Sabtu, 18 Januari 2014

Adam Khoo Guru Motivator Pengusaha

Biografi Pengusaha Sukses: Adam Khoo



Siapa Adam Khoo? Bernama lengkap Adam Khoo Yea Ann kelahiran 8 April 1974 adalah warga negara Singapura asli. Dia memang dikenal sebagai pengusaha di banyak bidang, seorang penulis buku best seller di negaranya, trainer, dan ahli saham dan forex, seorang motivator muda kelas dunia. Dia sendiri mulai dikenal publik ketika namanya disebut oleh beberapa majalah sebagai miliarder termuda. Khoo menjadi miliarder di umurnya yang ke 26 tahun.

Khoo adalah Ketua Eksekutif dan Master Chief Trainer of Adam Khoo Learning Technologies Group, salah satu lembaga pendidikan swasta terbesar di Asia. Usahanya yaitu menjalankan berbagai seminar pendidikan untuk lebih dari 80.000 orang per- tahun di 7 negara berbeda. Fokusnya meliputi bisnis periklanan, pelatihan perusahaan dan investasi profesional. Tahun 2008, ia menduduki peringkat teratas di antara 25 warga Singapura terkaya di bawah usia 40 tahun oleh majalah Eksekutif.

Di tahun yang sama, ia dianugerahi NUS Business School Eminent Alumni Bisnis Award.

Anak bodoh


Sedari kecil ia telah dicap sebagai anak bodoh. Buktinya, ketika berumur 8 tahun, ia telah dikeluarkan dari sekolah St. Stephen's Primary School. Khoo dikeluarkan karena prilakunya minus, terutama menyangkut nilai- nilai akademiknya. Dia disebut sebagai anak pemalas, tidak suka belajar sehingga nilai akademiknya anjlok. Di umur 8 tahun, dia dibenci oleh guru- guru kerena mendapat nilai F di setiap mata pelajaran. Dia benci belajar dan benci sekolah.

Hingga kemudian beruntungnya bisa diterima di SMP Ngee Ann Primary School itupun orang tuanya harus bersusah payah. Ketika akan masuk SMP, dia terlebih dahulu ditolak enam sekolah. Di sekolah itu, dimana kualitasnya tidak baik, ia bahkan menjadi yang terjelek dibidang akademis. Khoo tidak berhasil menjalankan tes di Primary School Leaving Examination (PSLE), ini membuatnya jauh dari masuk ke sekolah manapun.

Alhasil ia masuk di sekolah negara, Ping Yi Secondary School, dan hanya mampu lulus lima mata pelajaran dari delapan pelajaran.

"Faktanya, emosi negatif muncul untuk tujuan positif. Itu merupakan sinyal mengingatkan kita bahwa kita butuh merubah sesuatu. Itu memberikan kita pesan bahwa kita butuh perubahaan persepsi kita ataupun tindakan," quotes Adam Khoo.

Dia cuma masuk menjadi 10 besar terbawah diantara ke 160 murid seangkatannya. Dan, guru serta orang tuanya, mulai mendiskripsikan dirinya sebagai seorang yang (sebenarnya) mampu, tapi malas, apathy, serta kecanduan akan televisi. Khoo sendiri mendiskripsikan dirinya tidak tertarik belajar. Dia menambahkan lagi itu karena rasa tidak sanggup. Ia merasa tak sanggup berkompetisi, menjadikannya semakin frustasi. Khoo sangat tidak termotivasi, lemah secara mental ,dan malas.

Ia tidak memiliki kemampuan sosial yang baik, lebih menyukai membaca komik atau bermain game. Inilah sebab- sebab membuatnya selalu buruk secara akademisnya. Mencapai umur 13 tahun, Khoo lantas dikirim oleh orang tuanya ke program pendidikan Super-Teen Program. Sebuah program pelatihan- motivasi yang diajarkan oleh Ernest Wong langsung. Program mereka menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning.

Sejak saat itu keyakinan hidupnya mulai berubah; ia mulai yakin bahwa dia bisa. Ernest Wong menunjukan bahwa semua orang bisa menjadi genius seketika dan menjadi pemimpin walaupun awalnya sangat goblok sekalipun. Dikatakan oleh Ernest Wong sendiri, kepadanya, "Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negative." Kata- kata inilah mempengaruhi hidupnya kini. Dia percaya  diri, jika orang lain bisa, begitu juga dirinya pasti bisa.

Selama ini dia tidak bisa karena naif dan menerima segala ucapan negatif orang lain. Khoo selalu merasa tak pernah mendapatkan dukungan secara mental. Selepas program tersebut, untuk pertama kalinya, ia berani menetapkan target jangka pendek. Dia harus masuk ke  Vitoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University of Singapore hingga menjadi murid terbaik disana. Ketika kembali ke sekolah, ia langsung bergerak menempel kata- kata motivasi.

