Selasa, 10 Februari 2015

Bubu Bercerita Masa Depan Dunia Digital di Indonesia

Bagaimana Shinta Dhanuwardoyo memulai karir di dunia maya. Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan arsitektur ini, mulai merasakan menyentuh komputer ketika mulai bekerja untuk melanjutkan master bisnis. "Sebenarnya latar belakang pendidikan saya adalah arsitek, tapi setelah lulus S-1, saya memutuskan untuk mengambil S-2 di bidang bisnis. Karena pendidikan S-1 saya sama sekali berbeda dengan master yang saya ambil, ayah saya tidak mau mebiayai sekolah saya," terangnya.

Ia menemukan cara, yaitu menjadi graduate asistent di sebuah lab komputer. Dia akan menerima uang dari pekerjaanya. Singkatnya, Shinta mengerjakan segela sesuatu yang berhubungan dengan komputer dan seluk beluknya. Disinilah minatnya akan komputer tumbuh, dan ia belajar banyak dengan sendirinya. "Waktu itu kebetulan saya S-2, disana saya mendapatkan posisi sebagai bos dengan anak- anak S-1 yang memang berasal dari jurusan IT. Dari merekalah saya justru belajar banyak tentang komputer," ujar Shinta tertawa.

Bekerja di lab komputer memberinya kesempatan menyelesaikan pendidikan master. Dia mendapatkan pengurangan 75 persen pengurangan biaya kuliah. Bahkan tiap bulannya kampus memberi gaji untuk setiap kerja kerasnya. Shinta hanya berbekal pengetahuan komputer ditunjang kemampuan arsitektur. Ia mengaku pernah membuat konsep bangunan dari laptop Apple nya.

Bernama panjang Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, wanita kelahiran 18 Januari 1970 ini mampu menjadi seorang pioner perusahaan web developer. Dia merupakan pendiri sekaligus CEO, walau tidak memiliki latar belakang ilmu komputer. Di 1995, ia kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan master. Shinta mulai mengejar passion nya yaitu web design bersama teman- temannya.

"Kami ingin membuat perusahaan web desain. Di 1996, kami mendirikan Bubu internet, yang kemudian lebih dikenal dengan Bubu.com. Saya memutuskan keluar dari pekerjaan saya sebagai konsultan untuk fokus di Bubu," ucapnya.

Perusaan itu tumbuh dari hanya memiliki 5 orang di awal bisnisnya. Sekarang, perusahaanya telah memiliki 26 orang pegawai. Kembali ke awal, perusahaan berhadapan dengan kenyataan bahwa internet kala itu merupakan fenomena yang aneh dan belum terjelaskan. Bebeberapa kala itu bahkan tidak menyangka bahwa perusahaan tersebut dipimpin seorang wanita. Fenomena itu bahkan masih sering berlanjut hingga sekarang.

Dia tau bahwa teknologi website harus memiliki beberapa hal. Shinta berkata situs yang baik itu dilihat dari konten miliknya, kemudahan navigasi, penggunaan teknologi terbaik dan desain keseluruhan. Itu semua tergantung akan apa yang akan dibuat. Situs seperti ecommerce akan membutuhkan teknologi yang terbaik tetapi tetap dengan desain yang unik.

Bubu mulai dikenal melalui Shinta yang memiliki ide, menggelar acara bernama Bubu Award pertama kali di 2001. Disini, Dia mencoba mempromosikan brand Bubu sekaligus mendidik masyarakat umum. Ia menyebut bahwa tahun 2001 merupakan awal pelajaran.Dia berkata di tahun 2000, Bubu membuat banyak situs portal berita seperti koridor.com atau musickita.com.

"Pengalaman mengajari kami mengelola portal. Itu menjadi pengalaman mahal, tetapi itu menjadi modal kami untuk sukses," jelasnya.

Ia menjelaskan bisnis online sulit untuk tumbuh diawal internet belum menjamur. Bubu bahkan mendapatkan keuntungan setelah satu tahun berjuang. Shinta mengaku membangun bisnisnya di 2003 dan mendapatkan untung baru di 2004. Jika ia tidak begitu cintanya pada dunia internet, maka kapapun dirinya bisa mundur. Di 13 tahun persayaan ulang tahun, Bubu telah memiliki pelanggan baik pemerintah hingga perusahaan. Bubu pernah mengerjakan proyek kedutaan besar di Jepang, PT. Perusahaan Gas Negara, dan Iwan Tirta.

"Saya ingin membangun budaya perusahaan yang kreatif, passion, dan tujuan bersama. Saya ingin membuat orang berpikir bahwa Bubu sebagai pemain digital di Indonesia, karena kami agensi digital." Shinta bahka membuat Bubu Award sebagai kampanye besar- besaran. Pergerakan ini dilihatnya tepat ketika media telah tumbuh di Indonesia, bahkan 7 juta orang Indonesia sekarang di Facebook.

Shinta rajin memperkenalkan mereknya melalui berbagai cara. Dari Bubu Award, ia bahkan mendatangkan pembicara dunia. Dia sempat mengundang secara khusus Jerry Yang, co- founder Yahoo! berbicara di acara miliknya. Dia juga menyelenggarakan Pasta Blogger, mengumpulkan para blogger menyelanggarakan kontes. Bubu ditanganya merambah mobile melalui Bubu Chika, memfokuskan konten mobile untuk diakses.

"Karena kita adalah agensi digital, maka kita harus memperkuat di industri mobile dan sosial media. Saya memperkirakan di masa mendatang internet akan menjadi media yang kuat karena mudah diakses melalui mobile devices," jelasnya. Dia yakin media digital akan semakin kuat mengikuti krisis dimana perusahaan- perusahaan akan dipaksa membuat iklan yang efektif tapi berbiaya kecil.

Artikel Terbaru Kami