Minggu, 05 Januari 2014

Serabi Kraton Bisnis Waralaba Murah

Kisah Sukses Riyanto Coriel



Gurihnya serabi membawa nama Riyanto Coriel bersama kawan jadi satu pebisnis sukses di bidang kuliner. Kejeliannya  mengambil pasar jajanan lokal hampir terlupakan, ternyata mampu membuatnya bisa sukses besar seperti sekarang. Bisnisnya bernama Serabi Kraton mencoba mengembalikan makanan khas Jawa ini ke singgasananya. Dia berharap mampu mampopulerkan jajanan serabi ke seluruh Indonesia.

"Meski banyak makanan dari luar negeri namun serabi tetap menjadi makanan cemilan yang populer," kata Riyanto.

Rasanya khas memberikan perpaduan antara gurih manis memberikan perbedaan. Kue serabi yang terbuat dari tepung beras, tapi tidak menggemukan. Selain itu serabi pastilah cocok menjadi pengingat mereka para pendatang Jawa di Jakarta. Serabi memang kental budaya Jawa.

"Serabi bisa menjadi obat rindu kampung," jelasnya. Ia pun menambahkan sentuhan moderen agar serabinya bisa diterima siapa saja.

Inovasi tersebut meliputi serabi rasa keju, coklat, stroberi, hingga pisang. Sampai saat ini, total sudah ada 13 rasa serabi karya ide kreatifnya. Meski beraneka rasa, Riyanto tidak merubah esensi bahan utama seperti bahan tepung beras, juga bagaimana cara mengolahnya. Ini bisa menghilangkan rasa unik si serabi. Dia masih menggunakan tungku berarti tanpa sentuhan tabung gas. Termasuk juga adanya rasa pahit dipinggiran masih dipertahankan olehnya; agar tetap tradisional.

Bisnis waralaba


Setahun mendirikan Serabi Kraton, bisnisnya mulai menggurita di berbagai tempat. Dia mencoba hal- hal baru seperti mewaralaba produknya. Dia menawarkan siapa saja untuk bermitra secara waralaba. Sejak di tawarkan 2008, Serabi Kraton telah memiliki lebih dari 150 mitra. Mitranya telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia.Sebagai makanan rakyat maka produknya harus bisa ditemui di mana saja.

Riyanto punya hasrat agar membuat serabi itu didapatkan dimana saja. Itulah alasan utama kenapa bisnisnya harus diwaralabakan. Dalam pikirannya bersama kawanya, serabi merupakan makanan semua orang. Jadi tidak peduli suku, ras, juga tidak agamanya. Semua usia baik muda, tua, atau anak- anakpun diyakininya akan suka rasa serabi kraton. Tidak cuma itu di acara apapun pasti bisa masuk. Artinya pangsa pasarnya bisa luar dan melalui waralaba lah.

"Serabi bisa  dimakan dimana saja, di rumah, kantor, acara resmi maupun keluarga, sebagai suguhan serabi tetap bisa menjadi camilan favorit. Artinya, pangsa pasar jajanan ini sangat luas dan tak terbatas. Apalagi dipastikan halal. Dan yang jelas, tidak mengenal musim. Cocok dimakan kapan saja dan di mana saja," jelas Among Kurnia Ebo, Riyanto Coriel, dan Usman Widodo, trio pemilik waralaba Serabi Kraton.

Mereka kemudian menjualnya melalui gerai- gerai mungil berukuran 150cm x 60cm bisa ditempatkan di berbagai sudut. Ini akan mempermudah gerai tersebut dibuka ditempat yang tidak terlalu luas. Bukankah bisnis tidak hanya soal luasnya tetapi strategisnya. Serabi Kraton telah menuai sukses besar di Yogyakarta sejumlah 9 gerai. Agar bisa dinikmati siapa saja, serabi tersebut dijual seharga Rp.1.000- Rp.1.500 per- buah hingga bisa dibeli anak- anak sekalipun.

Riyanto mengklaim waralabanya termasuk murah. Dulu harga waralaba Serabi Kraton ini berkisar Rp.7 juta saja. Kini harganya memang menjadi Rp.20 juta untuk mewaralaba produknya. Namun ia mengaku hal ini terjadi dikarenakan penambahan fasilitas. Ia menawarkan harga Rp.20 juta, pewaralaba akan mendapatkan tiga outlate sekaligus. "Saya sesuaikan, karena banyak mitra yang meminta tiga outlate sekaligus," terangnya. Jika dihitung 3 x 7 juta maka dulu harga waralabanya mencapai Rp.21 juta.

Pewaralaba akan mendapatkan omzet sekitar Rp.300.000- Rp.1 juta per- bulan. Itu pun dihitung per outlet atau bisa menjadi Rp.9 juta- Rp. 3 juta. Tidak ada beban royalty fee, itulah bedanya dengan waralaba lain. Hanya saja kamu wajib membeli dari si empunya merek semua bahan- bahannya. Salah satu mitra Serabi Keraton, Agus Isyanto di Sragen, Jawa Tengah, mengaku bisa mengantongi omzet hingga Rp 300.000 dari menjual 1.000 serabi seharga Rp 1.000 per satuan.

Masa BEP (Break Event Point) atau masa balik bisnis Serabi Kraton sangatlah cepat. Paling cepat 3 bulan saja, jika anda mencoba menjadi pewaralaba yang tekun dalam pemasaran, atau 6 bulan paling lambat. Si empunya waralaba menghitung bahan yang diambil satu gerai sekitar 2,5 kg setengah hari. Omzet setengah hari bisa mencapai Rp.7,5 juta dan keuntungan mencapai Rp.1,8 juta. Sehingga dalam empat bulan modal bisa kembali.

Serabi Kraton sendiri terdaftar di Dephukham RI, jadi pewaralaba terlindungi secara payung hukum. Kamu yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Serabi Kraton dan prospeknya tidak perlu bingung atau tergesa. Mereka sudah mempunyai website sendiri, di www.serabikraton.com .Atau, kamu bisa saja datang langsung ke dapur produksinya di Jl Waringin 6 Geplakan, Banyuraden, Gamping,  Sleman, Jogjakarta. atau telepon saja ke hotlinenya (0274) 7167070 dan 0819 0424 0282.

Artikel Terbaru Kami