Selasa, 24 Desember 2013

Usia Muda Menjadi Penipu Ketika Tua

Biografi Pengusaha Ephren Taylor II

 

Tahun 1994, ada seorang anak sangat menyukai permainan Super Nintendo, bahkan ia memiliki ribuan kaset berbagai judul. Dia, Ephren Taylor II, sejak berumur12 tahun sudah bercita- cita untuk menciptakan sebuah perpustakaan game sendiri. Dia ingin menciptakan perpustakaan Super Nintendo -nya sendiri. Yang mana berisi aneka kaset- kaset koleksinya yang menumpuk. Seiring waktu cita- citanya berubah yaitu menciptakan permainannya sendiri.

Setiap hari setelah pulang sekolah ia bersepeda hingga Overland Park, Kansas. Dia ingin cepat membaca buku "How to A Video Game In 12 Days" karya Andre LaMothe. Beberapa bulan berlalu, Ephren kini telah berhasil meciptakan permainannya sendiri. Dia menjual permainan itu hingga 30 kopi seharga $10 per- buah atau $300. Itu hanyalah awalnya saja.

Bisnis online


Umur 13 tahun, Ephren telah belajar secara otodidak dan memulai bisnis desain pertamanya. Dia sangatlah gembira, melalui Flame Software, sebuah media chatting di jamannya; menawarkan jasa pembuatan website. Ia tidak harus menyebut berapa umurnya sekarang atau harus memberikan kepastian hukum apapun. Dan, secara hukum, dirinya seharunya tidak sibuk di chat room dan jika ketauan bisa bahaya. Dari bisnis pembuatan website, ia bisa mengantongi $200 per- situs yang dikerjakan sendiri.

Ephren berani menawarkan bisnisnya sangat rendah, dibanding harga pasaran ditangan broker, harga jasa pembuatan website bisa mencapai empat digit angka.

"Ketika saya mendapatkan $3.800 (dari pengecer online produk vitamin dan suplemen legal), orang tua saya mengira saya menjual obat terlarang," ia mengingat.

Ephren sukses mendapatkan tujuh digit angka di umur 16 tahun, ketika bekerja dengan temannya, Michael Stahl. Ia bekerja membuat situs lowongan pekerjaan untuk pelajar menengah atas dan anak kuliahan. Situs tersebut lantas diberinya nama oleh mereka GoFerretGo.com. Dua orang tersebut tidak sempat menulis iklan di internet, jadi memilih melakukan spam di reporter lokal dan luar secara besar- besaran. Beberapa lama kemudian, situs itu memiliki 30.000 pengunjung.

Sekali lagi, Ephren menawar harganya jadi terlalu murah yakni cuma $38 setiap lowongan, hingga tersadar Sprint, Citigroup, dan Pizza Hut rela membayar dirinya 100 kali lebih banyak. Ephren dan Michael akhirnya menyawa kantor lalu membayar guru sejarahnya sendiri. Sayangnya perusahaan kecil tersebut lantas bubar di 2001, menghasilkan keuntungan $3,5 juta. Dia tak terdengar lagi. Hingga, Ephren diketahui telah memulai bisnis kembali dari satu gereja.

Bisnis sosial jadi penipuan


Di umur 26 tahun, bisnisnya berbalik arah 180 derajat, ia telah menjadi pebisnis sosial responsibel atau bisnis sosial, atau bisnis CSR. Ephren telah mendirikan perusahaan indukan, mengepalai berbagai jenis bisnis sosial. Dia mengerjakan perumahan ditengah kota yang jangkau. Dia menjadi CEO sebuah perusahaan bernama City Capital, fokus mengerjakan revitalisasi kota dari polusi minyak. Disini bisnis miliknya tidak bertelur emas atau merugi besar yaitu $2,9 juta dari penjualan $305.000.

Diatas segalanya, ia menjadi pembicara 70 kali di berbagai gereja dalam satu hari, menghasilkan $8.000. Ini sangat ironis ketika dirinya sekarang dibayar untuk "berbicara" bukan bekerja. Tahun 2012, Ephren harus menghadapi persoalan hukum dengan Securities and Exchange Commision (SEC). Dia dituduh melakukan penipuan di berbagai gereja. Ia diduga mengeluarkan berbagai rayuan bisnis investasi di City Capital (nama perusahaanya).

Dia ditengarai menjalankan Ponzi scheme, mampu meraup $11 juta dari jemaah gereja di Amerika. Ephren menyasar kelompok keturunan Amerika- Afrika (seperti dirinya), menjanjikan dua model bisnis sosial oleh City Capital. Ephren menjanjikan dibawah perusahaanya, mereka menghasilkan 12%- 20% keuntungan serta berbuat amal sekaligus. Seorang sosial kapitalis, Ehren Taylor II menggunakan setatusnya sebagai seorang Amerika- Afrika sukses.

Dia terus menyebut- nyebut kesuksesan masa mudanya, dan menambahkan bumbu Kristen taat. Dia adalah anak seorang pendeta. Ia bahkan menyebut dirinya pendeta Tylor. Dia lantas menyebut investasi lain seperti saham hanyalah kebohongan. Melalui City Capital, ia mengajak jemaah bersama mendirikan kota yang beribadah. Dia meyakinkan kemampuan investasi sudah ada sejak kecil. Bisnisnya akan meliputi berbagai hal seperti jasa laundry, cafe jus, atau stasiun pengisian bahan bakar.

Terkahir, dia bersama asisten di City Capital, Weny Jean Connor, menciptakan "mesin penghisap", isinya adalah berbagai permainan kasino. Ia membual mengklaim mesin itu akan mengembalikan 300% investasi hanya satu tahun setelahnya. Beberapa tahun kemudian, Ephren membuat seolah City Capital terus merugi, dan dana invetasi itu habis di berbagai kegiatan amal. Nyatanya, tidak ada satu dollar pun uang sumbangan tersebut telah masuk ke kegiatan sosial, tidak ada.

Ia malah secara sembunyi- sembunyi menggunakan ratusan ribu dollar sumbangan guna mempublikasikan dan mempromosikan tiga buku karyanya. Dia menyewa seorang konsultan untuk memperbaiki penampilan di berbagai iklan radio, iklan internet, persentasi bisnis dan serta istrinya agar terlihat pandai bernyanyi Di tahun 2013, ia yang menghilang sejak tahun 2012, ditemukan bersama istrinya Me'Shelle Taylor di acara ABC berjudul "The Lookout" di Kansas, Amerika.

Artikel Terbaru Kami