Selasa, 14 Januari 2014

Es Pisang Ijo Justmine Beromzet 850 Juta

Biografi Pengusaha Riezka Rahmawati 



Pengusaha cantik Riezka Rahmawati berkisah tentang awal mula bisnisnya es pisang ijonya. Ia sempat masuk ke bisnis MLM (dulu), namun tidak bertahan lama, itu tidak membuahkan hasil. Dia pernah berbisnis voucer pulsa hingga kuliner lain. Tak patah arang, ia lantas membuka sebuah kafe di Bandung, namun tidak terlalu berhasil. Wirausaha sepertinya telah menjadi tekatnya sejak lama. Hingga berusia 24 tahun sudah tak tercatat berapa jenis usaha dikerjakannya.

Meski ditentang orang tuanya, penah pula diolok- olok oleh teman kuliahnya; Riezka tak bergeming malah semakin semangat berbisnis satu per- satu.

"Saya bermimpi bangsa ini bangkit bersama sehingga kemiskinan tak ada lagi," katanya.

Ia memulai langkahnya bermodal uang jajan cuma Rp.150.000. Semua bisnisnya dimulai dari bawah.

"Saya memulai dari bawah, dengan berjualan pulsa elektronik," ujar gadis berdarah India kelahiran Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 21 Maret 1986 ini. Target pasarnya adalah rekan-rekan kuliahnya sendiri. Ternyata peminat pulsanya begitu banyak. "Tak sampai dua jam, deposit pulsa saya sudah habis," katanya lagi. Hasil penjualan langsung diputarkannya kembali membeli deposit pulsa elektrik kembali, sehingga lama kelamaan jumlah depositnya ternus bertambah.

Bahkan, ia sudah bisa membuka outlet pulsa elektronik, fisik, dan kartu perdana yang kemudian diberinya nama Ezka Cell, di Jl. Raflesia H7, Perumahan Antapani, Bandung. Setelah membuka kios, target bisnisnya pun berubah yaitu orang- orang di sekitar kompleknya. Hasilnya memang mengejutkan, Riezka mendapatkan omzet Rp.9.500.000. Sadar akan besarnya potensi bisnis pulsa membuatnya mengibarkan badan usahanya sendiri.

Pada 26 Maret 2007 ia mendirikan perusahaan bendera CV Ezka Giga Pratama, perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa. Melalui berdagang pulsa ia naik pangkat dan dipercaya membawahi server pulsa sendiri. Dia kemudian akan membawahi sejumlah agen dan outlet-outlet kecil. Pelan tapi pasti usahanya naik, satu per- satu usaha dijalani olehnya. Karena tempat kiosnya sangat strategis dan banyak dikunjungi pembeli, dirinya ditawari bekerja sama mendirikan usaha satu lagi.

Riezka kemudian membuka bisnis laundry&dry clean berkonsep bagi hasil. Pada awalnya dia sempat ragu apakah jasa laundry ini dibutuhkan, mengingat umumnya tiap rumah memiliki satu pembantu rumah tangga sendiri. Dia pun mengamati sejumlah gerai laundry & dry clean di kompleks perumahan lain. Akhirnya ia sudah mem­beranikan diri masuk ke sektor ini. Maka, tahun itu, Riezka telah membuka gerai Prima Laundry. Di luar dugaan,

"Di bulan pertama saya bisa mendapat bagian bersih Rp 2 juta," katanya menambahkan.

Bisnis pisang ijo


Akhirnya di akhir 2007 -an, ia melirik pisang dan mencoba mengemasnya menjadi produk menarik. "Saat itu saya hanya berpikir, pisang itu kalau laku dijual enaknya dibikin apa. Akhirnya saya memutuskan untuk memasarkan pisang ijo," kenangnya. Gadis asli Mataram, Nusa Tenggra Barat, ini mengaku belum pernah sekalipun mengunjungi Makassar. Kuliner pisang ijo khas Makassar tersebut kemudian coba dikembangkan olehnya berbekal kreatifitas.

