Sabtu, 30 November 2013

Sinar Mas Group Sukses Pebisnis Jenius

Biografi Pengusaha Eka Tjipta Widjaja



Eka Tjipta Widjaja adalah pendiri perusahaan Sinar Mas Group, merupakan salah satu perusahaan multi- nasional terbesar di Indonesia. Bendera bisnisnya adalah Bank International Indonesia, menjadikanya bankir dan menghasilkan berbagai bisnis lainnya. Ia dikenal sukses menjadi raja kopra, dan Sinar Mas Group juga memiliki perusahaan Asian Pulp and Paper di Singapura. Bernama asli Oei Ek Tjhong lahir di Fujian, salah satu provinsi di China, kiprah bisnisnya sudah sejak kecil.

Ia lahir pada tanggal 3 Oktober 1923, pindah ke Indonesia sejak berumur 9 tahun. Di Indonesia, Eka hanya mampu tamat sekolah dasar atau SD. Hal tersebut karena keluarganya serba kekurangan. Untuk pindah ke Indonesia, keluarganya bahkan harus berhutang ke rentenir. Hidup miskin mereka terjebak di kota Makassar sejak tahun 1932, Eka kecil diusia masih 9 tahun sudah aktif membantu ayahnya berdagang. Dia membantu ayah yang pindah ke Indonesia lebih dahulu.

Berharap mendapatkan kehidupan lebih baik jauh dari panggangnya. Ia harus selalu membantu sang ayah berdagang. Mengurus toko kecil, bahkan menjual barang melalui sistem door- to door. Karena memang hidup miskin Eka akhirnya cuma bisa lulus SD. Tidak ada kesempatan lain selain membuat usahanya sendiri. Seperti pepatah Bob Sadino, "orang bodoh harus membuat usahanya sendiri". Kemudian dibelilah biskuit dan gula dijualnya barang tersebut secara eceran.

Hasilnya tidak terlalu banyak, tapi inilah fondasi bagi ketekunan serta konsep bisnis besarnya. Disaat sudah remaja, diumut 15 tahun, mulailah membidik bisnis lebih serius. Dia mencari pemasok kembang gula. Cuma bermodal sepeda serta ketekunan bekerja keras. Kebanyakan pemasok tidak mempercayainya. Umumnya karena mereka meminta pembayan dimuka; sulit dipenuhi seorang Eka. Akan tetapi, ia bisa memenuhi semua permintaan mereka.

Ia pun terus mencari- cari cara agar semakin banyak bawa barang dagangan. Sayangnya, bisnis kecil tidak bertahan lama karena adanya pajak tinggi di masa kependudukan Jepang. Eka memutuskan hijrah dari Kota Makassar. Tujuannya adalah tanah Jawa yakni pindah ke Kota Surabaya. Bermodal ijasah SD, dijadikannya itu barang jaminan, membuatnya bisa membawa barang dagangan dulu. Dia pun mendapatkan pasokan tetap buat barang dagangannya.

Eka pernah berjualan besi bekas, terigu, semen, gula. Dia juga pernah bekerja sebagai pemborong rumah kuburuan. Mengumpulkan modal buat berbisnis kembali. Pernah pula merintis bisnis minyak kelapa, kopra, buah pala, dan lain- lain.

Bisnis tumbuh


Di umur 37 tahun masih bermodal optimistis akan hidupnya menjadi pedagang. Dia sudah punya CV sendiri. Pada tahun 1980, ia membeli sebidang kebun kelapa sawit seluas 10 hektar berlokasi di Riau. Tak mau tanggung, dia pun membeli mesin dan pabrik memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit. Pada tahun 1981, ia membeli perkebunan sekaligus pabrik teh seluas 1000 hektar beserta pabrik produksinya mencapai 20 ribu ton. Eka juga punya kebun kopi.

Pernah pula ia merintis usaha penggilingan padi di Ciluas, Serang, Banten, kemudian dijualnya kepada PKI karena terus merugi.  Kemudian ia juga ikut berbisnis dibidang perbankan yaitu membeli Bank International beraset 13 miliar. Setelah dikelola dirinya, bank tersebut menjadi besar bahkan sukses memiliki 40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya hanya dua cabang. Bank miliknya kini memiliki aset senilai 9,2 triliun rupiah.

Ia pernah membeli PT. Indah Kiat, perusahaan memproduksi 700 ribu plup per- tahun dan memproduksi 650 ribu kertas per- tahun. Pemilik Sinar Mas Group ini mendirikan ITC Mangga Dua dan Green View apartemen yang berada di Roxy. Terakhir adalah Eka membangun Ambassador di Kuningan. Sejarah Sinar Mas Group resmi didirikan di 1962, memiliki berbagai bisnis salah satunya adalah Asian Pulp&Paper, dan perusahaan sawit PT.SMART.

Sinar Mas Group didirikan oleh Eka Tjipta Widjaja bermodal bantuan Singgih Wahab Kwik (Kowik) atau Christophorus Kowik Singhap. Bisnisnya meliputi pulp dan kertas, agrobisnis, properti dan perbankan. Perusahaan dibawah bendera Sinar Mas masuk ke bursa saham baik di Indonesia dan Singapura. Bersama Kompas Gramedia Group, Sinar Mas Land akan membangun 150.000 meter gedung konferensi seluas 25 hektar di Bumi Serpong Damai.

The Indonesia Expo akan diperkirakan dimulai di tahun 2012, dan diperkirakan akan selesai akhir 2013. Gedung konfrensi memiliki 3 hotel, 10 aula, gedungnya mampu menampung 10.000 orang, sebuah teater dan museum.  Tempat itu akan menampung kurang lebih 200.000 orang per- hari. Eka sendiri menikahi Melfie Pirieh Widjaja, mempunyai 7 orang anak. Anak- anaknya adalah Nanny Widjaja, Lanny Widjaja, Jimmy Widjaja, Fenny Widjaja, Inneke Widjaja, Chenny Widjaja, dan Meilay Widjaja.

Eka Tjipta Widjaja juga dikenal sebagai orang yang memiliki banyak istri atau poligami.

Artikel Terbaru Kami