Minggu, 12 Januari 2014

Yuk Jadi Reseller Keripik Karuhun Keripik Bandung

Profil Pengusaha Sukses: Yana Hawi Arifin



Kisah Yana Hawi Arifin, hidupnya tentang selalu memutar otak ketika menghadapai kerasnya kehidupan. Dia sempat merajai melalui bisnis properti di tahun 1994, namun jatuh pasca krisis moneter tahun 1997- 1999. Kejadian ini membuatnya meninggalkan hidup mapan khas pengusaha miliaran. Harga propertinya anjlok memaksanya mencari sumber bisnis lain. Setelah lama berdiskusi dengan seorang keponakan, bisnis kripik pedas pun lahir darinya.

"Namun saya berpikir harus ada pembeda karena yang jual keripik sudah banyak sekali. Setelah pikir sana-sini kami putuskan bahwa Keripik Karuhun identik dengan renyah dan aroma daun jeruk," jelas Yana.

Yana mengaku awalnya sulit memperkenalkan kripik karuhun. Awalnya ia dibantu oleh sanak saudarnya yang kemudian tersebar luaslah. "Saya suruh keponakan- keponakan untuk memperkenalkan kripik ke sekolah, bagi- bagi saja ke teman mereka. Tujuannya mengetes pasar," terangnya. Setelah itu dengan bermodal mobil yang ditempeli stiker; ia mulai menjajakan produknya berkeliling Bandung tanpa arah.

"Supir sampai bingung mau ngapain sebenarnya, tapi saya bilang jalan saja pokoknya," tambahnya.

Ia kemudian menemukan titik- titik bisnisnya setelah berputar- putar selama seminggu. Sejak diluncurkan, bisnis setelah dua minggu, produknya hanya mampu menjual 5-6 bungkus. Ini memberikan tekanan kepada dirinya dan pegawai. Jika dihitung jumlah penjualan cuma mencapai 32 bungkus.

"Saat- saat inilah mental seorang pengusaha diuji. Pilihannya hanya dua, mau lanjut atau pindah haluan bisnis lain. Dan saya pilih lanjut, saya yakinkan mereka produk kita unik dan pasti akan besar," ujar pria ini.

Dengan mental pengusaha, Yana berhasil merebut hati pasar ketika produknya mulai dikenal. Mereka bisa menjual kripik karuhun mencapai 20 ribu bungkus. Berapa omzetnya? Ia mengaku omzetnya telah mencapai angka puluhan juta rupiah. Kesuksesan itu tak lepas melalui konsep unik dalam marketing, yaitu mengadopsi sistem multi level marketing. Ia memberdayakan mahasiswa dan kaum muda lainnya berjualan. Dengan ini bisnisnya mampu masuk ke target pasarnya.

Melalui sebuah seminar "Entrepreneur In Action, Road to Success Entrepreneur", Yana menuturkan bahwa tiap pengusaha harus punya mimpinya, ide-ide, dan aksi akhirnya. Tanpa mimpi akan sia- sia saja karena tidak bisa berbuat apa-apa. Dia berkata soal ide tidak perlu mencari jauh. Yana meyakinkan pebisnis pemula agar melihat apa disekitarnya. Produknya terbuat dari singkong asli dengan rasa pedas luar biasa. Kripik dijual resmi dalam situs Keripik-Kahurun.com.

Selain singkong, kini produksinya berinovasi yaitu Keripik Sambel Ijo, Gurilem Karuhun dan Kerupuk Kulit Karuhun. Namun berbeda produk sejenis, Yana menciptakan fokusnya pada rasa pedasnya bukan tentang level. Aneka rasa pedas membuatnya menjadi pilihan mantab ketika ingin rasa gurih peda atau manis pedas. Kemudian Keripik Balarea setidaknya menjadi  senjata ampuh lain miliknya. Ini tidak memiliki perbedaan secara mencolok, namun dengan kemasan lebih kecil.

Bisa diartikan kripik yang diluncurkan pada Februari 2013 lalu, akan menjadi produk ramah kantong karena dijual bungkus kecil. Terbukti setelah 3 pekan diluncurkan olehnya, sudah 700 ribu bungkus keripik jenis ini terjual. Keripik Balarea mulai tersebar dari satu kota ke kota lain. Bahkan telah terjual hingga hampir seluruh wilayah di Indonesia. Prinsipnya berinovasi terbukti memapu mematahkan pendapat bahwa keripik miliknya tidak dapat bertahan.

Artikel Terbaru Kami