Rabu, 15 Januari 2014

Bisnis Warung Kopi Coffee Zone Indonesia

Profil Pengusaha Sukses Yayank S. Sahara


Siapa Yayank S. Sahara, telah memulai bisnis kedai kopinya sejak di bulan Juni 2010 silam. Modal uang pesangon miliknya senilai Rp.6 juta. Bisnisnya mudah yaitu sebuah kedai kopi berkonsep kafe seperti Starbuck. Namun ceritanya agak panjang, itu tak semudah baginya hanya bermodal 6 juta. Itu tak cukup, bisnisnya sempat kekurangan modal dan akhirnya harus dibantu sang suami.

Pertama kali sekali, mereka cukup membuka kedai kopi berkonsep kaki lima di Gelanggang Olahraga Sidoarjo, Jawa Timur. Meski kaki lima, Yayank tekun mengembangkan cita rasa kopi miliknya.

"Ketika saya kerja punya ide buka usaha, mulai batik busana muslim anak, cuma jalannya kurang sukses terus saya kelur kerja bikin usaha kopi. Cuma waktu itu, modalnya dari uang pesangon, ternyata uang pesangon itu nggak cukup bikin satu kafe. Akhirnya kita buka konsep PKL di Gor Sidoarjo tapi menu yang kita sajikan kopi bintang lima," tutur Yayank.

Satu bulan kemudian, ada pelanggan setianya ingin membuat kedai kopi berkonsep kafe di sekitar Gresik, Jawa Timur. Dia menawarkan konsep kemitraan atau waralaba kepada Yayank. Melalui konsep waralaba, ia akhirnya membuka satu kafe untuk pelanggan tersebut. Dia bahkan turun langsung mengelola kafe miliknya. Ternyata dari sanalah, banyak pelanggan lain ingin dibukakan kafe sendiri serupa. Melalui konsep matang bisnisnya tumbuh pesat dari satu kedai kopi menjadi 9 kedai kopi.

Tak berhenti disana, ia pun merambah mal- mal melalui konsep kedai island. Itu seperti kedai- kedai kecil menumpang di mal- mal. Semua kedai tersebut dikerjakan secara waralaba. Mereka tersebar dari Surabaya hingga ke Kupang Nusa Tenggar Timur (NTT). Namun ada kedai dikelola sendiri oleh perusahaan miliknya sendiri, bernama Coffee Zone Indonesia. "Dari sana mulai terus sampai 9 kafe. Ada konsep kafe dan island," tambahnya.

Pesatnya bisnis ini tidak lain karena ketekunan, kerja keras, serta usahanya menjaga kualitas produk kopi. Untuk kopi khas Indonesia, ia sudah menawarkan cita rasa Sabang sampai Marauke. Selain itu, ada juga aneka minuman bercita rasa khas Starbuck, seperti rasa cappucino, hazelnut coffee hingga coffee blended, chocolate ice blended, red bean green milk tea. Selain itu ada ada makanan ringan yang melengkapi pilihan menu yang ditawarkan seperti pancake, sandwich dan banana stick.

"Kita jaga kualitas jangan sampai pelanggan saya bilang namanya bagus tapi rasa atau menu kopinya sama saja. Kopi saya pakai istilah kopi modern. Harga minuman Rp 10.000 sampai Rp 20.000 masih terjangkau untuk kelas mahasiswa," sebutnya.

Bisnisnya buka tanpa halangan terbukti dari bisnis fasion hingga kuliner. Yayank bahkan masih harus berjuang memajukan modal, bahkan membuat kemitraan. Jabatannya ternyata pernah menduduki level cukup tinggi di perusahaan kopi internasional. Yayank bahkan sempat dicibir orang karena memilih keluar dan membuka kedai kopi kaki lima. Namunm berkat keteguhan hati ditambah kerja kerasnya, hal tersebut mengalahkan segalanya.

"Suami sebetulnya nggak tega liat, posisi saya sebagai kepala bagian, buka kedai kopi kaki lima dilihat orang malah jualan kaki lima, diketawakan. Namun keinginan saya mengalahkan cemohan. Akhirnya dari situ berjalan," paparnya. Saat ini, Yayank berencana pada bulan Maret 2013 menambah 2 kedai kopi baru milik mitra di Surabaya.

Ia membuka kesempatan bagi siapapun berniat menjadi pewaralaba. Yayank menawarkan merek bisnisnya Coffeezone, dimana biayanya hanya Rp.45 juta. Jika tertarik untuk menjadi pewaralaba atau sekedar ingin berkonsultasi hubungi coffeezoneindonesia@yahoo.com atau mengunjungi website: www.mycoffeezone.net atau datang ke alamat: Jl. Wonokromo Tangkis No 18 Surabaya factory: Griyaloka A1 no 6 Jatikalang Sidoarjo Jawa Timur.

Artikel Terbaru Kami