Jadilah pisang ijo berbagai rasa dari vanila, cokelat, keju, hingga durian.

"Bisnis ini saya mulai dengan modal Rp 150.000 yang digunakan untuk bahan baku membuat pisang ijo," ungkap Riezka, disaat acara pembukaan Ernst &Young Entrepreneurial Winning Women 2013 di Jakarta dulu. Dia berburu sendiri resep pisang ijo paling cocok dengan konsep bisnisnya. Ia bahkan merelakan diri belajar langsung dari pemilik restoran Makassar. Memang butuh waktu cukup lama, dan persiapan tidak sedikit hingga bisnisnya bisa berjalan.

Dengan kepercayaan diri tinggi, ditambah keyakinan kuat akan sukses. Riezka melanjutkan bisnisnya hingga sekarang. Hasilnya, dua bulan berlalu, dia mulai melihat hasilnya dan ternyata pasar menyukai pisang ijonya, Justmine Pisang Ijo namanya. Tantangan hadir kembali ketika orang tuanya tidak setuju anaknya berjualan pisang ijo. Namun berbekal tekat, ia tetap melanjutkan bisnis pisang ijonya. Pisang ijo khas Makassar yang terbungkus terigu warna hijau pandan akan dilumuri vla dan sirup sebagai pemanis.

Ada juga pisang ijo dilumuri bubur sumsum atau es batu. Harganya berkisar Rp.6000 hingga Rp.7000 per- porsi. Semangkuk pisang ijo menyegarkan hidup setiap pelanggan. Buktinya, ketika ada Expo Wirausaha Mandiri, ratusan pengunjung yang datang tak henti- hentinya menuju stan pisang ijo miliknya. Bahkan dalam hitungan beberapa jam saja, stok pisang ijo sudah habis diborong. "Pengunjungnya sudah antre dari pagi," ujarnya.

Untuk mengembangkan usahanya, Riezka membuka peluang untuk berinvestasi melalui sistem waralaba pisang ijo. Hingga kini, ada 20 gerai pewaralaba pisang ijo yang tersebar di Bandung, Jakarta, dan Bekasi. Di samping itu, Riezka juga punya tiga outlet di Bandung di tahun 2009 lalu. Tahun itu juga ia mulai mengubah sistem penjualan pisang ijonya menjadi sistem kemitraan waralaba. Ini dikembangkan menjadi salah satu cara pemberdayaan masyarakat.

Proses seleksi mitra waralaba pisang ijo menjadi kunci tersendiri. Riezka menjelaskan, untuk menjadi mitra pisang ijo JustMine, cukup dengan investasi mulai dari Rp 6,5 juta. Nantinya, mitra akan mendapatkan satu booth, paket perlengkapan booth lengkap, paket promosi, jaminan kualitas produk, biaya delivery, trainning karyawan, dan hak pakai booth. Gadis manis ini kemudian mengungkapkan rahasia suksesnya: kita tidak boleh egois saat mencoba mewujudkan impian.

"Setiap orang punya impian untuk punya usaha dan sukses. Namun ketika hanya memikirkan kesenangan dan ambisi pribadi, usaha anda bisa saja hancur dan putus asa. Anda membangun usaha dengan impian untuk membahagiakan keluarga, sehingga ketika gagal Anda akan terus termotivasi untuk bangkit dan sukses," tambahnya. Selain itu ia menambahkan bergaul dengan pengusaha lain mutlak perlu baginya.

Dalam waktu empat tahun (di 2012), perempuan cantik lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini sudah mampu memiliki 210 outlet di seluruh Indonesia dan memiliki 40 orang karyawan. Dimana omzetnya dari bisnisnya ini telah mencapai nilai Rp.850 juta. Kesuksesan wirausahanya ini membuatnya meraih berbagai penghargaan seperti The Young Entrepreneur Award, Top 15 Franchises Best Choice, Ernst & Young Entrepreneurial Wining Women 2012, dan lain-lainnya.

Artikel Terbaru Kami