Jumat, 13 Februari 2015

Wanita Arab Berdedikasi di Kewirausahaan


Dia lah Tuba Terekli, pengusaha asal Arab Saudi yang memiliki 20 tahun pengalaman di KSA (perusahaan makanan halal.red). Dia memiliki latar belakang pendidikan dari UOL dan Stanford, serta gelar MBA khusus di bidang Kewirausahaan dan Sertifikat Lanjutan Manajemen Proyek. Wanita yang memiliki jaringan luas di lebih dari 25 negara di pemerintahan, bisnis, lembaga keuangan, aktivis kewirausahaan, lembaga teknologi, Silicon Valley dan universitas besar.

Telah mendirikan dan membangun empat startups sukses di bidang kesehatan, perhotelan, real-estate, dan bisnis lingkungan.  Ia juga telah menerima tiga penghargaan utama, Saudi Growth Fast 100, King Khalid Foundation atas perusahaan- perusahaan yang paling bertanggung jawab dan daftar NUSAAC untuk yang start up terbaik di bidang kesehatan. Dia adalah Tuba Terekli, co-founder sekaligus CEO dari Qotuf Al Riyadah Development Company.

Dia bekerja untuk merumuskan ekosistem kewirausahaan dalam Arab Saudi.

Kewirausahaan sistem


Arab Saudi memiliki budaya kewirausahaan berbeda dengan Indonesia. Menurutnya ada lima poin penting yang menjadi persoalan dalam pertumbuhan pengusaha. Pengusaha Saudi harus menghadapi birokrasi yang berbiaya mahal, mahalnya real estate dan kebijakan- kebijkan baru, kesulitan membangun start- up, sulitnya persyaratan bank, dan sulitnya menemukan patner atau mentor bisnis. Seperti negara lain, Arab Saudi telah melakukan berbagai usaha termasuk Qotuf Al Riyadah.

Apa itu Qotuf? Tuba lalu menjelaskan secara ringkas sebagai private sector membantu tumbuhnya ekosistem guna menyadari talenta wirausahawan, tim pembangun, dan sebagi perusahaan inovatif. Didirikan olenya dan berbentuk perusahaan legal, mereka bersama mencoba membangun pertumbuhan kewirausahaan.Tujuan utama dari inisiatif Qotuf adalah untuk memberikan manfaat bagi semua pengusaha bersedia, seperti startups teknologi, bisnis rumahan, e-commerce, waralaba, wirausaha, untuk beberapa nama lain.

Menteri Tenaga Kerja Adel Fakieh telah memberkati pembentukan Qotuf Al Riyadah olehnya. Dia bahkan meminta secara khusu agar Qotuf untuk mengembangkan berbagai inisiatif. Ia juga menyadari perluanya sebuah inisiatif dari Departemen Perdagangan dan Industri, Dr Tawfiq Al Rabiea. Dia yang akan mendorong setiap hari untuk menghilangkan hambatan dan kemudahan masuk ke pasar. Tuba menyebut peran sosial dari perusahaan yang dipimpinnya tidak hanya sampai disana.

Hari ini industri, seperti perhotelan, pariwisata, desain, waralaba, e-commerce, layanan tingkat tinggi, dan bahkan layanan sederhana seperti telah menghilang dalam 10 tahun terakhir, seperti pemandu wisata. Kesempatan tidak terbatas melalui overhead,  ia melalui teknologi memungkinkan start-up mendorong lebih banyak lapangan pekerjaan.

Bisnis pengusaha


Arab Saudi adalah tanah kesempatan bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha dan begitu banyak tempat-tempat baru terbuka: industri, kota-kota ekonomi dan ekonomi dasar kota primer dan sekunder antara lain. Ketika ia mampu melihat ukuran kesempatan; Tuba terkejut bahwa orang tidak berbondong-bondong untuk membuka lebih start-up. Apa itu start- up? Sebuah model bisnis yang memanfaatkan internet serta berbagai teknologi terbarukan.

