Kamis, 12 Februari 2015

Konsultan Online Perusahaan Besar Blue Chip

Biografi Iim Fahima Jachja


Iim Fahima Jachja lahir di Semarang, Jawa Tengah, 7 Februari 1978 ini, diumurnya ke 27 tahun telah memilih jalannya di dunia digital. Dia setelah menamatkan pendidikan dari Akademi Komunikasi Media Radio dan Televisi, telah memiliki hidup yang nyaman dengan pekerjaannya. Dia bersama suaminya, Adhitia Sofyan, keluar dari perusahaan agensi periklanan. Mereka memutuskan membangun bisnisnya sendiri dari melalui sebuah komunikasi. Mereka menjadi pengusaha dibawah bendera Virus Communications.

Dia memulai karirnya sebagai seorang copywriter. Tepat di 2002, di usia 24 tahun, Iim telah mapan secara finansial sebagai kepala senior copywriter di sebuah agensi iklan besar. Dijalannya, perubahan pola pada komunikasi membuatnya ingin menjadi seorang pengusaha. Dia ingin berkomunikasi melalui dunia digital. Tak bisa dipungkiri, pengguna internet telah sebegitu besarnya di Indonesia. Dan sekarang, pengguna internet di Indonesia telah mencapai nilai 32 miliar pengguna, angka terbesar di Asia Tenggara.

"Di Indonesia, pengguna internet terdiri dari banyak orang dengan daya beli yang tinggi. Setengah dari mereka berpenghasilan lebih dari Rp 3 juta per bulan, sementara sekitar 11 persen memiliki pendapatan yang melebihi Rp 11 juta per bulan, "kata Iim.

Tahun 2005, bersama suaminya, Adhitia Sofyan, yang kala itu masih menjabat senior art direktur di sebuah perusahaan periklanan sepakat membuka sebuah bisnis. Mereka bersama- sama menjadi pegawai sekaligus pendiri perusahaan Virus Communications. Orang pernah menyebut mereka gila karena sama- sama tidak punya latar belakang bisnis. Mereka bekerja sama, berkantor berdua saja di sebuah ruang kerja sempit. Ia kemudian mempekerjakan karyawan dan mendapatkan pemasukan.

Pada tahun ke tiga, Virus Communications selain berhasil menggarap produk perusahaan tingkat nasional serta multinasional, juga mengerjakan tender tingkat regional. Pasca-merger dengan perusahaan Virtual Consulting tahun 2009, Iim pun memegang kendali perusahaan jasa layanan digital yang kini mempekerjakan sekitar 70 karyawan itu. Saat ini Virtual, antara lain, menggarap merek dari klien-klien blue-chip.

"Solusi bisnis digital itu tidak semata kampanye iklan. Bentuknya bisa online sales, komunitas, manajemen relasi dengan konsumen, bisa juga menggarap social media untuk membangun loyalitas konsumen," ujar Iim. Dia mencontohkan atas apa yang dilakukan oleh Virtual Consulting, membentuk Komunitas Gila Motor dari jejaring sosial. Tujuannya? Perusahaan tersebut mencoba memasarkan produk oli motor, secara langsung akan diperkenalkan offline dan online.

Komunitas tersebut tercatat memiliki 200.00 orang terdaftar menjadi anggota.

"Dalam pemanfatan sosial media bukanlah jumlah anggota, tetapi loyalitas yang membuat mereka sendiri tanpa iming- iming materi atau hadiah," terangnnya. Iim mengingatkan media sosial sebagai sekedar medium dimana perlu diolah sedemikian pura. Ia mencoba menciptakan sebuah nilai pada produknya. Namun juga, loyalitas bisa datang dari pengalaman sang konsumen sendiri. "Aspek offline dan online perlu digarap sebagai sinergi, bukan musuh," ujarnya.