Tempelan kata- kata motifasi yang dia gambar sendiri. Dia menggunakan cara belajarnya sendiri, seperti agar bisa membaca secara cepat, mengingat melalui kedua belah otak sekaligus, dan teknik super memori. Ketika teman- teman dan gurunya bertanya apa yang akan dia raih; dijawab secara tegas bahwa dia akan menjadi ranking No.1 di sekolahnya. Bahwa dia akan masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore.

Semua orang lantas menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah lulusan SMP tersebut bisa masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Bukannya jadi lembek karena langsung dicemooh, ditertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impian dan mengubah sejarah. "Sukses bukan cuma soal seberapa jauh kamu capai atau dapatkan," jelasnya.

Jadi pengusaha


Dalam waktu 3 bulan saja rata- rata nilainya naik pesat menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia menduduki ranking 18. dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 dengan nilai A untuk enam mata pelajaran. Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk tiga mata pelajaran favoritnya. Akhirnya dia bisa diterima di National University of Singapore (NUS) dan sejak diterima di universitas; dia setiap tahun menjadi juara.

Akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 10 mahasiswa yang dianggap dosen jenius. Bagaimana dengan awal bisnisnya? Tepat di umur 15 tahun, ternyata dia lebih cerdas soal bisnis, ia ternyata lebih menyukai membaca buku- buku bisnis "How to Make Money" karya- karya Donald Trump. Khoo juga tertarik akan dunia investasi terutama buku- buku milik Warren Buffett.

Dan, ketika sekolah dasar, ia menciptakan perusahaan DJ (Disc Jockey) bersama beberapa teman. Mereka cuma menggunakan rumah nenek Khoo, lalu menciptakan pesta dan meminta upah kepada pengunjung yang datang. Ia kemudian menerima pekerjaan dari DJ yang dipekerjakannya, setelah mengajarinya tentang DJ. Di umur 16 tahun, ia mulai menginvastasikan semua uangnya dan waktu di pelatihan NLP (Neuro- Linguistic Program) di Amerika Serikat.

Umur 17 tahun, Khoo mulai bekerja sebagai motivator, melakukan aneka pelatihan ketika mengunjungi sekolah- sekolah di Singapura. Ia sendiri tak pernah menetapkan tarif di awal pelatihannya untuk para siswa buruk/bodoh, lalu sisanya dikenakan tarif berkisar S$25 per- muridnya. Programnya yaitu berkisar merubah watak melalui sistem NLP.  Untuk lebih lanjutnya bisa dicari lagi di Google ataupun Wikipedia, bagaimana merubah sifat seseorang menggunakan bahasa dan sistem otak.

Selepas program wajib militer, ia kembali dan bekerja sama dengan dua teman membuka perusahaan event menejemen, Creatsoul Entertainment.

Perusahaan ini menyelenggarakan acara hip- hop, jam dan kegiatan hiburan lain bagi klien individu, ataupun perusahaan atau organisasi di NUS dan Nanyang Technological University (NTU). Perusahaan ini kemudian terdaftar sebagai perusahaan Event Gurus Pte Ltd, yaitu perusahaan yang fokus di manajemen acara. Pada 23 tahun, Khoo memperoleh sertifikat NLP dari Seattle, Washington. Umur 24, dia ditunjuk menjadi pelatih di SuperTeen.

Tugasnya melakukan kursus untuk organisasi- organisasi seperti China Development Assistance Council (CDAC), Association of Muslim Professional (AMP ), Nanyang Girls 'High School dan Universitas Pelita Harapan (UPH) di Jakarta. Di umurnya ke 25 tahun, Khoo mengadakan pembinaan. agen asuransi top dan manajer pemasaran dua kali usianya tentang bagaimana meningkatkan penjualan. Dulu, sang ayah, Vince Khoo, memiliki agen periklanan Adcom, kemudian dibeli mitranya sendiri.

Kemudian mitra pembelinya itu menawarkan Khoo muda kesempatan. Dalam waktu tiga bulan, ia membalik kerugian di tahun 1998- 1999 merebut tingkat Pitching dari 80 persen dari keuntungan bulanan pertama, dan lanjut meningkatkan margin hingga 30%. Klien perusahaanya meliputi AIA, Dumex, Mobil (hilang selama merger Exxon), Phillip Wain slimming center, Sobe Fresh Soya Milk, Tabasco, Heinz, Sinsin, Night Safari, Singapura dan MobileOne (M1).

Umur 26 tahun, angka satu juta dollar pertama didapatkan dari semuanya, mulai dari pelatihan ($1.000 tiap pelatihan), perusahaan entertainment, investasi saham, properti, dan sekuritas.

Blog pribadi: adam-khoo.com

Artikel Terbaru Kami