Sabtu, 23 November 2013

Sejarah Bank Syariah di Arab Saudi dan Dunia

Profil Pengusaha Sulaiman Al- Rajhi



Sheikh Sulaiman bin Abdul- Aziz Al- Rajhi (lahir 1920) adalah tokoh bisnis Arab Saudi dan miliarder. Dia bukanlah keturunan kerajaan Arab, Sulaiman Al- Rajhi lahir sebagai keluarga pedagang sejati. Dia bersama saudaranya Saleh hidup di gurun Nejd memulai paginya bepergian bersama karavan mulai dari Mekah dan Madinah. Dia menjadi pemegang saham bank milik keluarga Al- Rajhi, grup usaha perbankan teraktif di kawasan Saudi Arabia dan paling menguntungkan.

Dia adalah pendiri bank Al- Rajhi, kekayaanya diperkirakan $7,7 juta di 2011. Al- Rajhi sendiri dikenal memiliki kegiatan sosial tinggi, dan jalannya adalah organisasi SAAR Foundation sebagai penggalang donasi di Kerajaan. Bukan kalangan bangsawan, ia kembali menjadi orang miskin setelah memberikan semua saham dan asetnya ke anaknya dan sisanya disumbangkan.

Untuk keluarga


Bisnisnya dibangun dan digerakan oleh Al- Rajhi bersaudara. Ia dan saudaranya, Saleh menjadi founder dan co- founder. Bisnis mereka bergerak sejalan pertumbuhan buruh migran. Mereka menjadi kaya bahkan sebelum bisnis minyak terkenal. Caranya, melalui usaha perbankan, mereka mencoba membantu para buruh migran mengirim uang ke negara asalnya seperti Indonesia dan Pakistan. Di 1983, keduanya mengajukan ijin membangun Bank Islam pertama di Saudi Arabia.

Pendidikan tertingginya adalah sekolah dasar tetapi mempu memegang saham utama Bank Al- Rajhi. Ia dan Saleh sekeluarga memulai bisnis lain seperti gypsum, agrikultur, baja, dan lainnya. The Al- Rajhi Bank memiliki nilai $6,75 juta. Berkantor pusat di Riyad, serta memiliki enam kantor lain di beberapa wilayah. Bisnisnya dimulai di tahun 1957 berpusat pada bisnis perbankan dan trading.

Saham Al- Rajhi dibagikan ke anak- anaknya (Saleh, Sulaiman, Abdullah, dan Mohammed) lalu berlanjut ke keturunan selanjutnya. Bank milik mereka merupakan bank terbesar di jazirah Arab dengan nilai investasi semula SR750 juta atau 100%, meningkat signifikan menjadi SR1.5 miliar, SR2.25 miliar. Perteumbuhanya terus tidak tekendali menjadi SR4.5 miliar (Maret 2005) lalu menjadi SR6.75 miliar (Maret 2006) dan akhirnya menjadi SR13.50 miliar (Maret 2007).

Di 2006 setelah 50 tahun bekerja, Bank Al- Rajhi yang dimulai di Arab Saudi berekspansi ke Malaysia, langkah awal menjadi bank internasional. Mengikuti model perbankan seperti ini menjadi dasar terdalam bagi pekembangan bank Syariah, terutama di kawasan Malaysia, Asia pada umumnya. Bank Al- Rajhi mencoba menembus batasan bank moderen menjadi versinya sendiri.

Ekspansi selanjutnya menyangkut pembukaan cabang lain di luar negeri. Di 2010, bisnisnya berekspansi ke Kuwait membangun bank yang memisahkan antara bank untuk pria dan wanit. Mengikutinya di 2011, Bank Al- Rajhi membangun bisnisnya di Jordan.

Dalam sebuah interview, Sulaiman Al- Rajhi menjelaskan tidak mudahnya mengembangkan perbankan Islam. Hampir 30 tahun, dia mencoba menghubungkan Islam Arab dan juga Kristen di Barat dalam sebuah prinsip ekonomi. Ia mencoba meyakinkan bank lain mengenai prinsip bisnisnya. Ini cerita usahanya mencapai bukan hanya kepercayaan tatapi kekayaan. Dia berusaha sangat keras dan penuh visi bisnis memulai dari nol.

Al- Rajhi masih aktif meski tidak lagi mengurusi bisnisnya. Dia menjalankan organisasinya SAAR Foundation dari doa pagi hingga waktu ibadah Isha. Ia sempat berkeliling kerajaan di berbagai wilayah, selalu mengikuti apa jadwalnya. Dia menyimpan diari kecil dikantungnya berisi jadwal sehari- hari dan selalu mengikutinya sebagai panduan. Usahnya menstabilkan bank Al- Rajhi, bank Islam terbesar di Saudi Arabia, jadi bentuk usahnya melawan segala bentuk kemiskinan -membuatnya diingat oleh rakyat.

Dia kemudian dianugrahi penghargaan oleh pihak Kerajaan, King Faisal International Prize atas segala kerja kerasnya. Menurut Forbes, Sulaiman Al- Rajhi merupakan orang terkayan nomor 120 di dunia, dan memiliki total kekayaan berkisar di $.7,7 miliar. Namun, meski jadi orang terkaya, dia memilih untuk hidup miskin Unik. Ketika orang kaya ingin semakin kaya, pria 92 tahun ini jutru berpikir terbalik. Dia seolah ingin lepas dari apa yang melekat pada dirinya.

Dia dikenal pemurah. Selalu mengikuti ajaran- ajaran berbagi Islam. Sulaiman Al- Rajhi lantas melimpahkan seluruh kekayaan kepada anak- anaknya. Hingga saat ini, Al- Rajhi tak lah punya uang tunai, semua saham perusahaan telah dibagi- bagikan. Yang tersisa dalam dirinya hanya pakaian sehari- hari. Layaknya orang tua biasa, dia ingin dekat dengan anak- anaknya, tak ada duniawi. Alasan untuk membagi kekayaan sebelum mati bukanlah untuk apa.

Dia meyakini dengan cara inilah ia akan mengikat tali persaudaraan putra- putrinya. Tak jelas seperti apa keluarganya, atau berapa jumlah istrinya, namun dia disebut memiliki 32 orang anak. Menurutnya Allah tak suka umatnya yang angkuh dan berlebihan untuk itulah ia membagi semua miliknya. Contohnya terlihat jelas ketika ia menumpang maskapai penerbangan miliknya sendiri. Dimana dia selalu tetap membayar tiket meski dia tau itu miliknya.

Artikel Terbaru Kami