Jumat, 22 November 2013

Siti Hartati Murdaya Poo Pebisnis Tanah Abang

Pemilik PRJ Jakarta International Expo

 

Bernama asli Siti Hartati Tjakra Murdaya atau Chow Li Ing, Hartati Murdaya pengusaha wanita kelahiran Jakarta 1946. Dia adalah salah satu orang terkaya di Indonesia bersama suaminya, Murdaya Poo. Dia sendiri adalah pemimpin Central Cakra Murdaya/Barca Group yang juga ketua umum WALUBI. Ia terkenal memiliki kegiatan sosial yang tinggi, dan wanita dibalik lahirnya partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono, President ke 6 Indonesia.

Ia merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Ayahnya Tuan Tjakra Bhudi adalah wartawan kemudian beralih menjadi pengusaha kayu. Terlahir di keluarga Budhist, Hartati rajin beribadah, membersihkan, menyapu, dan mengepel wihara serta mencuci jubha bhikkhu. Ia bercita- cita menjadi biarawati bahkan sempat menimba ilmu di Sri Langka. Tetapi, apa mau dikata, bisnis keluarganya memanggil dirinya masuk lebih dalam.

Bisnis Jakarta 


Hartati tumbuh di Tanah Abang, Jakarta Pusat, berkuliah Tri Sakti jurusan ekonomi. Dalam perjalananya, ia banyak melihat ayahnya bekerja dan ikut terjun menjadi jeneral menejer di pabrik penggilingan setelah lulus kuliah. Di 1971, wanita karir 25 tahun bertemu takdir, dia bertemu seorang pengusaha muda, Murdaya Poo, lalu menikah di tahun 1972. Satu tahun kemudian, Hartati memutuskan meninggalkan perusahaan ayahnya memulai bisnis bersama suaminya.

Di 1984, ia mengikuti kulaih lanjutan jurusan menejemen eksekutif di Stanford University di California. hartati juga mengambil menejemen perusahaan kecil di Singapura di 1985. Dia dan suaminya memiliki 4 orang anak dan semuanya bersekolah di US sejak kecil.

Dia mendirikan PT. CCM Group sekitar awal 1970 bersama suaminya menjadi pucuk pimpinan. Perusahaan yang dikenal menjalani bisnis konstruksi dan peralatan. Bisnisnya tumbuh, perusahaan bahkan mulai bekerja sama dengan beberapa perusahaan asing seperti Fuji Electric dari Japang dan Asea Brown Boveri (ABB) dari Switzerland. Perusahaan ini juga memiliki hak merek berbagai produk asing; seperti IBM, HP, Hitachi, Fujitsu dan Symantec. Tahun 1988, ia menggandeng merek Nike mendirikan pabriknya di Indonesia.

PT. Hardaya Aneka Shoes Industry dirikan di kecamatan Jatiwungu- Kotamaday Tangerang menjadi pusat pembuatan sepatu Nike. Untuk memperkuat bisnis, dia bahkan merekrut menejer- menejer Nike di Korea Selatan. Dia melihat kesempatan emas ketika Nike menutup pabrikan di Korea Selatan karena upah naik. Hartati tau betul Indonesia bisa menyediakan tanaga kerja banyak, dan ini terbukti melalui pabrik kedua yang dibangun di tahun berikutnya.

Pabrik kedua dibawah PT. Nagasakti Paramashoes Industry yang berlokasi di kecamatan Pasar Kemis- Kabupaten Tangerang. Pabrik- pabriknya disebutnya usaha padat karya dimana warga sekitar ikut bekerja di sana. Hingga akhirnya Hartati bisa menciptakan merek sepatu sendiri melalui perusahaan PT. Barca Sportindo, memproduksi sepatu League sekaligus jadi distributor Nike resmi. Melalui PT. Kencana Sakti Indonesia, Hartati berbisnis mesin jenset dan alat kelistrikan.

Tahun 1992, usahanya merambah ke proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap Tanjungpriok. Usahnya kemudian berekspansi di properti, perkayuan, agroindustri, dan kontraktor listrik. Ia juga menggarap usaha printer HP dan pabrik kabel listrik. Melalui PT. Hardaya Inti Plantations, ia menggembangkan bisnis kelapa sawit memiliki 70 ribu hektar kebun di Buol, Sulawesi Tengah. Dia lantas membeli PT. Jakarta International Expo (PRJ) senilai Rp.1 triliun.

Tahun 2013, setelah empat puluh tujuh tahun, PT.CCM Group atau Barca Group memiliki 45.000 pekerja di berbagai jenis bisnis dari properti hingga argo bisnis. Setiap bisnisnya, ia dan suaminya memilih orang terbaik menjadi pimpinan pucuk dan tentunya dengan profesionalisme tinggi.

Artikel Terbaru Kami