bagi masyarakat Indonesia. Pertama, kamu harus tentukan target pasar antara lain target pasar online atau pasar offline. Keduanya memiliki resiko serta pendekatan berbeda.

Jika memilih bisnis offline maka kamu wajib mencari tempat bisnis yang sesuai agar pembeli tidak mencibir. Masyarakat perkotaan pastilah lebih terbuka tentang masalah seperti ini. Pastikan berbisnis ditempat- tempat sesuai pula, jika di supermarket masuklah pada bagian pakaian. Mereka akan lebih mudah menjadi target market bisnis ini. Jika kamu memilih online ini lebih hemat biaya serta pendekatan lebih mudah. Gunakan layanan subscribe by email, bisnis kamu akan masuk ranah lebih privat jadi tak ada masalah.

Pikirkan baik- baik jika memilih media sosial. Kamu mungkin bisa menggunakan akun perusahaan atau bukan akun asli pribadi. Menurut mobilitas,Twitter lebih cepat dalam sistem bertukar informasi. Namun, sebagai catatan, perlu diketahui Twitter agak kurang aspek privasi termasuk dalam hal tagging. Kalau hal Facebook, kamu akan mudah membangun bisnis seolah membangun sebuah blog. Tawarkan produk melalui tagging atau atur privasi pada setiap postingan.

Pastikanlah pembeli merasa nyaman agar masuk memilih setiap foto diunggah. Kegagalan Facebook, ialah ketika kurang paham akan sistem privasi. Pilihlah akun perusahaan, serta jangan gunakan akun Fans Page karena bertautan dengan akun pribadi. Akun "perusahaan" membuat kamu leluasa meng- add target serta memudahkan dalam privasinya. Kita tahu, tak semua teman di Facebook akan membeli pakian dalam atau lingerie kamu bukan?

Nah, satu lagi pastikan kualitas produk dan pilah antara produk dari China dan produk ternama seperti halnya Victoria Secret. Kamu bisa saja menjual keduanya baik dari China atau produk lain, kamu tak perlu menyebut asal produk, cukup nama lebelnya Jika pelanggan bertanya lebih baiknya kamu berterus terang tentang asal produk- produk tersebut meski asal China. Berikan selalu pilihan seperti produk mungkin lebih baik, tanpa merendahkan produk manapun.

Artikel Terbaru Kami