Jumat, 03 Januari 2014

Sabun Herbal Meluncur Deras Kerja Keras

Profil Pengusaha Wiyana Dewi



Dia, Wiyana Dewi memang lah memiliki jalan berliku hingga menjadi pengusaha. Ia pernah bekerja sebagai pegawai di perusahaan kosmetik. Tepat di tahun 1999, krisis ekonomi menghempas perusahaan tempatnya bekerja. Dia diharuskan berhenti karena perusahaan tersebut gulung tikar. Kejadian itu menjadi menakutkan baginya karena telah bekerja lebih dari 19 tahun. Demi bertahan hidup ia pun bekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Dia dikenal sebagai sosok peduli. Uang hasil jerih payahnya selalu dibagikan sebagian untuk keperluan adik- adiknya. Dia rela mengorbankan kuliahnya sendiri di farmasi dan memilih bekerja saja. Semua jerih payahnya demi melihat kakak dan adik- adiknya berhasil dalam pendidikan. Kini, ia diharuskan berusaha sendiri yaitu membuat usaha mandiri mapan. Dia memulai usaha pembuatan sabun. Tak disangkan bisnisnya menjadi lebih baik daripada bekerja di perusahaan.

"Waktu terkena PHK, saya benar- benar bingung. Mau kemana masa depan saya dan keluarga? Sementara saya masih punya tanggung jawab yang harus dituntaskan," terangnya.

Wiyana sedari kecil telah jatuh cinta akan dunia kosmetik dan kecantikan, membuka usaha pembuatan sabun herbal. Pertamanya, dia hanya membeli bahan baku yang sudah jadi. Ia lantas menjualnya langsung ke konsumen. Pada saat itu ia mengaku hidup prihatin.

"Untuk makan saja susah," kenangnya.

Bisnis herbal


Tak putus asa menjadi bekal utama bisnis baru dirintisnya. Dia menemukan jalan bisnisnya ketika berkenalan dengan seorang supplier peralatan mandi hotel. Waktunya bersamaan, ia bisa mendapatkan pesanan sampo khusus untuk mencuci montor. Dia begitu bersemangat mengerjakan proyek satu ini. "Saya angkut- angkut sendiri bahannya pakai celana pendek yang penting saya bisa memenuhi pesanan," ucap anak kedua dari empat bersaudara ini.

Dia lantas menunjukan tempat bisnis miliknya di sebuah rumah di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Di sana bisnis kecil ini berkembang menjadi bisnis menjanjikan. Pasanan mulai berdatangan, Wiyana kini telah memiliki beberapa karyawan. Meski begitu ia masih ikut andil dalam proses pembuatan produknya. Lain cerita akan pernikahannya, ia telah berpisah dengan sang suami meninggalkan dua anak di tahun 2003 lalu.

"Saya memulai ke titik nol karena perceraian itu," ujar wanita 54 tahun yang masih sendiri kini.

Kehidupannya terus berjalan ketika ada bisnis yang terus tumbuh memerlukan perhatian. Ia mengaku banyak dibantu oleh pihak bank, Bank Tabungan Negara (BTN). Dia dimudahkan secara permodalan. Modal yang diberikan pihak bank bahkan mencapai Rp.300 juta. Wiyana sendiri telah menjadi nasabah sejak 1984, telah memutuskan mengambil rumah yang ditempatinya sebagai tempat usaha. Pinjaman tersebut digunakan untuk membangun pabrik kecil- kecilan.

Dia juga membeli aneka masin produksi. Berjalan waktu pula Wiyana tak lagi hanya berproduksi memenuhi kebutuhan peralatan mandi hotel; hingga menerima pesanan supplier. Ibu dari sepasang putra- putri, Michel dan Felisia, mengaku bahwa bisnisnya itu banyak dibantu anak- anaknya jga. "Michel banyak membantu pengembangan usaha saya dengan beragam inovasi," terangnya bangga. Saat ini inovasi tersebut dapat dilihat dalam pengembangan sabun transparan beraneka desain.

Produk ini tidak hanya mengandalkan bahan baku namun karya seni tersendiri. Dalam sabun sudah diberi aneka gradasi atau foto- foto, bahkan produknya ada yang berbentuk cocktail. Produl sabun lainnya yaitu sabun herbal seperti sabun berbahan pepaya atau sereh. "Ke depan kita akan terus melakukan inovasi," katanya. Ia bahkan telah mematenkan tiga produk utama yaitu pasta gigi freshmint, sabun we- ef, dan produk sampo.

Hingga kini, produknya telah mencapai seluruh penjuru indonesia, bahkan luar negeri. Anehnya, ia tidak pernah menggunakan jasa selesman sekalipun. Wiyana telah mampu menghasilkan omzet mencapai Rp.100 juta per- bulan. Bisnis ini mampu mempekerjakan 27 karyawan rata- rata anak kurang mampu di lingkungan sekitar. Guna memperlancar operasional usahanya, dia sudah menggunakan kendaraan Daihatsu Gran Max sejak setahun lalu.

Meski kesuksesan telah diraih, Wiyana tetaplah hidup sederhana. Dia ingin kehidupannya bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya itu saja.

Artikel Terbaru Kami