Senin, 10 Februari 2014

Ada Situs Diskon Singapura Dua bersaudara

Profil Pengusaha Christopher Chong

 

Tahun 2010 dua orang kakak beradik asal Singapura telah sukses merebut perhatian media. Siapa mereka? Mereka adalah Karl dan Christopher Chong, bertaruh atas nama sebuah situs. Keduanya berhasil menarik perhatian sistus diskon terbesar, Groupon. Situsnya beeconomic.com.ph merupakan situs sejenis Groupon. Ini membuatnya menjadi Groupon versi Asia. Keduanya lantas sepakat menandatangani pembelian senilai $24 juta.

Bukan hanya itu, beberapa orang meyakini nilai tersebut bukanlah nilai sebenarnya. Sementara itu keduanya tetap bungkam tentang seberapa besar nilai aset beeconomic sebenarnya.

Bisnis besar


Beeconomic.com (sekarang bernama beeconomic.com.ph) telah menjadi sukses singkat. Situs dikhususkan bagi para pelancong di Singapura, sebuah situs diskon harian. Mereka lantas bercerita bagaimana keduanya memulai dengan mendatangi orang satu per- satu. Tujuannya? Mereka mencoba meyakinkan mereka para pengusaha agar mau bergabung. Karl dan Christopher menawarkan situs deal of the day, atau nanti mereka pemilik usaha bisa menyediakan dan memberitakan tentang diskon apapun.

Kedua bersaudara itu pun kemudian mencari- cari cara agar banyak orangikut bergabung di dalamnya.

"Pada awalnya, kami harus mengetuk pintu bisnis dan meyakinkan mereka untuk bekerja sama dengan kami. Sekarang, bisnis baru, seperti restoran yang dibuka oleh beberapa warga New York yang pindah ke sini, datang ke kami dan meminta bantuan," terang Chris. Karena bersifat Deal of the Day maka setiap diskon di situs hanya akan berlaku satu hari tersebut.

Jika kamu ingin makanan lezat murah, kursus tari, atau pelajaran membuat kue makan anda harus update setiap hari. Diawalnya banyak pengusaha yang tak paham atas konsep bisnis keduanya itu. Mereka tak selamanya mengerti apa itu konsep membeli satu grup, lalu mendapatkan diskon khusus dan bla- bla. Oleh karean itu mereka harus secara khusus mengajari semua orang pemilik usaha dan konsumen tentunya.

Chris meyakinkan mereka melalui etika kerja. Yaitu konsep Beeconomic dimana seorang penjual mampu menjual produk lebih cepat. Melalui deal- of- the day, memungkinkan berita tersebar dari satu akun ke akun lain melalui sosial media. Sebuah cara penawaran cepat tanpa para pengusaha membagi selebaran diskon setiap hari.

"Beeconomic membantu pelanggan kamu menemukan alasan untuk membuat kebisingan di jaringan sosial mereka. Bisnis tidak perlu mengeluarkan sepeser pun untuk menciptakan buzz menggunakan layanan kami,". Cukup pengusaha sebagai patner menentukan produk apa yang akan  di diskon atau penawaran apapun seperti "beli satu dapat satu". Soal marketing atau tentang solusi setiap harinya, Chris dan Karl yang akan bekerja membantu memastikan lebih banyak pelanggan.

Christopher Chong sebagai yang termuda telah menyelesaikan pendidikan hukumnya. Ayahnya, John Chong, adalah pengusaha sekaligus migran. Ia sukses mendirikan The Singapore Monitor, majalah harian yang tutup di 1985. Sedangkan ibunya, Kim, adalah seorang jurnalis sebuah majalah. Keduanya memiliki kisah sukses tersendiri ketika bermigrasi dari Singapura ke Australia. Di umur 8 tahun, ia mengaku dirinya sangat bekerja keras bersama kakaknya.

Mereka membantu bisnis keluarga mereka. Pada saat itu mereka bekerja di perusahaan percetakan sendiri. Berbicara tentang etik bisnis disinilah Chri mendapatkan pelajaran berharga. Keduanya selalu bersama dalam membangun bisnis termasuk Beeconomic.

 "Karena kami menjual konsep baru di Singapura, bahkan penjaga pintu dan pelayan akan menolak kami. Kami merasa berkeringat deras dalam pekaian jas kami," ingat Chris. Beeconomic.com sendiri diluncurkan setelah enam bulan persiapan, tepatnya di Mei 2010.

Apa yang dikorbankan mereka?

Yaitu Chris yang berhentik kuliah. Sedangkan Karl, sang kakak, yang nekat berhenti dari bank di New York. Mereka lalu terbang ke Singapura dan berhenti di sebuah restoran. Keduanya memanfaatkan internet gratis selama berbulan- bulan. Mereka harus menginap di apartemen kecil di Little India. Mereka punya tetangga yang bekerja di konstruksi. Keduanya hanya hidup dari makan mie instant dan berbagi tempat tidur.

Artikel Terbaru Kami