Minggu, 01 Desember 2013

Mochtar Riady Bankir Jenius Asal Indonesia

Biografi Orang Terkaya Lippo Group



Mochtar Riady adalah pebisnis asli Tionghoa. Dia sukses menjadi salah satu tokoh terkemuka di seluruh Asia Tenggara. Dia merupakan pendiri sekaligus president Lippo Group. Lahir 22 Mei 1929, di Malang, Jawa Timur, dia sering disebut bertangan dingin mengolah keuangan dari bisnis perbankan. Dia direkrut oleh Lim Sioe Liong, dimana kesuksesannya begitu terlihat ketika menangani Bank Panin di tahun 1975. Ia berhasil merubah Bank Panin menjadi bank swasta terbaik besaing dengan Bank Central Asia (BCA).

Pada waktu itu, Mochtar dipilih memimpin BCA ketika itu asetnya hanya mencapai Rp.12,8 miliar. Ketika dia keluar dari BCA di tahun 1990, ia berhasil melonjakkan aset Bank BCA, bahkan menyentuh nilai Rp.5 triliun lebih. Percaya diri akan kemampuannya sendiri, Mochtar Riady, memilih membangun bisnisnya sendiri yaitu Lippo Group.

Mochtar Riady atau Li Wenzhen menikahi seorang wanita asal Jember tahun 1951. Wanita yang bernama Suryawati Lidya memberikan empat orang anak. Dan, dua putranya dikenal sudah mengikuti jejaknya menjadi pebisnis dan sukses besar. Kedua orang tua Mochtar adalah perantau asal Fujian dan tiba di Malang pada tahun 1918. Ia dikenal dengan sifatnya yang keras. Ini terlihat ketika ia harus ditangkap pemerintah Belanda karena menolak Negara Indonesia Timur.

Bertahun- tahun, Lippo menjalankan berbagai bisnis khususnya di bidang perbankan (simpanan, investasi, pengamanan, asuransi, menejemen aset, dan pendanaan), properti (kota satelit, perumahan, condo, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan pusat perindustrian), dan infrastruktur (kelistrikan, produksi gas, jalan, sanitasi, dan komunikasi). Bisnisnya itu berpusat di Hong Kong, dan dikendalikan langsung oleh sang putra, Stephen Riady.

Bank Lippo merupakan bank swasta terbesar ke- 9 di Indonesia berdasarkan jumlah asetnya. Bank yang distabilkan pada 1948, dan dikendalikan langsung oleh Mochtar Riady dibawah bendera Lippo Group. Pemerintah pernah menjual asetnya di bank tersebut guna menutupi defisit keuangan. Pemerintah Indonesia juga mengeluarkan kebijakan bail- out ketika krisis ekonomi di Asia, mengganti nilai sekitar Rp.450 miliar. Swissasia Global membeli 52,1 persen saham milik Bank Lippo pada Februari 2004.

Mereka membelinya dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), dimana nilainya sekitar angka $140 juta. BPPN mengambil alih Lippo dari keluarga Riady setelah menggelontorkan dana penyelamatan di 1999. Keluarga Riady masih lah memegang saham Lippo tapi hanya mendapatkan saham minoritas. Meski saham minoritas, keluarga Riady masih memegang kendali keputusan di Lippo. Matahari adalah pusat perbelanjaan terbesar yang memiliki cabang di penjuru Indonesia.

Pusat perbelanjaan ini memiliki 116 gedung di penjuru Indonesia dan fokus pada penjualan aneka fasion. CVC membeli saham Matahari senilai 80% di April 2010, senilai $770 juta dari keluarga Riady sebagai pemilik semua saham. Bisnis lainya yaitu Lippo Karawaci, melalui PT. Lippo Karawaci Tbk. memiliki visi membangun kota satelit yang hijau dan layanan kelas satu. Lebih dari satu dekade, perusahaan telah sukses membangun namanya sebagai pengembang terbaik dengan merek yang mudah dikenal.

Melalui merjer delapan perusahaan sejenis di tahun 2004, membuat perusahaan ini memiliki visi lebih yaitu pengembangan kehidupan urban, retailer, hotel dan kenyamanan. Lippo Karawaci adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia dengan kapitalisasi besar, aset dan pendapatan tinggi, serta pengembangan yang unik dan terintegrasi. Kedua putranya, James Riady adalah sang CEO untuk operasi perusahaan di Indonesia.

Sementara itu, Stephen Riady adalah CEO untuk operasi di Asia, khususnya di Hong Kong. Dengan segala macam bisnisnya, Mochtar Riady memiliki $2,2 miliar atau setara Rp.20, 9 triliun.

Artikel Terbaru Kami