Jumat, 24 Januari 2014

Biografi Roy Agustinus Pemilik 6 Perusahaan

Profil Pengusaha Lulusan Ciputra



Siapa Roy Agustinus, cumalah pemuda kelahiran 30 Agustus 1989 silam di kota Surabaya, Jawa Timur, dimana menghabiskan masa remajanya sambil bekerja keras. Dia tak mencari kesenangan dunia melainkan mencari apa itu hidup berarti. Baginya di usia 23 tahun, menjadi seorang pengusaha muda merupakan hasil idealismenya tersebut. Ia telah memiliki 6 perusahaan berbeda dibawah bendera CMC Group. Bukanlah hal mudah ketika pemuda diusianya masih asik bermain.

Diakui olehnya, alumnus Fakultas Ekonomi Bisnis Manajemen Universita Ciputra, Surabaya ini, bisnis tak lah semudah membalik telapak tangan. Pengusaha muda ini terlahir dari keluarga biasa atau bukan dari golongan mapan membuatnya bermental kuat. Dimulai dari remaja, ia telah berusaha sendiri tak mau mengandalkan orang tua. Roy mengaku kedua orang tuanya menjadi salah satu sumber motivasi baginya. Ia melihat sosok keduanya tak pantang menyerah.

Hingga anak- anaknya bisa mendapatkan pendidikan tertinggi.

"Dulu, kehidupan orang tua saya sangat susah. Hanya karena ingin menyekolahkan saya saja, mereka terpaksa membanting tulang, memeras keringat," kenangnya. Dan, melalui kerja keras orang tuanya lah, Roy akhirnya mampu berkuliah Universitas Ciputra.

Ia akhirnya berhasil lolos tes mendapatkan beasiswa masuk disana. Tak salah memilih kuliah Ciputra, dari sinilah pula, Roy akhirnya mendapatkan jalannya menjadi pengusaha. Pemilik CV Surya Teknokindo Jaya dan PT Mitra Maju ini, mengaku tidak pernah membebani kedua orang tuanya lagi. Ia pun lancar dalam kuliahnya. Sekitar 2008 -an, Roy meski belum lulus kuliah sudah membuka peruntungan melalui usaha french fries bersama kedua rakannya.

Bisnis waralaba


"Saat itu, saya masih semester tiga. Bersama beberapa orang teman, saya membuka bisnis kuliner dengan sistem partnership. Bisnis yang kami kelola itu bernama Royaly Fries," terangnya. Berawal dari rasa coba- coba ternyata bisnisnya sukses. Tak ingin mengandalkan satu usaha, ia pun siap berbisnis lain. Di tahun 2009, dia mengambil alih bisnis spare- part yang dikelola saudaranya, PT. Cahaya Motor Cemerlang. Rupanya keberuntungan ada dipihaknya.

Bukan cuma keberuntungan namun juga berkat kepiawaian menentukan strategi bisnis. Roy memang dikenal memiliki kamampuan ini, ditambah lagi semangat pantang menyarahnya. Bisnis spare- part akhirnya tumbuh semakin besar. Tak lagi berhenti, ia terus berinovasi serta memutar otak untuk meraih sukses ketiga kali.

"Pada tahun 2010, saya merintis bisnis baru lagi. Bisnis itu saya beri nama PT Duta Rajawali Paper Megah, yang bergerak di bidang distribusi kertas," ungkap dia. Kemudian di tahun 2011, dia membuka bisnis baru dibidang kuliner bernama Korean Street Snack.

Kedua bisnis tersebut dicatatnya dibawah bendera satu perusahaan tunggal, bernama CV. Wahana Food Corpora Brand. Selanjutnya, di 2012, dia mendirikan dua perusahaan baru yaitu CV. Surya Teknokindo Jaya dan PT. Mitra Maju. Meski enam bisnisnya sukses besar bukan berarti ia tidak pernah mengalami kegagalan. Dia hanya bertindak acuh, namun tetap belajar darinya. Roy tetap belajar bahwa bisnis itu jatuh bangun dalam perjalanannya.

"Tak ada satu pun manusia di dunia ini bisa menebak masa depan. Dunia bisnis itu seperti teka- teki. Dan untuk memulainya, kita masih harus meraba-raba. Tapi kepastian tidak bisa kita peroleh, jika tidak pernah mencobanya. Kegagalan dalan setiap usaha itu wajar," kata dia santai.

