Sabtu, 04 Januari 2014

Roihatul Jannah Inovator Boncengan Anak Helmiat

Profil Pengusaha Roihatul Jannah

   

Nama Roihatul Jannah (29 tahun) memang mendadak terkenal setelah inovasinya menang perhargaan. Dia bahkan memenangkan lomba Shell LiveWIRE Business Start-Up Award 2008, pada 11 April 2008. Berkat inovasi Helmiat Bonceng Bocah, cita- citanya menjadi pengusaha sejak lama akhirnya tercapai juga. Konon saat itu, Iat (nama panggilan) tengah menghadapi sulitnya menemukan kursi untuk membonceng putrinya yang duduk di playgroup.

Dia berkreasi sebisanya agar sang putri bisa duduk nyaman. Ia berkisah pada saat itu keluarganya tinggal di kelurahan Sukamaju Baru, Depok, Jawa Barat. Dia sering mengantar anaknya, Hasnah, yang masih 3 tahun ke playgroup di Kelapa Dua dimana jaraknya mencapai 6km. "Hasna (anak bungsunya) sekolahnya jauh karena memang mencari yang bagus," katanya. Iat mengantar anaknya dengan sepeda motor. Tetapi ternyata si kecil sering terlihat mengantuk ketika duduk.

Demi keamanan, ia pun meminta saudara untuk menjaganya tetapi tidak bisa setiap hari. Mulailah terpikir membeli kursi balita. Tetapi ternyata tidak ada orang menjual produk khusus dipasang di sepeda motornya. "Saya tanya ke toko hingga nyari di internet, nggak ada yang jual," tuturnya. Dia memang memiliki bakat desain sejak sekolah dasar, bahkan sampai sekarang. Ketika akan membeli kursi atau meja, maka ialah yang mendesain.

Dia pun segera mendesain alat keamanan khusus motor itu.

"Saya melihat di motor, kira- kira alat ini bisa dipasang di bagian yang mana. Ternyata ada peluang, lalu saya minta tolong ke bengkel las. Desainnya seperti ini, bahannya dari satainless. Tapi kan harus ada bantalnya, biar enak. Awalnya sederhana," terangnya, melalui Tabloid Nova.

Akhirnya Iat mendesain sendiri kursi itu buat si bungsu, "proses mendesainnya sangat cepat, sehari jadi," katanya. Setelah itu dia membawa desainnya tersebut ke tukang las untuk dibuatkan,  esoknya kursi bonceng bocah sudah jadi. Ia pun memakainya untuk mengantar si-bungsu Hasna ke playgroup. Menurutnya selama enam bulan ia hanya memakai kursi itu untuk mengantar putrinya. "Belum terpikir peluang bisnis," katanya. Nah, selama itu sudah ada tanda-tanda permintaan cukup tinggi.

"Kalau lagi berhenti di lampu merah banyak yang nanya kursi itu belinya dimana?" Iat mengingat kembali. Namun produk itu belum punya sistem keamanan paten. Ia tak mempedulikan betul tentang itu; ia hanya menggunakan gendongan bayi diikat ke badan. Terus produk itu digunakan untuk mengantar anaknya ke sekolah. Banyak orang memperhatikan terutama ketika lampu merah. "Bu, beli dimana," tanya seseorang di jalan.

Ia pun mendapatkan keyakinan oleh pertanyaan tersebut. Dia bisa memulai bisnisnya dari inovasinya ini. Wanita 30 ini kemudian memberi nama produk barunya yaitu Helmiat Bonceng Bocah, dan menjadi produk laris manis. Produknya tak langsung sempurna, perlu beberapa kali desain kembali. Dia menjualnya melalui brosur yang dibagikan teman- temannya. Melalui acara bertajuk Shell start- up, bisnisnya semakin dikenal serta mendapatkan suport sebagai bisnis baru.

Mereka kala itu mencoba mencari usaha start-up oleh mahasiswa, yang mungkin digunakannya setelah lulus. Iat kemudian mendaftarkan produknya lalu masuk ke tahap seleksi hingga jadi salah satu pemenang. Melalui perlombaan itu ia mendapatkan modal 20 juta lalu membangun bengkel sendiri.

Suka duka bisnis


Bengkel yang telah dua bulan itu berdiri kini menjadi sorotan media. Sejak masuk televisi, Iat mengaku tidak bisa berhenti menerima panggilan. Ketika mengantar anaknya ke sekolah, ada 14 nomor berbeda di layar. Sejak itu, ia mulai menyadari perbedaan hidupnya kini. Ia telah resmi masuk ke dunia bisnis. Dia pun keluar dari pekerjaannya sebagai asisten dosen. Itungannya seminggu, bengkel sanggup berproduksi sekitar 50 unit. Itupun baru dari bengkel sendiri, belum bengkel orderan.

Satu Helmiat akan dijualnya seharga Rp. 250.000 per- unit. "Saya enggak mau nurunin harga dengan nurunin kualitas. Kami pakai bahan stainless steel," jelasnya. Produk tersebut akan disesuaikan jenis motornya. Dan, warna boncengan akan disesuaikan si anak; laki- laki atau perempuan. Untuk memperluas pasar, ia memiliki sekitar 50 distributor, dan setiapnya diberi 50 unit. Ia menargetkan barang yang dijual akan naik agar tidak ada kekurangan stok di distributor.

Distributor sendiri masih dalam tahap penjajakan ada di Medan, Surabaya, Jakarta. Sedangkan produknya sudah sampai ke Lampung, pekan baru, palembang, padang, Samarinda, Balikpapan, Pare-pare, Bali, NTB, NTT, Ambon, Papua. Bahkan, ada pembeli, warga Indonesia yang memesan dari Jerman. Iat pun memiliki website sendiri untuk berpromosi, yaitu www.helmiat.com. Ia menjalaskan dalam menjalankan bisnis tidak hanya satu bengkel saja.

Iat bekerja sama dengan bengkel- bengkel lain (terutama bengkel pertama kali produk dibuat), tentu ada perjanjian di atas materai. Perjanjian tersebut agar produk yang dibuat harus dipesan dulu ke dirinya. Saat ini ia telah memiliki enam karyawan, seorang di administrasi, pekerjaan umum, dan bagian perakitan. Selain itu, ada karyawan part time yang ikut bekerja disana. Bengkel di jalan Bakti Abri No 112, kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok.

Kini tidak lagi hanya satu tipe. Mereka memproduksi 3 tipe yaitu standar, luxi, dan ross. Harga tipe standar yaitu Rp.300 ribuan, luxi dan ross lebih mahal sampai Rp.350 ribuan. Perbedaan keduanya hanya pada konsep sandaran belakang. Pada standar ketinggian sandaran sampai punggung, sedangkan yang lain sampai leher. Menurutnya kendala terbesar ada pada jenis jok motor. Walau sama merek atau jenis, joknya bisa jadi lebih luas.

Untuk mengatasi hal itu, dia menyiapkan untuk berbagai motor. Iat menambahkan sistem purna jual yaitu garansi satu tahun. Dalam hal ini, dia jadi sering mengalah karena pembeli ibu- ibu pasti tak mau rugi. Dia tau pasti karena begitu pula dirinya. Misalnya ada yang minta garansi, namun ternyata sudah pernah dibawah ke bengkal lain bahkan dilas kembali. Sikap profesional pula lah yang mengantarkan dirinya menjadi salah satu finalis Asia’s Best Young Entrepreneurs Award 2009 versi majalah Business Week.

Artikel Terbaru Kami