Selasa, 31 Desember 2013

Peternakan Babi Menjadi Bisnis Tak Terduga

Profil Pengusaha Lucu Huang Hongguang



Dia dikenal karena sikapnya pemalu. Tetapi siapa sangka- sangka, Huang Hongguang, bisa sukses menjadi satu miliarder di tempat asalnya, China. Pria desa yang tidak kerasan bekerja buruh, memilih keluar dari perusahaan. Ia lahir dan tumbuh di sebuah desa bernama Wangjiachagou, di Provinsi Shaanxi, China, bekerja di sebuah perusahaan. Akan tetapi pekerjaan itu membuatnya tidak mersa nyaman, Huang memilih keluar. Dia kemudian membeli dua ekor babi untuk diternakan.

Huang memilih memelihara babi di rumahnya. Tidak seperti pemuda lain di desanya, ia tidak pernah berpikir untuk keluar mencari pekerjaan, bukan juga karena malas bekerja. Cuma dia telah bosan hidup jadi pegawai perusahaan. Sambil beternak babi, ia sering mengajak bicara kedua babinya khusus peliharaanya, bahkan  tak segan- segan tidur bersama kedua babinya mengusir kesendirian. Meski di desa umum  adanya tempat pemotongan hewan; ia selalu merasa tidak nyaman melihatnya.

Bermodal 5.000 yuan ($730) sebagai modal, dia memilih membuka peternakan babi dan dalam lima tahun mengahasilkan 6 juta yuan. Berbeda pemuda desa kebanyakan dirinya tak suka rumah pemotongan hewan. Memilih menjadi peternak babi saja dibanding membuka ruma pemotonga.  Seperti dilansir oleh China Daily, Wang Jing, sesama warga desa, masih tidak habis pikir kenapa Huang bisa menjadi kaya begitu cepat.

"Kesuksesan masih menjadi misteri bagiku, tetapi kerja kerasnya dalam pekerjaannya dan bisnis lebih dari beberapa tahun mungkin memiliki andil," ucap Wang Qiang, warga lain di desa Wangjiachagou.

Desa ini tak begitu dikenal tetapi kini mendapatkan sorotan kerena dirinya. Huang yang hidup dari keluarga paling miskin bisa berubah menjadi kaya raya. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, mereka memiliki kekurangan fisik, hingga tak mampu bekerja. Mereka hidup sangat miskin dibanding tetangga lain. Mereka juga tidak bisa beternak seperti warga lainnya. Akibat keadaan rumah dan keluarganya itu pula, Huang mengaku tidak punya teman dan menjadi penyendiri.

"Saya sering kabur ke gunung untuk menghidari warga desa dan berpikir keras bagaimana cara mencari uang, " dia lantas mendapatkan babi pertamanya tahun 1993. Kala itu, selepas sekolah menengah atas rasa cintanya mulai tumbuh kepada babi- babinya.

Kaya mendadak


"Saya menyukai binatang. Saya menemukan mereka cerdas dan baik kepada ku. Mereka juga tidak pernah pernah memandang saya remeh," ucapnya.

Selama tinggal dengan kedua babinya, sendiri, dia mengaku mempelajari segala tingkah laku dan bagaimana mengobati penyakit mereka. Setelah tinggal dengan keduanya, dia mulai kehabisan uang, karena tidak lagi bisa bekerja kembali ke sawahnya. Jadi dia berniat bekerja di sebuah peternakan hewan besar di Yangling, Shaanxi. Bekerja sebagai buruh tak membuatnya betah. Tapi, dari sanalah ilmu beternak babi didapatkan memlalui bekerja sebagai buruh.

Total ia bekerja di sana selama lima tahun. Selama bekerja di sana, Huang mulai mendapatkan uang dari peternakan di Yangling dan mulai paham bagaimana pasaran babi. Peternak di China biasanya menyimpan 70 persen babi yang dijual di rumah. Praktek ini menciptakan sebuah fenomena dimana peternak menyimpan banya babi ketika harga melonjak tinggi. Kemudian, ketika pasar mulai jenuh, harganya akan mulai turun. Akibatnya peternak tidak lagi menyimpan babi di rumahnya.

Kebiasaan ini menyebabkan fluktuasi periodik di pasaran. "Saya menemukan pola dalam harga babi dimana akan selalu naik dan turun dalam tiga tahun," jelasnya.

Dia kemudian menceritakan bagaimana caranya kembali. Di 2001, dia membawa pulang uang ke rumahnya dari bekerja di Yangling. Dan, dia mulai berbisnis menjual anak babi di Gansu, provinsi tetangga. Dia terus berbisnis menjual sampai tahun 2003 -an, dan ketika harga indukan dan anak babi sedang jatuh- jatuhnya. Mengingat pola pernah dipelajarinya, Huang telah melihat arah bisnisnya, dia mengingat bagaimana lima tahun bekerja di Yangling sambil mengamati pasar.

Ia kemudian menginvestasikan 5000 yuang membeli 20 indukan dan 200 anak babi ketika berharga sangat murah.

"Kami mengira dia telah menjadi gila, membeli banyak babi ketika harga babi turun. Tidak ada satupun yang akan mau menyimpan babi disaat itu," ucap Wang Qiang.

Huang Jien, kakak perempuan, bahkan menyarankan adik iparnya untuk membawa Huang ke dokter jiwa saja. "Saya kira dia sakit jiwa," ucap kakak perempuan Huang.  Akan tetapi ta tidak peduli akan kritik dan keluhan dari keluarganya tersebut. Dia tetap menjalankan bisnisnya. Dua bulan kemudian, ketika pasar mulai terdepresi dan harga pasaran mulai naik. Masa dua tahun itu mulai terlihat dimana ia telah bersiap.

"Anak babi yang saya beli 5 yuan setiap ekor kini dijual seharga 100 yuan tiap ekor. Anak babi yang lahir dari indukan yang hamil juga dijual kembali seharga 200.000 yuan. Saya berinvestasi 5000 yuan dan kembali lebih dari 50.000 yuan," jelasnya.

Ia memulai kembali berbisnis di 2004 dengan modal baru, mendapatkan 200.000 yuan di akhir 2005. Meski harga babi akan turun di 2006, ia telah memprediksikan harga akan naik di 2007. Huan telah menyiapkan peternakannya lebih besar.

Fan Enru, direktur biro peternakan Fengxian, mengatakan "Saya belajar dari Huang bahwa harga naik pada tahun 2007. Dia ingin uang untuk memperluas peternakannya, tapi dia tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank karena dia tidak memiliki penjamin. Saya memutuskan menjadi penjaminnya." Dengan bantuan Enru dan bironya, ia mendapatkan 180.000 yuan, agar bisa berhutang modal dari bank lokal. Dan, dari sanalah, Huang berhasil mendapatkan 6 juta yuan di akhir 2008.

Peternakan miliknya kini memiliki lebih dari 3.500 babi, dan lebih dari 1.000 indukan. Mencontoh hidupnya, 20 orang warga di desanya juga ikut beternak babi. Mereka mengambil cara Huang, lalu menjadikan bisnis ini pilar ekonomi. Mereka mencoba membantu para petani miskin. Sekarang mereka memiliki 79.300 babi di peternakan dan 34.000 telah dijual. Banyak petani labih banyak mendapat untung dari beternak babi.

Artikel Terbaru Kami