Rabu, 12 Februari 2014

Bitcoin Sukses Berubah Menjadi Kriminal

Profil Pengusaha Charlie Shrem


Charlie sukses terlahir, tumbuh, dan membangun bisnis pertamanya di Brooklyn, New York. Dia lalu berpetualang ke seluruh penjuru dunia di berbagai kesempatan lain. Dia adalah lulusan Sekolah Menengah Atas Yeshivah of Flatbush Joel Braverman. Ia lulus kuliah Brooklyn College tahun 2011 bergelar Bachelor of Science di bidang Ekonomi dan Keuangan. Dia, pengusah muda Yahudi, mampu berbicara bahasa Inggris, Ibrani, dan Arab.

Pekerjaannya menjadi konsultan membuatnya betah berkeliling dunia. Charlie telah sering mengunjungi negara- negara nan- jauh disana sebut saja, seperti Italia, Israel, Norwegia, Belanda, atau Hong Kong. Dan sekarang ini, ia menetap di New York selapas keluar dari bisnis milik DailyCheckout. Dia telah menjadi konsultan disana, dan banyak bisnis lain buat pengembangan perusahaan. Sekarang- sekarang ini Charlie duduk nyaman, menduduki posisi CEO sekaligus pendiri di BitInstant.

Itu adalah salah satu dari sekian perusahaan Bitcoin terbesar, BitInstant.

Bisnis Bitcoin 


BitInstant menawarkan pembayaran alternatif melalui sistem transaksi tukar digital. Didirikan oleh dua orang, Charlie Shrem dan Gareth Nelson, memulai semua sejak masih di bangku kuliah. BitInstant didirikan tahun 2011 diamana fokus bisnisnya bagaimana memanfaatkan uang digital Bitcoin. Mereka menawarkan kepada pelanggan kemampuan membayar menggunakan Bitcoin di 700.000 toko berbeda. BitInstant bahkan telah sukses memasuki pasar bisnis retail besar seperti Walmart, Walgreens, dan Duane Reade.

Menurut Charlie, transaksi meningkat semenjak Bitcoin bubble. Total transaksi bahkan sudah mencapai "tiga kali lipat" sejak April. Sejak bulan Mei 2013, BitInstant mendapatkan modal kapital senilai $1.000.000 dari Winklevoss Capital. BitInstant saat itu hanya memiliki 16 pekerja termasuk dua pendiri; Charlie dan Gareth. Winklevoss bersaudara menyebut ini bagaimana cara agar perusahaan menigkatkan jumlah pegawai dan aneka produk.

Kemudian sang CEO telah secara resmi menyampaikan kerja sama antara BitInstant dan perusahaan ventur kapital tersebut.

Di Juni 2013, Jumio.Inc mengumumkan bahwa BitInstant telah menggunakan sistem mereka. Perusahaan berbasis Bitcoin tengah memastikan tiap transaksi online terlindungi. Mereka menggunakan sistem dari Jumio Netverify itu. "Tujuan kami yaitu memastikan transaksi Bitcoin agar bisa tanpa kelim sebisa mungkin bagi  pelanggan dan Jumio berperan sebagai kunci dalam mempercepat transaksi," ujar seorang Charlie Strem, CEO BitInsntant. Membuat akun Bitcoin mereka terlindung melalui identifikasi smarphone.

Sistem dari Jumio Netverify adalah cara termudah mengkonfirmasi identitas pelanggan secara real time setiap harinya. Ini benar akan membantu mengurangi penipuan serta biaya yang berkaitan dengan meninjau dokumen atau fax sambil terus meningkatkan konversi nilai. Menggunakan modal kamera smartphone atau aplikasi komputer, konsumen memindai gambar depan dan belakang ID, dokumen menyelesaikan proses verifikasi pelanggan secara real time.

Pada Juli 2013, BitInstant menangguhkan pelayanan, mengatakan pihaknya ingin untuk "memperbaiki kode berdasarkan tren mereka melihat". Dari sinilah hampir 17.300 keluhan layanan pelanggan, dan beberapa hari sebelumnya, gugatan class action telah diajukan atas nama pelanggan atas BitInstant. Pelanggan mengklaim ada kegagalan melakukan layanan dan representasi palsu. Dari sini pula, BitInstant mulai dicurigai bermain curang. Mereka terlihat mencoba menahan Bitcoin milik pelanggan.

Penipuan Bitcoin


Pada 27 Januari 2014, Charlie ditahan atas tuduhan pencucian uang serta pembelian obat- obatan terlarang. Ia disebut sebagai CEO perusahaan Bitcoin asal New York. Bersama Robert Faille, yang keduanya diduga menggunakan Bitcoin senilai $1 juta dicuci di situs Silk Road. Situs yang dikenal sebagai situs jual beli untuk barang ilagal. Atau, mereka biasa disebut Amazon dan Ebay nya obat- obatan terlarang secara anonymous.

Silk Road kini telah ditutup dan si pemilik situs terlah ditangkap di San Fransisco. Dia adalah Ross William Ulbricht atau bernama alias Dread Pirate Roberts. Ia juga diduga pemilik $1 juta dan otak atas Bitcoin yang ditransaksikan oleh Charlie Shrem dan Robert Faille. Sementara Charlie ditangkap di bandara New York's Kennedy Airport, di Minggu. Sementari itu Robert Faiella telah ditangkap di hari senin di rumahanya, Cape Coral, Fla., terang sang eksekutor di dalam jumpa pers nya.

Menurut eksekutor, Robert Faille bekerja menjadi CEO perusahaan Bitcoin bawah tanah. Dia telah lama ditugaskan oleh Dread Pirates Roberts sebagai perantara. Ia bekerja sebagai pengelola akun Bitcoin untuk Silk Tread. Melalui Charlie, mereka diduga akan menjual Bitcoin mereka guna menutupi sumber dana yang tidak halal ini. Mereka mencoba menjual kemudian membeli lagi bermodal Bitcoin. Dalam keterangan tim eksekutor lebih lanjut, Faille berkerja melalui nama samaran BTCKing.

Pada Januari 2014, website BitInstant tidak lagi tersedia, hanya menampilkan halaman kosong.

Catatan: ia sebenarnya memiliki catatan buruk di dalam bisnis. Tempatnya bekerja DailyCheckout, memiliki riwayat sama yaitu bisnis bagus berubah scam. Pertama kali bisnis ini sengatlah terpercaya. Setiap produk yang dibeli akan tiba tepat setelah satu minggu. Namun, lama kelamaan, bisnisnya memburuk dimana produk yang dipesan tidak pernah lagi dihantar. Mereka, perusahaan, tidak pernah mau menjawab telephon ataupun email.

Artikel Terbaru Kami