Selasa, 10 Februari 2015

D-Net Bisnis Menjadikan Indonesia Raja di Negeri Sendiri

Biografi Efi Widyantari


Dialah Sylvia Efi Widyantari Sumarlin, yang telah menjadi seorang yang penting dalam pertumbuhan IT di Indonesia. Wanita kelahiran Jakarta, 19 November 1963 ini, sudah dikenal lama berkecimpung di bidang internet service protocol (ISP). Dimulai di Pittsburgh, Pennsylvania, Efie sudah mengenal dunia internet. Perlu kamu ingat ia bukanlah lulusan ilmu komputer.

Dia mengambil sarjana ekonomi dan master hubungan internasional dan ekonomi di Syracuse University, Amerika Serikat. Semuanya berawal dari internet, ketika dirinya bertemu maniak internet yang kemudian menjadi suaminya. Berawal dari kesamaan hobi, dia dan suaminya, Rudy Hari, ditambah dengan pengalaman bekerja di Hewlett Packard (HP) di 1984. Keduanya sepakat memulai bisnis di bidang internet pada 1995.

Mereka mendirikan PT. Dyviacom Intrabumi atau biasa disingkat D-Net. Perusahaan yang kemudian menjadi cikal bakal PT. Core Mediatech. Pada tahun 1999, mereka membangun PT. Dama Persada, perusahaan riset dan pengembangan IT dimana Efi menjadi direktur utama.

"Saya masih ingat betapa bingungnya memperkenalkan internet sebagai sebuah kebutuhan. Padahal, kita semua tahu teknologi interneter sangat mengubah cara kita berkomunikasi dengan sesama pebisnis," ingatnya. Saat itu penyelenggara jasa (ISP/Internet Service Provider) segera ramai- ramai membidik pasar multi nasional yang melek akan internet.

Moto bisnisnya yaitu mengikuti trend karena itu bisa saja merubah produk mengikuti trendnya. Dia mampu menunjukan itu, D- Net terus berkembang pasat terlihat dari pelanggan yang semakin banyak. Pada 2000, D- Net menjadi perusahaan penyedia layanan internet peratam yang masuk bursa. Dalam karirnya, ia pernah tercatat di sejarah internet yaitu menggagalkan rencana pemerintah mengenakan pajak penghasilan 20 persen selain pajak pertambahan nilai.

Efi suka menjelajahi tempat baru yang memiliki nilai historis atau legenda. Ia mendapatkan perhatian lebih oleh suaminya yang juga hobi fotografi. Bila tidak sedang bepergian, ia selalu menyempatkan diri untuk selalu belajar menari. Dia memiliki prinsip pantang menyerah walau bukan termasuk orang yang jenius. Dia hanya suka mengambil keputusan dan menghadapi tantangan.

Obat kegagalan baginya hanyalah membebaskan pikiran lalu tidur yang sehat. Bicara tentang cita- cita, Efi mengaku memiliki obsesi menjadikan Indonesia raja di negara sendiri. Dari ketekunan serta cita- cita mulianya, tak ayal ia mendapatkan penghargaan sebagai ketua umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII), yaitu asosiasi pengusaha di bidang jasa internet periode 2006-2009.

Dia pernah ikut membantu wakil rakyat di komisi 1 menggodok RUU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sosoknya juga dikenal melestarikan seni tari serta kesenian ketoprak. Bahkan, ia pernah mengikuti pementasan dua kali bersama Paguyuban Puspo Budoyo pimpinan Luluk Sumiarso (dirjen migas ESDM). Ibu dari Giasinta Puteri Hari ini pantas menyandang gelar Srikandi Internet di Era Digital kini.

Artikel Terbaru Kami