"Dalam kewirausahaan semua orang berbicara tentang Bill Gates dan Steve Jobs yang efektif bertugas untuk menumpahkan begitu banyak pusat perhatian pada industri mereka dan Amerika Serikat, dan lebih populer daripada presiden AS dalam sejarah global," terangnya. Ia merasa perlu adanya usaha agar sektor private diperkuat dimana tidak lagi bergantu pada pemerintah. Sektor- sektor yang mampu menambah diversifikasi untuk sektor lain seperti minyak dan tambang.

Dia juga ingin melihat apakah pengusaha dapat memperoleh pengetahuan dari usaha yang telah dilakukan oleh perusahaannya. Mereka menghasilkan hal yang luar biasa dengan layanan Global Accelerator Network, entitas yang resmi akreditasi akselerator sebagai etika, dan benar operasional. Perusahaanya berhasil dalam pengembangan bisnis dari Mesir, Flat6Labs.com. Sebuah start- up bisnis yang menarik perhatian.

"Kami bertemu dan berkoordinasi dengan mereka selama lebih dari setahun dan kami sangat bangga untuk mengumumkan baru-baru ini Flat6Labs Jeddah yang didirikan oleh Qotuf Al Riyadah," sebutnya sebagai salah satu keberhasil. Mereka bahkan telah sukses mensponsori IKEA dan Perusahaan Semen Arab. Qotuf dan dirinya percaya pada misi bagaimana akselerator sangat penting untuk laju mengembangkan pengusaha diperlukan saat ini.

Apakah pemerintah mendukung tentunya telah disebutkan. Namun, beberapa negara masih menaruhkan rasa percaya tersebut kepada non- pengusaha. Mereka ialah orang yang tidak pernah berwirausaha sama sekali, yaitu orang- orang yang di pemerintahan. Tuba menyadari hal tersebut tidak cukup hanya berupa inisiatif- inisiatif kecil seperti universitas, pelatihan, kebijakan pinjaman.dll. Namun, lagi- lagi, mereka tak cukup hanya diusahakan oleh mereka yang tak tau.

"Akankah Anda mengizinkan anak 16 tahun untuk memilih jalur kewirausahaan atau akan Anda berbicara kepadanya dari itu mengatakan ia membutuhkan pekerjaan pertama? " Generasi baru Saudi masih belum dan siap menerima tantangan dan juga mengambil resiko. Disini langkah pasti Qotuf menjalankan inisiatif nya agar membantuk pengusaha Saudi tangguh.

Qotuf telah mengembangkan pendekatan yang unik untuk mengelola seluruh siklus hidup dari proyek-proyek yang dimulai dengan konseptualisasi lalu dengan implementasi penuh, monitoring, dan menginformasikan. Mitologi ini disebut model 8 langkah seperti yang digambarkan dalam grafik:

1. Mengonsep: menetapkan kebutuhan yang jelas mendefinisikan kemungkinan manfaat dan mengeksplorasi intervensi strategis dengan penilaian strategis skala penuh.

2. Kasus Bisnis: jelajahi semua intervensi dan penelitian sebelumnya dengan mencari masukan dari semua stakeholder mungkin . Mengadakan lokakarya untuk melibatkan mereka dalam komite pengarah konsep dan masalah.

3. Rencana: mengembangkan rencana yang bersifat strategis, operasional dan keuangan untuk membantu menggabungkan benchmarking, penilaian risiko, alokasi sumber daya dan aliansi

4. Pilot: buat minimal ada 2 variasi Pilot yang akan menguji asumsi awal, sumber daya, hasil, skalabilitas, dampak, model pelaksanaan dan mengembangkan tahap awal mekanisme pelaporan

5. Revisi: memberikan umpan balik kepada semua pemangku kepentingan pada saat selesainya pilot untuk mengevaluasi hasil dan perencanaan - struktur ulang sesuai kebutuhan dan mengembangkan valid KPI sesuai.

6. Melaksanakan: mulailah implementasi pada skala penuh .

7. Memantau: melaksanakan semua kontrol internal dan mekanisme pelaporan untuk memantau KPI dan memastikan dampak dan hasil yang disampaikan

8. Menginformasikan: hasil ukur selama periode yang disepakati yang dimulai dengan 6 bulan untuk dapat mengukur beberapa tingkat dampak dan mengeluarkan laporan pada akhir tahun fiskal kepada seluruh pemangku kepentingan dengan hasil

Artikel Terbaru Kami