Dia berfokus pada ide- ide di otaknya. Roy tak mau berpikir untung- rugi sebelum dijalani. Buktinya, bisnis yang dikerjakan berjalan baik dan semuanya itu diperhitungkan secara matang. Bisnis bagus itu adalah yang dijalankan, bukan ditanyakan. Ia membocorkan rahasinya bahwa ketika ada modal, yang perlu kamu lakukan ialah menata sistem dulu. Sistem bisnisnya ada dua jenis antara lain: In Business dan On Business.

"In business adalah sistem yang memfokuskan diri pada bidang operasional usaha. Artinya, owner atau pemilik modal, turun langsung mengatur operasional usahanya tersebut," beber dia.

Sedangkan On Business, ia menerangkan pemilik atau owner cukup memikirkan strategi dan mengelola apa bisnisnya melalui kecerdasan otak kita. "Owner hanya melihat bisnisnya dari atas, kemudian melakukan pengawasan, memikirkan strategi dan bagaimana rencana jangka panjang." terangnya menjelaskan. Dari dua sistem tersebut, dirinya lebih memilih sistem on business. Ia beranggapan melalui ini maka pemilik bisa sendiri merancang bisnisnya lalu berusaha memperluasnya lagi.

"Dengan on business, keuntungannya tidak hanya didapat dari satu perusahaan saja, tapi bisa didapat dari banyak usaha," katanya.

Tahapan selanjutnya, jika bisnis bisa berdiri dan beroperasi, maka kita sebagai pengusaha wajib membangun jaringan kerja atau networking. Hal ini bisa dilakukan dengan cara promosi serta aneka pemasaran produk agar aktif menjaring konsumen. "Pengusaha harus mampu melihat trend dan kebutuhan pasar. Selanjutnya opportunity, yaitu memanfaatkan peluang bisnis sebaik mungkin," tukasnya. Jika tidak mampu melihat peluang bisnis maka buyarlah mimpi- mimpi kita menjadi pengusaha.

"Di dunia ini, tidak ada satu pun usaha yang dibangun, bisa sukses dengan cepat. Kesuksesan itu berjalan setapak demi setapak. Kalau pada grafik, bisa kita lihat, jika garis usaha mulai naik, maka akan terus naik dan bahkan bisa booming," sambung dia yakin. Yang terpenting, menurut dia, kunci sukses itu, akan ditemukan jika kita mau bekerja keras pantang menyerah.

Serta jangan sekali- kali meninggalkan apa yang disebut- sebut sebagai partnership! Maka lah pengelolaan di internal perusahaan menjadi sangat penting dalam hal ini. Melalu partnership tegak kuat maka bisnis pasti keluarnya akan maju. Bagaimana pengusaha mampu bekerja sama merupakan kunci dan menjalin hubungan baik dengan para karyawan adalah wajib. "Berpikir dengan banyak kepala itu lebih baik daripada hanya satu kepala. Akan ada banyak ide-ide dan solusi-solusi baru yang lebih segar," pungkas pemuda pengusaha ini.

Biodata:

Nama : Roy Agustinus, S.E.
Tempat dan tanggal lahir : Surabaya, 30 Agustus 1989
Branch Office : Jl. Kenjeran 229, Surabaya

CMC Group : Cakra Muda Cemerlang

1. PT Duta Rajawali Perkasa, Jln. Kenjeran 300. Kompleks Ruko Center Point A-16.
2. PT CM Cemerlang, Office : Jln. Kenjeran 633. Kompleks Ruko Mahkota Palace A-15. Warehouse : Jln. Kenjeran 475. Kompleks Ruko Fira51 D-21.
3. CMC Property Investment, 10 Properties
4. Royale Fries Indonesia, City of Tomorrow, Ahmad Yani. CLOSED

Pendidikan :

- 1995: SD Gabriel, Surabaya
- 2001: SMP Angelus Custos, Surabaya
- 2004: SMA Frateran, Surabaya
- 2007: Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Ciputra, Surabaya
- 2013: Melanjutkan pendidikan pascasarjana di UPH, Surabaya

Organisasi: Kompartemen Bina 8 Pengembangan Modal & Perbankan di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) BPC Surabaya.

Artikel Terbaru Kami