Jumat, 10 Januari 2014

Pengusaha Muda Terbaik Singapura

Biografi Pengusaha Leonard Tan



Leonard Tan Khang Hwee (lahir 3 Agustus 1978) atau Leonard Tan, adalah pengusaha muda asal Singapura atau lebih dikenal sabagai pendiri dan CEO PurpleClick Media. Dia menjadi satu- satunya di Asia Tenggara yang diakui oleh Google, Yahoo! dan Baidu. Tahun 2008, dia dinominasikan oleh Bloomberg Businessweek menjadi salah satu "Asia's Top 25 Best Young Entrepreneur".

Semua berkat kekuatannya berbentuk visi kewirausahaan, kreatifitas, dan serta kemampuan menghadapi tantangan dengan solusi inovatif.

Awal bisnis


Tan terlahir dari keluarga keturunan China Singapura. Keluarganya bukanlah orang berlebihan, membuatnya bekerja keras demi tambahan uang saku sejak masih bersekolah dasar. Dia menjalankan bisnis jual- beli penghapus ketika itu. Pengalaman pertama membangun bisnis sebenarnya ketika mengambil kuliah bisnis di National University of Singapore. Di universitas itulah, ia justru menjadi sibuk menjalankan bisnisnya hingga mengganggu kuliahnya.

Ia jarang masuk, mendapatkan nilai buruk, tetapi tetap menghasilkan nilai cukup. Dia selalu sibuk sendiri menjalankan bisnis konsultasi keuangan, tepatnya konsultasi biaya kuliah. Dia mencocokan mereka yang memiliki nilai buruk dan mahasiswa menginginkan uang lebih. Tan akan menemukan mereka dalam simbiosis saling menguntungkan. Proses marketing otodidak, promosi iklan semampunya, dan administrasi menjadikan mereka (dia dan teman- temannya) kehilangan arah di pekerjaan kuliah.

Dia harus membayarnya ketika hasil kuliahnya. Bahkan nila akademisnya tidak terlalu mengesankan untuk menjadi pegawai berpotensi.

"Saya memilih melanjutkan pendidikan saya dan meningkatkan kualifikasi," ujarnya.

Dia tertarik akan hal- hal berbau teknologi, terutama segala tentang e- commerce. Jadilah Tan kemudian memilih satu program master dibidang khusus e-commerce di Chicago tahun 2002- 2004. Ia masuk ke Illinois Institute of Technology, lalu mengambil jurusan Master of Commerce in eCommerce. Seperti diduga olehnya, memang jiwa kewirausahaan itu begitu kuat melekat dalam dirinya meski masih di negeri orang. Ia lantas memutuskan mengerjakan bisnis lain disana.

Ia menjual buku pelajaran bekas seharga 60%- 50% lebih murah dari harga barunya. Dia lantas mendatangi mereka para mahasiswa yang sudah tidak membutuhkan buku lamanya. Tan kemudian menjualnya ke eBay, Amazon, dan situs jual beli lainnya.

"Saya pergi ke kantor pos hampir setiap hari dengan apa saja mulai dari satu sampai sepuluh buku yang akan dikirim ke berbagai wilayah dari Amerika. Saya benar-benar tenggelam dalam e-commerce, efektif mempraktekkan apa yang saya pelajari," kenangnya.

Namun, sang pengusaha muda justru menemukan kendala ketika kembali ke Singapura. Mereka yang akan mempekerjakan dirinya merasa minder atas pendidikanya. Mereka khawatir dirinya akan terlalu terkualifikasi oleh bisnis mereka sekarang, atau meradang karena dibayar dibawah kualifikasinya. Tidak lama kemudian, ia mendapatkan pekerjaan menjadi salesman menawarkan kartu kredit dari rumah ke rumah. Dimasa- masa itulah, Tan mendengar Yahoo! tengah mencari manajer penjualan.

Bisnis mandiri


Tan mendaftar dan akhinya ditunjuk memasarkan kembali produk layanan Yahoo!. Dia menggunakan segala upaya seperti pengalaman dan pendidikannya di bidang e-commerce. Ia telah berhasil menaikan pendapatan perusahaan hingga beberapa ribu. "Saya melihat potensi yang lebih besar di pasar ketika sebagian pelanggan saya bertanya kepada saya, "Bagaimana dengan Google atau MSN?" Saya tidak bisa mempromosikan produk- produk ini kemudian, karena mereka pesaing Yahoo!," ia mendapatkan sesuatu dari sana.

Dia nyadari pengguna produk online menyukai semuanya. Mereka cenderung memilih menggunakan semua menjadi satu. Sakali lagi insting bisnis memaksa dirinya keluar dari zona nyaman. Ia lebih memilih keluar dari perusahaan Yahoo! bersiap berbisnis sendiri di luaran sana. Tan mengakui insting bisnis ini berasal dari sang ayah, yang telah mengajari membeli sesuatu seharga 10 sen lalu menjual 20 sen. Dia bersama seorang teman telah berinvastasi $100.000 untuk bisnis tersebut

Di awal, bisnis barunya berkantor di kantor kecil, sekecil ruangannya sekarang. Keduanya bekerja sebagai tim dua orang. Mereka mencoba mencari beberapa orang. Banyak perkerjaan lari ketika melihat keadaan di dalam kantor mereka. Patner bisnis satu- satunya menyerah memilih kembali ke pekerjaan semula. Tan tidak berhenti karena secara mental dirinya telah siap. Dan, keajaiban itu datang, teman sekantornya di Yahoo! muncul memberikan sedikit pelatihan.

Dia memastikan semuanya direncanakan secara matang.

"Saya memastikan saya menetapkan sebuah tujuan dan sasaran untuk tumbuh di pendapatan, jangkauan pasar dan ukuran, untuk tim saya untuk dicapai setiap tahun. Orang-orang akan tinggal bersama anda dan merasa yakin tentang prospek mereka ketika mereka melihat perusahaan anda tumbuh," terangnya. Tidak ada satupun mau bekerja di kantor kecil yang tak terlihat maju.

Tan juga mengerjakan berbagai pelatihan agar mencapai tujuan. Ia selalu memberikan penghargaan kepada staff terbaiknya. Ia mencoba menumbuhkan rasa puas, bangga, dan termotivasi maju di seluruh staff nya. Semua menyebutnya bermoto "Think Deeper", mampu membuat mereka terdorong lebih lagi. Tan berkata kepada mereka nilai tertanam di kenyataan bahwa mereka mampu menyelesaikan permasalahan sukar; setiap orang mampu menghadapi masalah mudah, tetapi kita baik karena kita berpikir lebih keras.

Contact Person:

Leonard Tan
Chief Executive Officer
leonard@purpleclick.com

PurpleClick Media Pte Ltd
315 Outram Road
Tan Boon Liat Building
#12-08B
Singapore 169074
Tel: +65 6533 8655
Fax: +65 6533 5322
www.purpleclick.com

Artikel Terbaru Kami