Rabu, 20 November 2013

Kalla Group Bisnis Indonesia Timur

Biografi Muhammad Jusuf Kalla 



Dia, Muhammad Jusuf Kalla, pria kelahir di Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942, dikenal sebagai pebisnis ulung, ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (KADINDA) Sulawesi Selatan, ketua partai Golkar dan wakil president ke 10 Indonesia. Dia merupakan anak ke dua dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan  Hajjah Athirah Kalla..  JK (panggilan media) telah mampu ikut aktif di bisnis keluarga dan menunjukan bakat luar biasa.

Dia sukses mengembangkan bisnis tekstil hingga bisnis jalanan. Kalla memiliki pandangan tersendiri tentang bisnisnya. Setelah lulus kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin, dimana keadaan ekonomi tengah memburuk tepatnya di tahun 1967. Itu membawa ayahnya untuk menutup usahanya, NV Hadji Kalla. Dia pun tergerak menyelamatkan bisnis keluarga menjauh dari kegiatan politik. Tahun 1968, JK resmi menjadi CEO NV Hadji Kalla, perusahaan bergerak dibidang bisnis ekspor impor.

Dibawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla menjadi pemain di bisnis perhotelan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan, kelapa sawit, dan telekomunikasi. Dibawah nama Kalla Group, ia mendirikan unit usaha lain yang bergerak dibergai bidang, membuat perusahaan miliknya menjadi perusahaan grup besar di Makassar.

Sejarah Kalla Group


Kalla Group semula hanya perusahaan keluarga milik orang tua Jusuf Kalla sendiri. Keduanya, yakni Haji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla, memulai berbisnis di bidang tekstil di kota Watampone, Sulawesi Selatan. Usahanya berkembang lambat laun merambah bisnis transportas. Mereka membeli mobil truk dari luar dan digunakan untuk mengangkut barang dari Bone ke Makassar. Hal lainnya, mereka juga menjalankan bisnis angkutan jenis station wagon yang melayani trayek Makassar- Bone diberin nama Cahaya Bone.

Akhirnya, pasangan ini membangun perusahaan jadi besar, dari nol yang kemudian bernama NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company, fokus berbisnis dibidang perdagangan dan logistik. Haji Kalla menyerahkan kepemimpinan NV Hadji Kalla tahun 1967. Ia, Jusuf Kalla, kemudian menjalankan bisnis dengan sangat baik melalui berbagai usaha barunya. Salah satunya, ia mendirikan perusahaan kontraktor bernama Bumi Karsa.

Di bidang transportasi lah usaha Kalla Group terlihat mencolok di kepemimpinan seorang Jusuf Kalla. Sebut saja, ia berhasil memegang hak jual (eksklusif) untuk Toyota dengan PT.Hadji Kalla. Mula- mula dia hanya menjual mobil rakitan atau semi knocked down sehingga Toyota akan dirakit di kota Makassar. Kemudian perusahaanya memiliki lisensi menjual traktor mini merek Kubota untuk keperluan pertanian. Pada 1980, JK memiliki hak penjualan Daihatsu dan Nissan melalui PT. Makassar Raya Motor.

Ia kemudian menjadi deler mobil KIA dan Timor melalui PT. Kars Inti Amanah, ini seiring program mobil murah. Ketiganya merupakan foktor penting dalam usaha bisnisnya hingga menjadikannya salah satu dari pengusaha paling berpengaruh. Di era 1990, bisnisnya merambah ke jalanan melalui PT.Bumi Sarana Utama, mengerjakan jual beli aspal curah, pengerjaan infrastruktur jalan, dan bandara. Tidak berhenti disana saja, perusahaan baru pun didirikan menjadi bagian usaha baru.

Melalui PT. Baruga Asrinusa Development, ia ikut mengembangkan properti di Makassar. JK tidak hanya membangun pusat perkantoran, perumahan, pusat niaga, juga termasuk rumah ibadah. Bukan hanya rumah mewah, ia juga fokus di pembangunan perumahan murah. Ini dimaksudkan menciptakan sarana layak huni di wilayahnya sendiri. Ada pula usaha dibidang perhotelan melalui perusahaan PT. Kalla Inti Karsa. Ia membangun pasar tradisional, menjalankan Hotel Sahid Makassar.

Serta mendirikan aneka pusat perbelanjaan moderen terbesar di Indonesia Timur, Mal Ratu Indah. Saat itu pula Jusuf Kalla lantas diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian tahun 1999, perusahaan lantas dipegang oleh Fatimah Kalla. Saat itu pula, perusahaan terlah menggurita menjadi bisnis besar dan bertransformasi menjadi Kalla Group. Ekspansi ini merupakan kerja keras bertahun- tahun, dia adalah orang yang yakin memampu menghadapi krisis karena kerja merupakan bagian dari ibadah. Sejak itu pula PT. Hadji Kalla lantas bertransformasi dan menjadi Kalla Group.

Perusahaan Kalla Group melalui berbagai anak perusahaan aneka bisnis. Selain di bisnis JK aktif dalam hal politik dan sosial. Ia berhasil menjadi ketua Palang Merah Indonesia, memberinya kesempatan memperhatikan nagara lain dan melakukan kegiatan sosial. Di bidang Politik, itu tentu mengenai jabatannya sebagai mentri hingga menjadi wakil president. Di perpolitikan, dia termasuk kader sukses di partai Golkar, menjadi ketua Partai Golkar di 2004- 2009.

Dia sangat fokal terhadap berbagai isu hangat seperti hal perjanjian damai GAM hingga mengenai kenaikan BBM dan penanggulangannya. Berjalan waktu Kalla Group pun mulai eksis di bidang sosial secara bentuk keorganisasian. Mereka membangun beberapa yayasan dan sekolah Islami sebagai bagian filantropi.

Artikel Terbaru Kami