Senin, 19 Januari 2015

9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

Pemuda Terbaik Versi Businessweek




Umur: 19 tahun

Perusahaan: Spotlight

Bagi Andina, mahasiswi komunikasi visual, Universitas Bina Nusantara, melukis sepatu hanyalah sekedar hobi. Apa yang dimulai sebagai hobi berubah menjadi bisnis menjanjikan. Andina dan kakaknya, yang lulusan bisnis dan manjemen ITB, bersama mendirikan Spotlight. Apa itu Spotlight? sebuah perusahaan yang memproduksi sapatu kanvas dalam jumlah besar. Untuk berekspansi, Spotlight juga mengerjakan tidak hanya sepatu tetapi kaos dan tas. Perusahaan ini memiliki lima pekerja dan menghasilkan $100- $200. Andina kemudian bekerja di produksinya, sedangkan sang adik mengerjakan keuangan dan pemesanan.

2. Wahyu Aditya


Umur: 29 tahun

Perusahaan: HelloMotion School

Ketika Wahyu berumur 24 tahun, dia keluar dari pekerjaannya kemudian bekerja sendiri. Ia adalah pendiri Hellomotion School, yang kemduian menghasilkan ribuan anak- anak muda berbakat di bidang animasi dan perfilman. Ajang karyanya yaitu festival Hello berhasil menarik 300 lebih karya baru, menciptakan potensi bisnis dan pekerjaan bagi pertumbuhan perfilman Indonesia. Wahyu pernah menjadi finalis penghargaan desain, IYCEY 2006, dan menang di IYCEY 2007. Di 27, ia menjadi orang Indonesia pertama dan yang termuda dari seluruh Indonesia yang memenangkan sebuah penghargaan dunia, British Council's International Young Screen Entrepreneur of the Year. Dia menggunakan hadiahnya $12.000 hadiah untuk belajar film di London dan Biston.

3. Goris Mustaqim


Umur: 26

Perusahaan: PT. Resultan Nusantara dan ASGAR MUDA

Goris membantu anak muda menentukan ide meraka menjadi sesuatu yang teraplikasi. Ia mensuport mereka agar termotivasi dan bekerja secara profesional. Dia menyamangati wirausahawan sambil tetap melakukan kegiatan peduli lingkungan. Tepat 2006, ia mendirikan Asgar Muda, tempat dimana anak muda akan bekerja bersama di bidang pendidikan dan budaya, tujuannya membantu kesadaran warga lokal.

4. Oscar Lawalata


Umur: 32 tahun

Perusahaan: Oscar Lawalata Culture

Oscar Lawalata, seorang fasion desainer yang memajukan kebudayaan. Dimulai dari pewarana yang alami, kain asli Indonesia, dan corak khas daerah, ia selalu menaruh itu di setiap karya- karyanya. Fakta lain, Oscar mengerjakan karyanya 90% buatan tangan, membuatnya khusus menarget pasar pecinta fasion tradisional. Di Februari 2009, ia memenangkan penghargaan British Council's International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Fashion Award 2009 di London's Fashion Week.

5. Roihatul Jannah


Umur: 30

Perusahaan: Helmiat Bonceng Bocah

Karena motor menjadi alat transportasi paling umum di Indonesia, kebutuhan akan keamanan semakin tinggi. Berawal dari sinilah Helmiat Bonceng Bocah lahir, produk yang dikhususkan untuk anak- anak. Produk ini dikususkan bagi orang tua yang memiliki motor, dan harus menggunakannya untuk mengantar si buah hati. Roihatul selalu menyempurnakan produknya agar semakin nyaman dan aman.

6. Iim Fahima Jachja


Umur: 31

Perusahaan: Virus Communications

Virus Communications adalah firma online yang didirikan pada 2006 oleh Iim Fahima dan suaminya, Adhitia Sofyan. Sekarang perusahaan ini telah menjadi konsultan utama, khusus dibidang tingkah laku online serta teknologi. Hanya dalam tiga tahun, perusahaan memenangkan berbagai proyek serta memegang perusahaan- perusahaan besar seperti Hewlett Packard, Toyota, Auto 2000, Telkom, XL, Smart Telco, Lippo Group, Tupperware, and Sosro.

 7.  Antonius Dian Adhy Feryanto



Umur: 30 tahun

Perusahaan: PT. Pavettia Atsiri Indonesia (PAI)

Karena Indonesia terkenal dengan pala, minyak parfum, dan minyak serai. Maka pengusaha muda satu ini meliriknya. Feryanto menemukan kesempatan membangunnya dengan etik. Teknisi mesin ini pun bersegera belajar tentang tumbuhan berencana untuk mengembangkan bisnis dibidang ini. Suksesnya mampu membuat produk bahan jadi barang ekonomis. Pada tahun 2009, dia mendirikan Pavettia Atsiri bersema beberapa orang kenalannya. Sukses menghasilkan aneka minyak esensial dengan sekala industri.

Baru saja berbisnis itu ia dan perusahaanya telah menikmati kesuksesan besar; produksi telah meningkat sepuluh kali lipat dan perusahaan telah mengembangkan jaringan petani.

8. Malariantikan Yulianggi


Umur 19 tahun

Company: Shoyu Pia Cake

Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

9. Aziz Setyawijaya


Umur: 19

Perusahaan: Nomaden Experimental Artworks

Aziz bahkan tak punya kamera sendiri. Namun, sebagai anggota klub fotografi di Universitas Gajah Mada, maka ia bisa meminjam kamera dari teman- temannya. Nah, dari sanalah dia membangun bisnisnya bernama Nomaden Experimental Artworks. Bisnisnya mudah yaitu membuat apa yang kita sebut buku memorial. Ia pun sukses berat menghasilkan jutaan rupiah sejak memulai di 2008. Semangat!

Artikel Terbaru Kami