Kamis, 02 Januari 2014

Sandal Sabertooth Jual Sandal Gunung Inovatif

Profil Pengusaha Yayat Hidayat



Sosok pengusaha bernama Yayat mungkin bukanlah sang penemu sandal Sabertooth. Tetapi kehidupannya tak jauh dari sandal gunung inovatif ini. Yayat Hidayat, pria 34 tahun, kini tengah sibuk menggeluti bisnisnya yaitu sandal gunung. Bagi warga Bandung mungkin tak akan kaget, dan tau betul siapa sososknya. Ia adalah salah seorang dibalik suksesnya sandal Doddy di era 1980 -an, yang menjadi sandal wajib pendaki gunung. Sejak 2010, nama sandal Doddy hilang, kemudian menjelma menjadi sandal Sabertooth.

Ia bukanlah pencipta atau pemilik merek sandal Doddy yang kini bernama Sabertooth. Namun, dia lah salah satu perajin dan pendistribusi pertama, bersama si empunya tentu. Kisah sandal gunung ini dimulai ketika dirinya berkuliah di jurusan teknik mesin Universitas Pasundan, Bandung. Kebetulan keduanya (dia dan pemilik sandal Doddy) memang sama- sama aktif kegiatan di masjid. Pada 2002, dia mulai bekerja sama dengan Doddy, yang memintanya menjadi pemasok sandal miliknya.

Bekerja nekat


Dia adalah Doddy Kasoem, pemilik sandal Doddy, yang juga pengusaha pemilik bisnis peralatan outdoor bermerek Jayagiri. Tawaran bisnis tersebut menarik, namun ia mengaku awalnya tak begitu paham tentang cara pembuatannya. Dia sukses cuma jadi pemasok sandal. Setelah dua tahun atau tepat di 2004, arah bisnisnya lebih berminat ke dunia otomotif daripada bekerja bejualan sandal. Sang ayah -lah yang menjadi penyemangatnya, membantunya membuat sandal gunung tersebut.

Ayahnya adalah salah satu perajin sandal di kota Bandung. Pelajaran sang ayah, mengasah kemampuannya membuat sandal terbentuk, "saya belajar dulu, dan berulang kali desain saya ditolak," jelasnya, kemudian juga jadi salah satu pembuat sandal merek Doddy.

Ia rutin memasok hingga 500 buah setiap bulan. Kemudian juga menjadi pembuat sandal pula. Meski atas namanya tidak tertulis sebagai pemegang hak paten sandal Donny; Yayat tak permasalahkan hal itu. Baginya bisnisnya merupakan kesempatan langka dan jadi pelajaran berharga. Harga sandal dipatok olehnya saharga Rp.30.000. Saat itu, toko milik Doddy masih ada tiga di kawasan Bandung. Sebelumnya toko miliknya telah mencapai puluhan hingga ke Sumatra.

Suatu hari di 2008, Doddy mengaku ingin fokus pembuatan peralatan outdoor merek Jayagiri. Lantaran punya jalinanan bisnis kuat, sudah seperti keluarga, ia memutuskan untuk menyerahkan mereknya kepada Yayat. Jadilah dia menjadi pemilik baru merek tersebut yang kemudian berubah menjadi Sabertooth. Hingga tahun 2009, Yayat masih bertahan memakai nama sandal Doddy. Akhirnya, ia menemukan titik jemuh ketika arah bisnisnya tidak terlihat lagi.

Ia membutuhkan inovasi baru dalam bisnisnya. Setelah membaca pasar baik- baik, pada 2010, nama sandal Doddy resmi berubah menjadi Sabertooth. Sandal gunung aneka warna bukan monoton pada warna- warna gelap saja.

"Bisa dibilang, ini adalah sandal outdoor pertama yang berani menggunakan aneka warna," ujuranya.

Bapak tiga anak ini mulai menyadari pasar dunia maya. Sejak itu pula, dia mulai getol- getolnya menawarkan produk Sabertooth melalui berbagai media sosial. Modal awalnya hanya 10 juta diambil dari tabungan. Pada Februari 2010, dia mendapatkan suntikan modal dari PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII sebesar Rp.20 juta. Sejak diluncurkan pada April 2010, setiap bulan permintaan akan sandal bisa mencapai 2.500- 4.000 pasang sandal.

Di luar merek sendiri milinya, ia juga ternyata memasok dua merek lain yang totalnya mencapai 300 pasang. Yang menarik ialah ternyata bisnisnya dijalankan oleh 10 perajin, meskipun permintaan datang setiap bulan. Yayat mengaku memproduksi ribuan sandal tiap akhir pekan. Permintaan tersebut bahkan melonjak 2.000 buah di bulan suci Ramadhan; dia tak keberatan. Tahun 2012, ia memberanikan diri membuat produk lain yaitu t- shirt.

Kurang dari enam bulan, kaos Sabertooth terjual hampir 1.000 potong, tahun 2013 -an, Sabertooth sudah memiliki produk lain, seperti jaket, jas hujan, tas pinggang, gaiter dan beberapa produk outdoor lain. Dari berbagai produksinya, sandal aneka warna lah menempati 70% yang dipasarkan. Sisinya adalah sandal biasa atau berwarna gelap. Mozetnya mencapai Rp.70.000- Rp.85.000 per- pasang, atau senilai ratusan juta per- bulan.

Melalui dunia maya, ia menggunakan wadah Twitter, Facebook, forum jual- beli, dan website sendiri. Juga bermodal situs resmi merek dagang yakni di sabertooth.co.id, produknya menawarkan penjualan sampai ke negari tetangga, Malaysia. Motonya yaitu "Extreme Adventure".

Artikel Terbaru Kami