Bisnis digital


Kebiasaan berubah ketika berbicara mengenai konsumsi media dan dampak krisis merubah persepsi bahwa Internet merupakan alat fital. Tidak ada komunikasi dan konsultasi bagi pebisnis yang kurang paham tentang online, dan bagaimana cara menjembatani antara bisnis online dan offline. "Setiap tahun, belanja iklan online meningkat. Pada tahun 2008, persentase bijaksana itu melebihi belanja iklan di media cetak dan radio. Masa depan adalah sekarang dan kita harus menyiapkan amunisi yang lebih dari siap, "kata Iim.

Dia menerangkan lebih lanjut mengenai bagaimana di online media ada perbedaan dalam beriklan. Sebut saja media online seperti kompas.com, detik.com, yahoo.com dan lain- lain, dimana setiap bagian depan akan terpampang berbagai iklan online. Jika tidak paham akan strategi iklan di online makan iklan apapun akan sia- sia. Sebelum keputusan itu diambil, seorang pengusaha harus terlebih dahulu belajar mengenai prilaku online, pengalaman digital, dan proses pembentukan merek.

Itu juga termasuk menurutnya tentang tau siapa yang online dan membandingkan komunikasi marketing yang terbaik, baik online atau offline. Finalis International Young Creative Entrepreneur Award 2008 oleh British Council, menyebut perubahan karir baginya diusia yang sangat muda bukanlah hal mudah. Iim membutuhkan mental yang kuat, tingkah lauk yang baik, perencanaan keuangan terbaik dan yang terpenting, pengetahuan, pengalaman, dan rencana bisnis yang baik.

Iim dan suaminya memilih iklan online sebagai lini usaha mereka karena mereka memiliki latar belakang yang kuat dalam iklan media konvensional, seperti TV, cetak dan radio. Menggunakan prinsip "menunggang kuda orang lain", Virus membentuk aliansi dengan Virtual Consulting. Mereka sekarang memiliki sejumlah klien besar, seperti Toyota, XL, Telkom, Lippo Group, Auto 2000 dan Hewlett Packard. Dalam kasus Hewlett Packard, Virus menangani semua produk dan bekerja secara langsung dengan Hewlett Packard Regional.

Keberanian Iim untuk mengambil resiko, totalitas dan inovasi menghantar bisnisnya ke level nasional. Bahkan Bloomberg Business Week menyebut hasil bisnisnya sebagai perusahaan konsultan online terkemuka di Indonesia. Disisi lain, Iim masihlah menjadi seorang ibu yang menjaga anaknya sendiri. Ia bahkan membuat kantornya menjadi serba guna, terutama untuk mengasuh sang putri sendiri, Maleeka.  Selesai sekolah, siswa TK kecil itu selalu pulang ke kantor ibunya.

Kantor yang menempati dua lantai gedung itu ditatanya dengan nuansa kasual senyaman mungkin. Dinding- dindingnya yang berwarna terang pun bergambar komikal. Ada kamar tidur anak -lengkap dengan aneka mainan- disediakan di kantor ini. Sepeda anak pun tampak di tengah ruang luas yang terbuka dengan jajaran meja berkomputer di satu sisinya. Beberapa sudut kantor ini tampak tak ubahnya area bermain. Baginya sebagai seorang pebisnis pastilah sering menjadi stress oleh pekerjaannya.

Namun dengan adanya si putri kecil, dia mampu meredakan itu sambil bermain denganya, dan semuanya akan hilang. Ini menjadi penghilang stress paling ampuh baginya yang sibuk selalu mengurusi dua perusahaan sekaligus.

Iim Fahima Jachja

Lahir: Semarang, 7 Februari 1978
Suami: Adhitia Sofyan
Anak: Maleeka Kendra Adhitia (3 tahun 10 bulan)
Pendidikan: Akademi Komunikasi Media Radio dan Televisi, 1995-1998
Pengalaman:
- Virtual Consulting, Pemilik dan CEO, 2009-sekarang
- Virus Communications, Pendiri dan CEO, 2005-2009
- Matari Advertising, Senior Copywriter, 2002-2005
- McCann Erickson, Copywriter, 2000-2002
- 25 Asia Best Young Entrepreneurs, Business Week, 2009
- 10 International Young Creative Entrepreneurs, British Council, 2007

Artikel Terbaru Kami